19.6.10

Ya Allah

Belum memasuki dunia perkuliahan yang sesungguhnya, gue harus menghadapi orang-orang yang jahat ke gue, astagfirullah. Bukannya mau sombong atau apa, tapi beginilah keadaan gue yang sebenarnya. Bukannya mau pamer atau apa, tapi ini rasa kegembiraan gue yang gue tunjukkan lewat tulisan dan ketikan di dunia maya ketimbang harus bicara langsung. Bukannya gue mau pamer ke kalian semua.

Astagfirullah, kenapa yang iri ke gue dan jahat ke gue adalah orang yang dulu pernah gue tolong? Dia nggak ingat dengan masa dulu ya? apa orang-orang seperti dia cuma mementingkan keburukan daripada kebaikan? Sebegitu gampangnya dia bilang kalau membuang teman yang nggak terlalu dekat dengan dia adalah hal yang gampang, astagfirullah. Memutuskan tali silaturahmi jelas-jelas salah, apalagi karena hal sepele seperti iri terhadap hal yang bukan haknya, juga bukan miliknya. Naudzubillah.

Yah. gue nggak mau kayak dia yang menceritakan semua keburukan gue lewat dm ke teman-teman via twitter biar yang lain ikut musuhin gue. gue juga bukan orang yang bisa dengan mudah balas dendam. Biar aja dia menabungkan pahala atas nama gue karena perbuatan dia yang jahat ini. Gue cuma bisa membalas dengan doa semoga perbuatannya di lihat Allah SWT. Toh, di depan gue nanti kalian juga nggak berani macem-macem, dan toh kalian bermuka dua, beraninya lewat belakang. Nggak tau kalau gue tahu apa yang kalian omongin. Astaghfirullah

2 s'inscrire:

Natea said...

bener sabar aja Nad emang ada aja orang-orang yang kayak gitu. Apalagi gue coba yang dapet pas hampir semuanya masih belom keterima PTN. ngerasa banget. ga bisa cerita apa2 malah. lo punya hak buat ngomong apapun tapi jaga-jaga aja takutnya ada yang merasa lo pamer atau segala macem. walaupun kita ga ada maksud gitu sama sekali. sudah biasaa :)

Nadya Komanechi said...

ya ampun Nat gue baru ngerasain sekarang, sebulan setelah keterima. Sakit ya rasanya. Lo tegar banget Nat. Iya ya gue harus biasa