27.6.10

Unlucky me

Gemeinhardt type student

Pengen banget punya, ya Allah. Kapan gue bakal punya barang yang di atas, barang berkilau itu di kamar gue? Kapan gue bisa megang dan mainin barang yang suaranya cuma bisa gue denger doang? kapan gue bisa niup alat musik itu? kapan gue bisa memainkan lagu kesukaan gue kalau nggak ada alat musik di atas?

Pengen banget ya Allah bisa mainin alat musik di atas, mainin lagu Vocalise-nya Rachmaninoff terus duet dan bisa gabung dengan orkestra UI, atau ikut mini orkestra di tempat les (yang mungkin bisa gue ikutin). Kapan gue bisa belajar musik? kapan gue bisa memainkan alat musik? Kapan sampai saatnya gue bisa mainin salah satu dari asal saura-suara indah yang selalu gue dengar lewat hape?

Gue emang maunya banyak banget, kasian banget orangtua gue ngedenger permintaan anaknya. Tadinya gue mau piano. Gue emang suka banget sama piano, sama orang yang bisa main piano, sama suara piano, sama dentuman denting nada piano, lentikan tangan orang yang bermain di atas tuts piano. Tapi piano mahal banget, dan gue tau diri kalau gue nggak mungkin bisa punya piano sampai tua. Gue pernah mau belajar musik piano di salah satu tempat les terdekat dari rumah, tapi di pikir-pikir kalau cuma belajar tapi nggak ada alat musiknya, gue takut cuma bisa mengahabiskan duit orang tua aja.

Makin ke sini, gue cuma bisa ngedenger suara lagu klasik dan coba latihan dasar penjarian aja. Supaya lentur, kata dinike. Tapi makin lama gue makin tertarik sama salah satu alat musik tiup, Flute. Suara flute itu lembut banget. Desiran suara dari tabung besi dan nikel, iramanya, bener-bener bagus banget. Walaupun keliatannya susah tapi gue tertarik banget bisa mainin Flute, ya Allah.

Dan tadi nggak sengaja ngecek harga di luar negeri Flute itu berapa, dan ini membuat gue shock. Buat gue harga ini mahal. Flute itu alat musik, bukan laptop atau handphone. Di keluarga gue, alat musik itu sampah dan nggak ada gunanya. Gue nggak suka pendapat mereka tentang itu, karena gue suka banget sama alat musik. Bokap gue bilang kalau gue nggak ada bakat di alat musik, dan keluarga gue nggak ada yang minat sama alat musik. What the hell is that! masa bodo kakek gue kek, nenek gue atau siapanya gue nggak suka musik dan alat musik, tapi gue suka! kenapa mereka nggak mendukung gue? gue pengen banget menyalurkan minat gue, pengen banget bermain alat musik dan bisa mempunyai bakat seni.




Karena tekanan orangtua, gue selalu berniat setiap hari, setiap detik kalau gue menjadi orangtua suatu hari nanti, gue pengen anak gue nanti dari kecil mengenal alat musik, alat musik yang nantinya mereka pilih sendiri, mereka cintai sendiri. Semoga gue nggak menjadi orangtua yang membatasi minat dan keinginan anaknya, seperti apa yang terjadi sama gue. 

Biarlah gue cuma bisa meminta doang, mana tau kalau gue besar nanti, gue bisa beli satu dan mulai belajar sedikit-sedikit. Nggak ada kata terlambat buat belajar kan? I hope so, :)

0 s'inscrire: