27.6.10

Me

Entah dengan huruf apa atau berbicara bahasa apa, gue mau mendeskripsikan "siapa gue sebenanrnya" di sini. Terkadang gue bingung sendiri dengan sikap gue yang mood-moodan. Terlalu suka dengan suasana ramai tapi setelah ada di suasana itu, bukannya gue ikutan ramai atau gimana, gue lebih suka diam dan memperhatikan. Terkadang gue berpikir untuk memilih tempat di mana gue bisa terlihat ramai, walaupun itu ada di tempat yang sepi ketimbang di tempat ramai tapi gue malah memojok dan bengong. Tapi, beginilah gue. Terdiam di tempat yang ramai.

Saat semuanya riuh rendah berbicara tentang Justin Bieber, gue malah melirik artis korea Super Junior dan sibuk dengan mereka sendiri. Saat semuanya heboh dengan Katy Perry dan band papan atas ternama, gue sibuk otak-atik google untuk mendownload lagu musik klasik dari komponis kesukaan gue.
Saat semuanya heboh dengan piala dunia saat itu, gue malah berkutat dipojokan kelas dan belajar kemampuan dasar untuk menghadapi simak ui dan mendengarkan lagu lain lewat hp ketimbang mendengar lagu wafing flag yang jadi anthem piala dunia.
Saat semuanya heboh dengan depapepe dan kehebatan mereka duet gitar, gue malah lebih memilih setia dengan Sungha Jung dan petikan senar gitarnya yang lembut. Sama sekali nggak tertarik mencoba mendengar Depapepe.
Saat semuanya sibuk dengan handphone Blackberry-nya, bertukar pin sesama teman dekat. Gue saat ditawari untuk mengganti hape oleh orangtua malah menolak dan lebih memilih untuk bertahan dengan hape sony ericsson tipe lama yang sudah empat tahun menemani gue.
Saat semuanya bermain biola, gue lebih memilih Flute. Saat semuanya memakai gaun, gue lebih memilih memakai celana bahan. Saat semuanya mewarnai rambut, gue bertahan dengan warna hitam yang ada dari lahir. Saat semuanya sibuk belajar menyetir dan mendapatkan sim A dan sim C, gue memilih untuk menggunakan KTM dan bersepeda untuk empat tahun ke depan.
Saat semuanya pulang dengan mobil dan motor, gue memilih untuk naik angkutan umum walau sudah malam dan menjelang pagi, lebih memilih jalan kaki dari pasar dekat rumah ketimbang merepotkan orangtua untuk menjemput di tengah malam.
Saat semuanya menata rambut untuk tampil cantik, gue lebih memilih mengikat dan mencepol asal rambut gue karena gue harus naik angkot dan tampil rapi saat sampai di tempat tujuan. Saat semuanya memoleskan sedikit riasan di muka, gue cuma siap satu alat cuci muka di tas untuk tampil bersih.

Terkadang, gue sedih. Tapi selebihnya, gue suka akan perbedaan ini. Perbedaan di antara gue dan mereka. Terkadang juga gue bisa terlihat berbeda dari mereka. Ada satu dua hal yang bisa gue banggakan dari diri gue sendiri kenapa gue memilih pilihan yang berbeda dari mereka. Kadang menyesal, tapi selebihnya tidak. Inilah seni gue hidup. Inilah pikiran jalan gue untuk hidup. Memilih itu penting, baik atau buruknya adalah tanggungan kita kedepannya. Terkadang, gue suka perbedaan seperti ini. Saat semua tertawa, walaupun gue diam dan tidak tertawa, bukan berarti gue nggak ikut tertawa. Siapa tahu gue tertawa di dalam hati? Jalan setiap orang berbeda dan unik. Inilah manusia, dan itulah kebesaran Allah :)

,

0 s'inscrire: