24.10.12

love her

Well, I'm on the top of my mood to write now even tomorrow I will face advanced financial accounting exam that as more I learn it as more I feel stupid and desperate. So, let's write something!

Err, I want to bring up a topic about sister complex. As you could see (if you have read my previous posts) I'm in love with my little sister named Kyla. Now she is five-half years old and for me, she is the bravest, the boldest, the prettiest child ever in my life. She always listen my advices and critics. Also sometimes follow my behavior which is not good.

It is a memorable moments when spending my time with her. Her voices, smiles, stares, touches, even laughs really give my life a color since I drained of energy because hectic activities in campus. She always bring her randomness and brightness, make me smile! because of that, sometimes I (realized) that I'm too much care of her, not as her sister, but more as her mother. My mom knows it and she just permit me to do so. I don't know whether it's wrong or not but I enjoy this role so much, not as a mom but as sister who can give the best thing for her. I don't want her regret as she growing older. I want her thankful as she look at the past.

That's why I love to be suffered of sister complex
or I don't one of them?

Relationship of libertarian, atheist, and religion

There's lately something bothered me. About libertarian things, and their thinks.
For beginning I want to mention that I don't have any trouble with their opinions or genius ideas about God and freedom. I want to write about it because now most of my friends are considered by me as a libertarian and I assumed that once someone has a way of think as libertarian would fall as an atheist. This is my point. Atheist and Libertarian somehow has positive correlation. They somehow often open their thoughts in my timeline, and their just great as always. Genius and sophisticated people.

I never expected that I will think as theirs now. Your environment pushed yourself to think critical and sharp as time grower. We think and compare everything, everyone in everywhere. Your brain are forced to think everyday even when you're sleeping. So, I don't give you a statement that I am an Atheist-- no! please don't make me leave my beloved religion, but I think as libertarian so much now but never want to have a positive correlation like whole of my libertarian friends.

I have a conclusion reflected to some of thoughts of my friends. He is assumed that religion boundaries made people become stupid, but I am not agree with him. As you know, religion is a guide for us, people with their wild thoughts and wills. I couldn't imagine how miserable world will be if there's no religion. Who's brave to prevent us kill each other or stolen things that's not belong to us? and if science could explain this, who's made particles that comprised a mountain, plants, animals, rocks, even those a cellular of sun, galaxies, planet, black holes? You should find of how those packages of  things in our life described. Even sciences has their limits, even human how brave you are, will not have those limit.

But doesn't make the limit as your explains to argue for stop make efforts in pursue your goals.
That was just your stupidity, bro.
Don't make religion as an excuse

Your pals,
a libertarian too

17.10.12

Down me down

Is that me whom always think in pessimist way or the fact that I really surrounded with great people? I do not believe it that great people is so-this-great!

From toddler I always assumed that kids whom smart will no have their smart-part at the next level of school and so on and so on, but the fact is since you are smart from kids you always be a smart kid for ever.

And now I jumped in a environment that a whole of my friends are GENIUS that really genius! Genius in many ways, some of them maybe not brave stated in academics paper but genius in their acts! their histories! their way to compete, to leader, and to............... many things!

and I have no idea why I could stay in here while I'm not (please really) as genius as they are. Why god I should suffered to push my self aligned with them? Should I not have to push my self? but but I won't see them step a head of me, it will feel miserable, no?

Like, some of them counted in years will achieved CFA, Harvard, Ernst and Young also others of The Big Four, build some businesses, CPA, CPMA, others... others.....

and I am still confused. lend me your hand, god to lead me turn in right way. I do not want to feel sorry for decisions that I made in the past. Amin

16.10.12

VIP Tickets of LSG Fanmeeting from Vinglers!

Seriously? is there any chance for me to get (any) free ticket to meet up with my beloved Lee Seung Gi?
Oh God, why should every korean artist come at the same time? they eventually come on and on, don't give any break for us (korean fans) to save our money.

First, Super Junior and then SM Town. After that I saw Sungha Jung will hold private concert in Jakarta, I immediately reserve the ticket for that and after all of my money gone...... I saw my precious prince charming, Lee Seung Gi literally really will come to Jakarta at 2012 after last year cancelled his fans meeting?? IS THAT WE CALL BAD LUCK?!

Ah. Desperately sad... I don't have any money and I will sick of date passes by when hit 4th November. The venue also so close with my home... the fact that he got short distance with me but I even couldn't see him? I'm dying.....

BUT! BUT! After saw a post from Vingle I feel that I could spend my 4th Nov night with him! I optimist that I could! Oh thank god, there's a chance for me to see him. Please make it happen!

anyway, if anybody was happened a same trouble with me (that want to see your prince charming but do not have any money, just click the link!)

and this is the information, wish any of us get a tons of luck!

Salam Sejahtera Vinglers!
Buat kalian yang nonton Drama Korea "My Girlfriend is Gumiho" pasti kesengsem dengan aktor utamanya, Lee Seung Gi. Apalagi yang lagi nonton "The King 2 hearts". Guess what!! Vingle akan bagi-bagi dua (2) tiket gratis ke konser Tonight with Lee Seung Gi in Indonesia yang akan diadakan di Mall Taman Anggrek Jakarta pada tanggal 4 November ini! Yang perlu kamu lakukan: sebarkan event ini ke teman-teman kamu yang lain bahwa Vingle akan bagi-bagi 2 tiket kelas VIP gratis!
Vingle adalah sebuah platform komunitas penggemar untuk semua kesukaan kamu. Tidak akan ada misi, motivasi, dan Vingle, jika kami tidak menepati janji kami untuk mewadahi kesukaan semua penggemar dari seluruh dunia. Dengan alasan ini, kami ingin mengadakan event Lee Seung Gi ini untuk penggemar K-entertainment di Indonesia. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini jika kamu ingin merasakan pengalaman idola kesukaan kamu dari dekat!
Cara Partisipasi (1 entri wajib):
1. Share event ini di halaman Facebook dan Twitter kamu, dan tinggalkan link halaman Facebook dan Twitter kamu di kotak komentar. Contoh: https://www.facebook.com/0marian1
2. LIKE halaman Facebook kita http://www.facebook.com/fans.of.kpop.indonesia
Untuk kesempatan menang lebih besar (masing-masing 1 entri):
1. Share event ini di Facebook group kamu/fanpage kamu dan tinggalkan link halaman Facebook tersebut di kotak komentar.
2. Share event ini di blog pribadi kamu (tumblr, blogspot, Google+, Reddit, Livejournal, dll) dan tinggalkan link situs kamu di kotak komentar.
Kami akan mengumumkan pemenangnya pada tanggal 30 Oktober 2012 pukul 16:00 (WIB) di sini, Vingle, jadi jangan lupa untuk datang kembali! Semoga beruntung!

WISH I COULD MAKE IT HAPPEN TO SEE LEE SEUNG GI, THANKS VINGLERS FOR THE CHANCE, CHOOSE ME PLEASE! :D

Got-a-view

Selamat malam.

Disela-sela perhimpitan waktu antara ingin tidur-tiduran, belajar audit untuk midterm, dan makan malam entah kenapa jadi teringat kejadian beberapa minggu yang lalu-- yang saya rasa harus dituangkan disini, untuk mengingatkan saya beberapa tahun kedepan bahwa dulu sudah pernah diperingatkan akan hal apa yang akan terjadi bila saya tidak merubah kebiasaan yang selalu saya lakukan sekarang.

Jadi, sore hari di kampus beberapa waktu yang lalu saya terjebak hujan dan terpaksa menunggu hujan berhenti untuk bisa pulang. Maklum, saya paling tidak suka membawa payung, jadinya terpaksa saya duduk-duduk sebentar lagi di selasar bersama beberapa teman.

Tidak sengaja dan secara spontan, saya meminta salah satu teman saya yang memang sedang duduk dekat dengan saya untuk meramal tangan saya. Dia memang terkenal bisa meramal dan biasanya tokcer. Saya sih nggak kenal dia, cuma karena ngelihat dia lagi nggak ada kerjaan juga dan pasti tidak bisa menolak permintaan saya, saya berani meminta untuk diramal. Pikir saya sih iseng-iseng aja.

Hasil ramalannya secara keseluruhan bagus. Karir saya sangat bagus, menajadi orang penting dari puluhan perusahaan karena hobi loncat sana-sini. Pendidikan saya juga bagus, dan poin indahnya adalah saya berani mengambil jurusan yang tidak berhubungan dengan ekonomi, jadi mikir saya dewasa nanti memutuskan mengambil apa ya?

Tapi yang bikin sedih adalah ramalan dalam urusan kesehatan. Dia sedih banget pas baca garis tangan saya, katanya terlalu tidak terlihat untuk garis kesehatannya, dia bilang nanti dewasa saya akan terserang penyakit dan terus sakit-sakitan. Dia nggak bilang umur saya pendek atau tidak karena dia bukan tuhan kan. Dan dia lihat, saya terlalu mengutamakan karir diatas kesehatan dan percintaan. Jadinya saya sering sakit karena mementingkan karir yang gemilang. Begitu juga percintaan, walaupun saya akhirnya menikah di usia yang terbilang lumayan tua, saya dinasihati..... berubah dari sekarang.

Oleh karena itu, saya harus bisa berubah!
Saya nggak mau nanti dewasa kaya tapi uangnya habis untuk biaya berobat ke rumah sakit. Saya juga tidak mau menikah dengan orang yang tidak saya cintai. Sedih banget rasanya masa depan nanti. Ah, doakan saja ya sehabis UTS ini saya bisa menepati janji untuk menjaga kesehatan.

Selamat belajar!

13.9.12

Hello and saying good bye, 08

Cukup banyak waktu yang saya habiskan tanpa setitikpun menorehkan tulisan di blog pribadi ini. Padahal kewajiban saya menulis setiap momen hidup biar nanti dewasa tidak lupa (maklum short term akut) malah diabaikan sekian lama.

Banyak banget alasan saya nggak sempat mampir ke sini dan posting beberapa tulisan. Pertama karena begitu banyak hal yang ingin saya ceritakan setiap harinya tapi waktu yang tersedia tidak cukup. Kedua, saya sudah terlalu lelah untuk duduk menyalakan laptop, menyambungkannya dengan internet, dan melakukan berbagai hal selanjutnya even those just need a couple of minutes, bisa membuat saya kelelahan amat sangat. Maklum, kegiatan selama perkuliahan dan non-kuliah begitu banyak menyita tenaga. Dan terakhir, simply just if I had much spare time in campus, there's no coverage supplied me airing online, you know? FEUI entah kenapa miskin banget dengat sinyal merek sim card apapun. Bahkan wifi kenceng cuma ada di beberapa spot. Heran saya jadinya.

Well, short report. Semua rencana trip overseas di semester lalu gagal total, guys. Tidak apa-apa, saya bukan orang yang pantang menyerah karena saya di semester ini sudah mengerti kelemahan saya dari pengalaman yang lalu dan sedang berusaha memperbaiki diri, mempersiapkan diri, dan semoga tahun ini benar-benar bisa kesampean segala goal yang dipasang untuk tahun ini, amin.

angkatan 2008 Universitas Indonesia minggu lalu lulus. Di wisuda. I meant, they will disappear as soon as possible they could. Dan saya pada saat bersejarah itu gagal memberikan bunga matahari yang sudah dibeli jauh-jauh hari, dipesan dengan susah payah, cuma karena nggak tahu orangnya ada dimana dan mudah banget menyerah nyari orangnya. Hati kecil sih bilang 'dia ada disana kali, kayaknya disana' tapi kaki sama badan geraknya malah kemana. Alhasil, setelah lihat foto-foto dia, ternyata kalau ngikutin kata hati kecil, bisa saja saya sudah mempunyai foto bersama dengan dia. Yah, biarlah. Memang bukan jodoh. Sudahlah.

terus apalagi ya. Oh iya, ada perubahan yang sangat besar dibandingkan dengan semester-semester sebelumnya. Semenjak SP kemarin yang ditiadakan, I was no longer living in boarding home. cool isn't it? tapi ya walaupun begitu konsekuensinya capek banget bolak-balik rumah-kampus-rumah setiap hari. Setiap perjalanan menghabiskan waktu dua jam! belum capek karena macet-macetannya, desak-desakkannya, berdiri berjam-jam karena nggak dapat tempat duduk... mengerikan. Tapi apa daya, saya harus mencoba hal ini, Sekalian coba pengalaman baru jadi commuter Jakarta-Depok.

Untuk semester lima yang baru memasuki minggu kedua, masih belum terasa berat banget, tapi jadwal udah padat merayap. Keputusan nggak ngekos makin ke sini makin salah, karena makin berjalannya minggu, sepertinya saya akan semakin malam pulang. Ada banyak proyek yang menggiurkan untuk ditangani, ada begitu banyak lomba yang diminta untuk diikuti, ada begitu banyak hal baru yang menunggu untuk di coba. Terlalu sayang melewatkan hal seperti itu karena hanya ingin cepat pulang dan menghindari macet. Saya lebih prefer macet daripada hilang kesempatan mencoba hal baru atau mendapatkan informasi penting. Jadi, untuk semester ke depan, carilah saya di sekitar BOE, selasar, atau perpustakaan pusat karena disitu begitu banyak hal indah yang bisa didapat.

See you folks when I see you :)

28.7.12

-

Hari ini adalah hari yang panjang, setelah beberapa hari panjang yang berhasil aku lewati dengan lancar dalam bulan suci ramadhan ini.

Akhirnya, satu kegiatan baruku yaitu kerja part time menjadi surveyor berhasil dirampungkan sore ini. Dalam hati, bahagianya luar biasa. Kerja keras bertanya kepada banyak orang dalam seminggu full dalam berpuasa bukanlah hal yang sepele. Tentu saja aku boleh bahagia karena berhasil menyelesaikan target survey.

Selain bahagia, aku juga lelah. Karena sambil berpuasa aku berpanas-panasan bertanya kepada banyak orang di Jakarta. Loncat dari satu kereta ke kereta yang lain, tidak jarang ikut berhimpit-himpit ria dengan mereka.

Lalu malam ini, rasa bahagia bercampur lelah aku utarakan kepada Ibunda. Tapi ternyata hal ini malah membuat suatu permasalahan muncul. Kami bertengkar, aku yang dari dulu tidak pernah mau diam kalau dinasehati dan Ibunda yang selalu merasa benar-- tentu saja bukan teman adu mulut yang harmonis.

Berakhir dengan pukulan berentetan dibadan dan dimuka, aku sudah biasa. Tapi melihat Ibunda marah, menangis, dan berteriak... hatiku teriris sakit. Apa salah dan dosaku sampai membuat wanita yang melahirkanku begitu kesalnya pada diriku?

Hatiku sering sedih. Tidak bisa menangis, juga tidak bisa mengadu kepada siapa-siapa. Karena kalau bercerita, tentu aku harus membela ibuku dan aku haruslah salah dan patuh. Tapi, aku sebagai anak merasa punya hak untuk membela diri apabila diperlakukan dan dikatakan tidak benar. Namun ibu paling tidak suka bila aku melawan perkataannya. Biasanya, aku dipukul dan aku hanya diam. Tidak bisa apa-apa (tentu). Aku lari ke kamar, dan biasanya bercerita di blog/ pasang emote sedih di pm bbm. ha ha.

memang ceritanya agak personal, dan memang kalian semua pasti pernah melakukannya (apa saya saja??) tapi aku akhirnya selalu menyesal kalau menjawab perkataan ibu.

tapi apapun yang terjadi, dia tetaplah ibuku. apapun yang ibu katakan dari mulutnya, aku tetaplah anaknya. aku menangis karena melihat ibu berkata aku bukan anaknya. saat itu, rasanya aku ingin bunuh diri, merasa sudah tidak berguna di dunia dan akhirat.

tapi.. toh saya hanya menangis dan tidak berani bunuh diri juga. semoga esok hari ibu bisa memaafkan saya yang selalu menjawab perkataannya, dan besok-besok bisa diam seribu bahasa selalu.

22.6.12

This weekend

ada banyak kesibukan akhir-akhir ini. kesibukan disini berbeda dari yang biasanya, karena harusnya kalau liburan, saya banyak menghabiskan waktu dengan menonton dvd di rumah dan pergi ke mall sesekali dengan sahabat.

walaupun tidak magang dan tidak ikut lomba, conference yang tidak jelas kabarnya, ada satu kegiatan yang berbeda dan tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Apakah itu? saya menceburkan diri menjadi aktivis sosial bersama Komite Perlindungan Anak menjadi wakil presiden organisasi sub-KPA yang fokus membahas isu bahaya rokok kepada anak-anak.

Sabtu besok, proyek pertama kami! Mensosialisasikan "budaya tolak merokok dan tegur orang merokok di dekat kita" di kampung nelayan, muara angke, Jakarta Utara. Saya tidak sabar!

Besok, saya akan dibriefing untuk menjadi surveyor penelitian pemerintah, lumayan gajinya nutupin pengeluaran awal bulan karena liburan. sisanya buat liburan di Jakarta Fair! Tapi tetap, lagi mengusahakan yang Jepang, yang Jepang, dan suprisingly, yang Korea Selatan :')

Wish. Me. Tons. of. Luck! may the odd be ever in me. See ya!

wa'alaikumsalam

Tadi siang tepatnya. dia selesai. selesai menempuh ilmu di sini, dan kembali menorehkan bentangan panjang dalam jarak untukku. selama waktu ini, aku yang pengecut ini cuma bisa menyapa tanpa bisa menjadi teman akrab. semua waktu yang ada digunakan sia-sia, dan kini dia akan benar-benar menghilang dan pasti akan kembali membawa kabar bahagia yang bagiku akan menjadi kabar pembawa kesedihan teramat dalam, pernikahannya.

walaupun saya sudah lupa, dan dia telah mengenalku (setidaknya sedikit secara nyata).. dia tetap yang pertama dan terindah dalam ingatanku. walaupun tidak ada kenangan yang berarti, tapi karena dia, aku pernah berbuat perubahan dalam hidup yang besar. muliakan hidupnya ya Allah.

selamat atas kelulusannya kak, selamat berpisah. saya tidak akan mencari dan mengejarmu lagi.

assalammu'alaikum.

28.5.12

Infeksi darah

Dulu pas belajar biologi di SMA, gue inget banget tertarik banget-bangetan sama bab yang ngebahas darah dan penyakit-penyakitnya. Juga senang banget nonton drama yang isinya ada penderita leukimia yang menderita. Gue sih santai-santai aja, karena siapa kira kondisi itu sebegitu dekat dengan diri gue, sekarang.

Kejadiannya minggu lalu, gue tiba-tiba di malam hari terkena radang tenggorokan. Badan mulai nggak enak dan sakitnya tenggorokan dalam satu jam parah bukan main. Malas dibawa tidur, karena takut bangun-bangun bakal tambah parah, akhirnya gue paksakan begadang sampai pagi. Akhirnya ketiduran.

Bangun-bangun, badan langsung bereaksi nggak enak. Panas mulai naik dan tenggorokan parahnya minta ampun, dipaksa bawa mandi karena hari itu harus pergi ke kampus, untuk menjalani kuis terakhir di kelas SIM. Di kelas, menderita separah-parahnya menahan panas badan dan mata yang meminta untuk ditutup. Di kelas, AC terasa semakin dingin, duh badan panas tapi meriang, plus tenggorokan sakitnya subhanallah.

Kepala mulai pusing, dan kuis yang diakhir kelas terasa lama banget dimulai. Kuis akhirnya berakhir dengan mendapatkan nilai yang pas-pasan karena kepala pusing parah, nggak bisa diajak berpikir. Pulang kekosan, menghadang teriknya matahari, kepala jadi bukan pusing, tapi sakitnya subhanallah!

Akhirnya karena nggak kuat, sampai kosan langsung ambil jaket dan tidur. Itu pukul 12 siang, setelah minum obat yang ada di tempat obat, seadanya dari PKM UI setahun yang lalu-- yang kayaknya masih bisa diminum karena nggak lewat masa kadaluarsa.

Klimaksnya, pas bangun tidur. Kepala sakitnya....... dibelakang kepala, dibagian tempat otak kecil, itu sakitnya kayak dipukul palu, ratusan palu. Keringat keluar parah banyak banget, dan yang parahnya gue sesak nafas sampai batuk-batuk. Duh, mana siang-siang pada kelas semua, dikosan sepi. Akhirnya gue teriak teriak kesakitan sepuasnya, mumpung kosan beneran kosong.

Orang tua satu jam kemudian datang menjemput, gue segera dilarikan ke UGD. Di sana, dokter langsung larikan gue ke laboratorium untuk di cek darahnya. Dan hasilnya, diluar dugaan. Gue kira gue sakit typhus... seperti biasanya. Ternyata, gue kena Sepsis atau Infeksi darah, dimana kadar leukosit gue tinggi diatas kadar normalnya: 22.000/10.000....

Untungnya, pnyembuhan gue cuma butuh sehari karena besoknya gue harus masuk untuk presentasi akhir makroekonomi dan ekonomi moneter. Gue dikasih antibiotik dan berbagai macam obat untuk mempercepat penyembuhan radang gue, biar leukosit dalam tubuh gue nggak bereaksi berlebihan terhadap bakteri yang ada.

Yang gue takutin adalah setelah membaca beberapa ulasan tentang infeksi darah dan menemukan kalau penyakit gue nggak jauh-jauh dengan...... Leukimia atau kanker darah yang terkenal ganasnya itu.
Salah satu tanda seseorang mengidap leukemia adalah kerap mengalami perdarahan atau luka yang berlebihan. Jika Anda atau anggota keluarga atau teman Anda yang sering mengalami luka atau mengeluarkan darah yang tidak wajar, sebaiknya berhati-hati. Sebab bisa jadi orang tersebut tengah terserang leukemia. Ciri-ciri leukemia lainnya adalah saat seseorang mudah terkena infeksi. Hal ini disebabkan karena sel darah putih tidak bisa berfungsi secara normal sehingga infeksi mudah terjadi. Oleh karena itu, pada umumnya penderita leukemia sering terserang infeksi seperti radang amandel, luka di mulut, radang paru-paru, diare, dan berbagai jenis infeksi lainnya. Penderita leukemia juga rentan mengalami kekurangan darah (anemia), sesak nafas dan pucat di wajah. Gejala leukemia juga kadang mirip orang yang terserang flu, seperti mengalami sakit kepala, demam, menggigil kedinginan, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Wallahu alam. Semoga saya baik-baik saja dan terhindar dari penyakit ini, amin

14.5.12

Yey!

short announcement and the biggest one.
this is my dream, no, place of every dreams that I dreamed; Japan.

and this August, Insya Allah, I will go there bring my country's name.
may the odd be ever in me, Allaaah

thanks thanks
and hope this one realize in the real way!

Cheers, shortiest

2.5.12

My Birthday

ini kado dari sahabatku di Malang, Rizky Dini Novriza aka Dinike. Setelah sekian lama pengen banget digambarin sama dia, akhirnyaaaa dapet juga gambar ala dinike


ini dari Retta dan Putri (kyaaa) dibuatin post card ucapan selamat ulang tahun. Unyunyaaa

Suka banget sama hasil karya Putri yang satu ini haha

Hadiah ulang tahunku, di peluk kyuhyun :'3. ini juga hasil karya Putriii, baiknyaaa

Teman-teman belandaku datang jauh-jauh buat ngerayain ulang tahunku. How sweet they are? :')

Terus, sempet sedih karena nggak dapet surprise. Jam 10 malem, tutup pintu kamar dan tidur. Eh taunya, jam setengah dua belas, pintu diketok dan surprisee, dapet kue dan ucapan selamat ulang tahun dari Tammi dan Raihan, sahabatku. Seneng banget!

Tapi tetep aja, akhirnya sedih... mengingat seseorang yang ditunggu-tunggu buat ngucapin sama sekali nggak ngucapin. Tapi tebak gue ngeliat apa yang dia tweet...

di tweet setengah jam sebelum hari ulang tahunku. boleh ge er gak? haaah.....

Okeh! Untuk tahun ini semoga semua doa dari teman-teman terkabul, dan semua impianku bisa tercapai. Resolusi jangka 3 bulan bisa terpenuhi semua dan selalu bisa fokus dan konsintensi ngejalanin sesuatu.


Sampai jumpa kapan-kapan lagi, ya bloggest!



28.4.12

Depresi

Pagi hari, semuanya terlihat baik-baik saja.

Seperti biasa, di malam hari Kamis, saya ketiduran dan meninggalkan kewajiban untuk belajar kuis AK2 yang akan saya hadapi di pagi hari Jumat. Bangun dengan santai, belajar dua jam untuk mempersiapkan diri dari kuis. Maklum, nilai UTS ternyata jelek semua, saya mau-tidak mau harus super ambi menjelang UAS ini.

Setelah AK2, semuanya juga masih baik-baik saja. Saya melanjutkan rutinitas untuk berlatih menari dengan SGB tersayang. Hari ini belajar tari piring dan secara keseluruhan, saya bisa menguasai dengan lancar. Bahkan SGB mendapat kabar baik, bahwa kami akan mendapatkan kesempatan untuk mempertunjukkan budaya Indonesia ke festival di Kepulauan Karibia, Amerika Serikat untuk Oktober nanti. How proud of I am :')

Setelah ber-SGB ria, kemudian lanjut mampir sebentar ke BOE. Semuanya sibuk seperti biasa, dan saya gabut seperti biasanyaaa, lalu saya memutuskan untuk pulang. Namun, takdir berkata lain. kesempatan menggiurkan muncul tiba-tiba: another chances to go overseas. 

Saya langsung di minta meeting di perpus pusat, and another unexpected things happened: ada pak Faisal Basri beserta Jokowi, juga cagub dan cawagub DKI Jakarta di situ. Bukan hal penting, tapi itu momen bersejarah buat saya, khususnya. Setelah meeting yang benar-benar membuat saya gembira, saya bertemu dengan para peneliti asal Belanda yang akan saya temani dalam melakukan penelitiannya sebulan kedepan. Kami berjalan-jalan di sekitar perpus pusat dan makan di restoran korea. Talk much things between our country.

dan John oppa juga mengabari saya kalau dia ada di Singapur dan akan kembali hari Minggu, lengkap dengan oleh-oleh yang dia janjikan dibeli untuk saya. Nice.

Hanya saja setelah ini, semua hal berjalan di luar harapan saya....

Tiba-tiba teman salah satu organisasi saya lewat, bak angin. Dan entah bagaimana saya melihat dia dan menyapanya, lalu langsung bertanya masalah tugas dia. I don't know what was I did there tapi dia meledak dan marah-marah di sana. Suprisingly, saya tidak kaget dan menanggapinya hanya dengan tersenyum. Mungkin akumulasi kesenangan dari pagi.

Tapi, buruknya saya.. ketika saya mendapatkan waktu tenang sedikit saja, contohya: saat-saat menunggu bikun. Saya jadi kepikiran atas apa yang terjadi, dan runtutan bbm yang menyakiti hati saya. Saya berlaku profesional dan berusaha meminta maaf, menyesuaikan diri dengan pola kerjanya.

kita baikan, pikiran saya sudah kembali tenang. semua akhirnya harusnya baik-baik saja.

Namun, beberapa jam kemudian
masuklah bbm lainnya yang mencaci saya, memarahi saya. akumulasi kecapean hari ini serta menumpuknya masalah yang dipendam di batin, akhirnya saya pecah.

saya menangis.

menangis.

menangis.

hidup menjadi seseorang yang saya inginkan kenapa begitu amatlah sulit. kenapa diri saya begitu sulit membuat orang mengerti dan memahami diri saya.

bahkan diri saya sendiri tidak mengerti dengan dirinya.

terlebih lagi, setelah itu saya mendapat laporan bahwa tim saya yang harusnya mengikuti lomba internasional, memutuskan untuk mundur. dan rencana saya yang harusnya berangkat untuk pertukaran pelajar juga ternyata batal.....

semuanya terjadi satu waktu.
di hari ini, hari jumat kelabu ini.


namun, yang saya petik juga begitu banyak hal.
bahwa Allah masih sayang dengan saya, begitu baiknya dia sampai secara langsung membuat keputusan demi saya, agar saya bisa dengan ridho merelakan segala aktivitas saya berkurang.. agar saya sayang dengan diri saya. Agar saya tidak lagi begadang, tidak lagi begitu banyak berpikir hingga lupa makan. Tidak lagi terlalu banyak diam bersendiri, harusnya berbagi pikiran seperti dulu kala.

Nadya yang ceria. yang tidak menanggung beban seorang diri.

....

saya masih menangis.
tapi walaupun sudah diangkat beban sedikit oleh-Nya
saya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk diselesaikan.

ah, dan asam lambung saya hari ini naik, karena baru saja saya ingat untuk makan.
dari tadi bersin-bersin dan takutnya ulu hati saya radang lagi. habisnya batuknya sakit sampai ke dada.

oh iya. Super Junior konser di Indonesia hari pertama.. tapi saya malah mengalami nasib buruk di sini.
Anyeong, Oppadeul. Selamat menikmati fansmu di Indonesia.

Salam sayang dari seseorang yang bodoh di sini.

21.4.12

HANCUR COY

Hancur.

Ketika lo nggak memiliki skala prioritas dari segala hal yang lo lakukan, ketika lo mengambil semua yang ada di depan lo tanpa tahu kapabilitas diri lo yang sesungguhnya, dipastikan semuanya hancur.

Gue ngalamin itu semua.

Mau teriak. Betapa tamaknya diri gue, sampai-sampai gue nggak mau melewatkan semuanya. Semuanya gue raih, tapi nggak ada satupun dari semuanya mendapatkan 'gue' yang seutuhnya, yang mengeluarkan kemampuan maksimalnya.

Yang ada, gue hanya bisa membuat orang-orang kecewa... semuanya kecewa dengan gue.

Lagi-lagi gue dihadapi dengan pilihan yang sulit. melepaskan itu semua.. dan memulai kembali yang baru dimana dapat diberikan prioritas dan benar-benar sesuai kapabilitas.

dan gue akhirnya bisa tidur pulas....

hah.

7.4.12

sahabat

Well. Everything has happened recently. Tadi malam berantem parah sama sahabat sendiri.
Dan menurut gue, ini lebih baik daripada dipendam dan hubungan pertemanan kita jadi nggak jelas, seperti yang pernah gue alamin dengan mantan sahabat gue dulu, yang kalau ketemu sekarang, kita berdua nggak pernah berani sapaan dan berani untuk memulai pembicaraan. Ya, hubungannya jadi parah.

Bagusnya, sahabatku yang satu ini berani mengungkapkan dimana dan apa yang buat dia kesal, berani ngasih tau kesalahan-kesalahan gue, dengan maksud biar kedepannya gue bisa memperbaiki diri lebih baik. Salahnya adalah, gue marah balik karena tahu hal yang buat dia marah ke gue adalah hal yang nggak penting sedunia, dan meluas ke sikap-sikap dasar gue, kayak keras kepala dan cuek. dan satu lagi yang buat gue kecewa sama sahabat gue ini, dia berani bohong.

Ya, tapi selama berantem dan adu mulut. Gue tau nggak ada manusia yang sempurna dan kita semua khilaf. toh kalau gue mau diem-dieman sama sahabat gue yang satu ini, terlalu banyak proyek bersama yang sedang dijalanin, terlalu banyak hal yang dia udah ajak gue bareng untuk ikut, dan lagi kamar kita bersebelahan dikosan. Itu pasti nggak enak banget kalau keadaannya perang dingin.

Dan ya, gue harus mulai memperbaiki sikap gue. Gue terlalu angkuh jadi orang. Terlalu memasang harga diri tinggi, terlalu cuek, terlalu sering berprasangka negatif, terlalu ambisius, terlalu banyak hal yang ingin dicapai, dan terlalu nggak peduli dengan keadaan sekitar.

Diri gue memang jauh dari sempurna, dan gue tahu kenapa satu per satu sahabat gue pergi ninggalin diri gue. Gue juga nggak mau memulai komunikasi untuk berbicara pribadi lagi sama mereka. Gue terlalu malas untuk mikirin suatu hal yang menurut gue itu nggak penting. Tapi, ternyata hal itu kini penting.

Andaikan melakukan perubahan itu semudah membalikkan telapak tangan. Ingin banget rasanya ngajak ngomong lagi teman-teman gue yang dahulu akrab sama gue. Nggak tahu kenapa satu per satu mereka pergi gitu aja, dan gue juga nggak memerdulikan kenapa mereka pergi. Cuma diam dan sedih sendiri. Terus, bangkit sendiri tanpa memerdulikan kenapa sebab mereka begitu.

Ya, harusnya nggak begitu.

Dan terima kasih buat sahabat gue yang satu ini. Thanks.
Besok kita rapat ya, haha

1.4.12

New Friends

Jason Oppa, Hilda, me, (above) Hyeok Oppa

Bonsoir, alle!

Akhir-akhir ini saya sering berinteraksi dengan beberapa teman baru dari negara lain yang sedang menetap sementara di Indonesia. Ada Jason (bukan nama asli) dari Seoul, seorang business man yang sekarang sedang mengerjakan beberapa proyek bisnis di Indonesia, dan Hyeok-sshi yang sedang 'kabur' setelah tugas militernya rampung karena ingin rehat sebentar dari kesibukan kuliahnya. Aku dan Hilda menjadi teman akrab dalam satu bulan ini. Sering makan malam bareng, belanja bareng, di traktir di restoran korea Perpustakaan Pusat oleh om-om yang baik hati ini. They said, pay for someone food are they way to interact with their guest. Jadilah kita sering banget ngajak mereka makan bareng. Dibayarin gitu loh :p

Selain dua orang di atas, ada satu bapak-bapak yang bernama John. Berasal dari Korea Utara tapi sekarang berdomilisi di Seoul dan sukses menjadi Top Manager di SK Company, second biggest company listed in South Korea. Kebetulan kami mengenal dengan dia, dia juga memberikan begitu banyak pengalaman dan informasi mengenai korea selatan dan dunia kerja di sana serta multinational company. We get along together, talk much things and exchange our culture, despite our big gap of different old.

Lalu, kebetulan beberapa minggu yang lalu, saat aku ingin menemui Jason dan menunggu dia keluar dari kelasnya, aku bertemu dengan satu orang cowok jepang super cute [mukanya persis kayak malaikat turun ke bumi, mulus]. Usut punya usut, namanya adalah Ryunosuke yang juga belajar di UI umurnya 19 tahun. Wah, karena aku freak Japan dan orang jepang yang ganteng sangatlah jarang, akhirnya dengan bantuan para oppa-oppaku yang ganteng dan baik hati, satu minggu yang lalu saya dipertemukan dengan Ryu-kun.

boleh teriak nggak? kalau boleh sih saya teriak disini. Suaranya seperti yang dibayangkan, mukanya tetap semulus yang pertama kali dilihat, dan dia ternyata akan melanjutkan studi di UI. Orangnya pendiam dan super pemalu, lucunya lagi dia campuran Indonesia-Jepang. Sama kayak aku (cuma bedanya dia masih direct, aku dapet ampas dari nenek)

Minggu depan setelah UTS, rencananya aku dan Jason akan pergi bersama ke suatu tempat untuk dikenalkan dengan seseorang. Beberapa minggu setelahnya aku, Hilda, dan satu orang teman kami diajak Hyeok Oppa untuk naik gunung. Kata dia sih mau lepas stress.

Can't wait to play around with them again...

31.3.12

Hari ini habis debat sama T.

Jadi orang terlalu baik, sampai-sampai mempermasalahkan rencana hidup gue yang kedepannya mau nggak nikah. Yang gue tangkep, dia ngelihat pandangan gue salah menurut agama dan nggak boleh terjadi. Ya, gue tahu itu ngelanggar agama, tapi somehow gue memikirkan cara bagaimana rencana gue ini bisa nggak ngelanggar agama.... tapi nggak tahu deh.

Melihat begitu seriusnya temen satu ini mikirin nasib gue kedepannya, dan baru sekali ini gue nemuin orang yang bener-bener nganggep rencana hidup gue yang satu ini serius adalah unik! Biasanya orang-orang yang gue kasih tau mengenai rencana gue, pasti dianggap angin lalu dan tidak digubris. Cuma ini satu orang nih.

Saking ditentangnya..... gue jadi mikir ulang mau nikah apa enggak.

Ya, liat nanti kedepan deh

18.3.12

Alhamdulillah

Tuhan begitu sayang dengan saya. Entah apa yang Ia lihat dari diriku yang begitu hina, yang begitu sering melupakan kebaikan-Nya.

Begitu banyak malaikat yang Ia turunkan untuk membantu saya mencapai berbagai macam keinginan hidup saya, membantu saya memenuhi ambisi yang tak kunjung habis oleh waktu.

Seperti beberapa hari yang lalu, lagi-lagi saya diberikan kejutan atas bantuan Allah dengan wujud teman lama saya, yang tiba-tiba begitu inginnya bertemu dengan saya. Siapa yang menyangka, ia hadir dan malah memberikan begitu banyak bantuan dan secercah harapan bagi saya yang sedang mengejar satu impian besar dalam waktu ini.

Beberapa hari setelah keajaiban itu, datang lagi kesempatan emas bagi saya untuk menggenapi keinginan saya yang begitu besar dan ambisius.

Seberapa baiknya kah, Allah kepada saya? Rasa-rasanya pelukan ribuan dan senyuman haru jutaan manusia tidak akan bisa menggambarkan betapa baik dan pemaafnya Tuhanku.

Harus lebih sering-sering bersyukur kepada-Nya dan bersedekah kepada sesama, keajaiban ini terlalu indah apabila hanya dipeluk sendiri.

Alhamdulillah ya Allah :")

:)

Ketika seseorang memiliki suatu titik balik dalam hidupnya, seperti Einstein yang berhasil merumuskan keajaiban dunia dalam kalimat numerik setelah bereksperimen ratusan kali yang berujung kegagalan, juga seperti Beethoven yang tidak menyangka dapat menciptakan rumusan alunan irama yang sampai sekarang tergaung dimana-mana, saya-- mungkin, sedang berada dalam titik balik tersebut.

Tidak seekstrim Einstein dan Beethoven, juga sedramatis mimpi Obama dan Adele.

Hidup saya akhir-akhir ini berubah, tidak selurus dahulu kala. Saya masih bangun dipukul yang sama, melakukan aktivitas pagi yang sama, tetap tidur dan pulang ke rumah yang sama. Yang membedakan hanyalah, satu mimpi yang dahulu kala mustahil dapat terjadi, kini terjadi.

Saya berteman dengan-- kurang lebih lima orang warga korea dan cukup berinteraksi dengan mereka. Kelima-limanya lebih tua, dan semuanya baik hati. mereka berbagi banyak kisah dan pengalaman, bertukar budaya dengan saya. Berinteraksi dengan mereka rasanya bagaikan mimpi di siang bolong untuk saya yang penggemar drama korea.

Kejadian kemarin sore, saya tertarik dengan teman salah satu teman korea saya, yang berasal dari Jepang. Entah kenapa, dia menarik perhatian saya. Gaya berpakaiannya yang sleboran dan kulitnya yang halus seperti sutra, membuat dia kontras dengan ketiga teman korea saya, yang waktu itu ada di samping saya.

Namanya Ryunosuke, pria pemalu dari Jepang yang akan berkuliah di Indonesia dalam waktu dekat. Kami belum berbincang banyak, cuma saya tertarik dengan begitu banyak hal unik dari Ryu-kun. Rencananya minggu depan, saya akan mengunjunginya lagi dan mengajak dia menemani Hyeok-oppa dan sahabat saya jalan-jalan di traditional market sekitar daerah Depok. Berdoa semoga minggu depan jadi dan sukses akrab dengan Ryu-kun.

Hidup saya pindah ke satu fase berbeda. Penuh dengan andaian.

*minggu depan saya akan menghadapi ujian tengah semester. doakan saya agar sukses menghadapi ini semua! Oh no!

9.3.12

bebaskan aku

siapa? siapa yang mengurungmu?
apa? apa yang mengekangmu?
bukankah kau menikmati setiap detik tersiksa olehnya?
bukankah karena itu kau menyebut dirimu masochist?


siapa? siapakah yang sepatutnya berdosa?
apakah dia? dia yang begitu indah dan baik budi pekertinya?
saya rasa kamulah yang seharusnya pantas untuk dihukum
dia dan kamu memang harus terpisah
dia dan kamu bagaikan putih dan hitam
surga dan neraka, langit dan bumi

kalau begitu, siapa yang bisa membebaskanmu?
apakah dia atau kamu?

saya rasa kamu tahu jawaban yang sesunggguhnya.
hanya saja masalahnya hanya satu: dia

3.3.12

Waktunya ya.

Tadi saya menangis, sebelum angka kembar nol muncul di jam dindingku, saya menangis.
Meratapi kesedihan yang melenggu di dada, karena kebebasan dan keceriaanku terbatasi oleh suatu hal.
Harusnya tidak sampai mengeluarkan air mata, tapi entah kenapa rasanya sesak. Jadinya, tadi meledak.

Saya malas bercerita detil kepada siapapun kenapa-apa yang menyebabkannya. Sudah sifat dari kecil. Stubborn and independent. Menangis yang satu ini juga meledak mungkin karena semua rasa sakit, sedih, kesal, benci, mengumpul menjadi satu, campur aduk, dan tampaknya tidak bisa ditampung lagi.

Tapi jadi lega. Mari tersenyum dan bergembira lagi menghadapi esok hari :)

Me is The Analytical Thinker

It says..

Analytical Thinkers like you are reserved, quiet persons. You like to get to the bottom of things - curiosity is one of your strongest motives. You want to know what holds the world together deep down inside. You do not really need much more to be happy because you are a modest person. Many mathematicians, philosophers and scientists belong to your type. Analytical Thinkers loathe contradictions and illogicalness; with your sharp intellect, you quickly and comprehensively grasp patterns, principles and structures. You are particularly interested in the fundamental nature of things and theoretical findings; for you, it is not necessarily a question of translating these into practical acts or in sharing your considerations with others. Analytical Thinkers like to work alone; your ability to concentrate is more marked than that of all other personality types. You are open for and interested in new information.

Analytical Thinkers have little interest in everyday concerns - you are always a little like an “absent-minded professor” whose home and workplace are chaotic and who only concerns himself with banalities such as bodily needs when it becomes absolutely unavoidable. The acknowledgement of your work by others does not play a great role for you; in general, you are quite independent of social relationships and very self-reliant. You therefore often give others the impression that you are arrogant or snobby - especially because you do not hesitate to speak your mind with your often harsh (even if justified) criticism and your imperturbable self-confidence. Incompetent contemporaries do not have it easy with you. But whoever succeeds in winning your respect and interest has a witty and very intelligent person to talk to. A partner who amazes one with his excellent powers of observation and his very dry humour.

As an Analytical Thinker you are one of the introverted personality types. You are not particularly suited for dealing with others, working as a part of a team and be in the position of “continuous exchange“, you would much rather work alone, and dwell on your thoughts undisturbed. You usually put a critical distance between yourself and others that enables you to be the keen and incorrupt observer of life. This distance can be truly bridged by only very few other people. That is probably caused by the fact that you are not all that interested to share your thoughts with others. Generally it is sufficient for you to have clarified a matter for yourself or that you have understood something; the continuous in your eyes mostly superficial chatter of the people around you becomes rather annoying.

You prefer to work independently and appreciate having a lot of time and quiet in order to concentrate on the really important things: Structuring ideas, comprehending complex causalities, understanding of the universe, its rules and the logical analysis of systems. You absorb new information like a sponge and your memory is legendary. Once you have learned something, you’ll never forget it - unless you consider it to be irrelevant for some reason and decide that it seems to be better purging it from your data storage.

Creative problem solving and jumping out of your paradigm to development daring future visions are a part of your greatest strength. At the same time you are the most acute and rational critic of your own ideas, each one of them will be rigorously examined and discarded at the smallest indication of contradictions or lack of logic. You usually leave the implementation to others and prefer to turn to new theoretical reflections. Especially in case of self employment (in your case a real possibility) it is important to surround yourself with hands-on oriented and dependable employees who make sure that your incredible suggestions for solutions become reality while you return to immersing yourself in your intellectual world. 


***

I got this from  Ipersonic. Just found out what type you are from there. Cherios!

12.2.12

Sekolah 5 senti


Oleh: Rhenald Kasali, Guru Besar Universitas Indonesia
Setiap kali berkunjung ke Yerusalem, saya sering tertegun melihat orang-orang Yahudi orthodox yang penampilannya sama semua. Agak mirip dengan China di era Mao yang masyarakatnya dibangun oleh dogma pada rezim otoriter dengan pakaian ala Mao. Di China, orang-orang tua di era Mao jarang senyum, sama seperti orang Yahudi yang baru terlihat happy saat upacara tertentu di depan Tembok Ratapan. Itupun tak semuanya. Sebagian terlihat murung dan menangis persis di depan tembok yang banyak celahnya dan diisi kertas-kertas bertuliskan harapan dan doa.
Perhatian saya tertuju pada jas hitam, baju putih, janggut panjang dan topi kulit berwarna hitam yang menjulang tinggi di atas kepala mereka. Menurut Dr. Stephen Carr Leon yang pernah tinggal di Yerusalem, saat istri mereka mengandung, para suami akan lebih sering berada di rumah mengajari istri rumus-rumus matematika atau bermain musik. Mereka ingin anak-anak mereka secerdas Albert Einstein, atau sehebat Violis terkenal Itzhak Perlman.   
Saya kira bukan hanya orang Yahudi yang ingin anak-anaknya menjadi orang pintar. Di Amerika Serikat, saya juga melihat orang-orang India yang membanting tulang habis-habisan agar bisa menyekolahkan anaknya. Di Bekasi, saya pernah bertemu dengan orang Batak yang membuka usaha tambal ban di pinggir jalan. Dan begitu saya intip rumahnya, di dalam biliknya yang terbuat dari bambu dan gedek saya melihat seorang anak usia SD sedang belajar sambil minum susu di depan lampu templok yang terterpa angin.Tapi tahukah anda, orang-orang yang sukses itu sekolahnya bukan hanya 5 senti? 
Sekolah 5 senti dimulai dari kepala di bagian atas. Supaya fokus, maka saat bersekolah, tangan harus dilipat, duduk tenang dan mendengarkan. Setelah itu, apa yang dipelajari di bangku sekolah diulang di rumah, ditata satu persatu seperti melakukan filing, supaya tersimpan teratur di otak. Orang-orang yang sekolahnya 5 senti mengutamakan raport dan transkrip nilai. Itu mencerminkan seberapa penuh isi kepalanya. Kalau diukur dari kepala bagian atas, ya paling jauh menyerap hingga 5 sentimeter ke bawah.
Tetapi ada juga yang mulainya bukan dari atas, melainkan dari alas kaki. Pintarnya, minimal harus 50 senti, hingga ke lutut. Kata Bob Sadino, ini cara goblok. Enggak usah mikir, jalan aja, coba, rasain, lama-lama otomatis naik ke atas. Cuma, mulai dari atas atau dari bawah, ternyata sama saja. Sama-sama bisa sukses dan bisa gagal. Tergantung berhentinya sampai di mana.
Ada orang yang mulainya dari atas dan berhenti di 5 senti itu, ia hanya menjadi akademisi yang steril dan frustasi. Hanya bisa mikir tak bisa ngomong, menulis, apalagi memberi contoh. Sedangkan yang mulainya dari bawah juga ada yang berhenti sampai dengkul saja, seperti menjadi pengayuh becak. Keduanya sama-sama berat menjalani hidup, kendati yang pertama dulu bersekolah di ITB atau ITS dengan IPK 4.0. Supaya bisa menjadi manusia unggul, para imigran Arab, Yahudi, China, dan India di Amerika Serikat menciptakan kondisi agar anak-anak mereka tidak sekolah hanya 5 senti, tetapi sekolah 2 meter. Dari atas kepala hingga telapak kaki. Pintar itu bukan hanya untuk berpikir saja, melainkan juga menjalankan apa yang dipikirkan, melakukan hubungan ke kiri dan kanan, mengambil dan memberi, menulis dan berbicara. Otak, tangan, kaki, dan mulut sama-sama disekolahkan dan sama-sama harus bekerja. Sekarang saya jadi mengerti mengapa orang-orang Yahudi mengirim anak-anaknya ke sekolah musik atau mengapa anak-anak orang Tionghoa ditugaskan menjaga toko, melayani pembeli selepas sekolah.
Sekarang ini Indonesia sedang banyak masalah karena guru-guru dan dosen-dosen nya –maaf- sebagian besar hanya pintar 5 senti dan mereka mau murid-muridnya sama seperti mereka. Guru Besar Ilmu Teknik (Sipil) yang pintarnya hanya 5 senti hanya asyik membaca berita saat mendengar Jembatan Kutai Kartanegara ambruk atau terjadi gempa di Padang. Guru besar yang pintarnya 2 meter segera berkemas dan berangkat meninjau lokasi, memeriksa dan mencari penyebabnya. Mereka menulis karangan ilmiah dan memberikan simposium kepada generasi baru tentang apa yang ditemukan di lapangan. Yang sekolahnya 5 senti hanya bisa berkomentar atas komentar-komentar orang lain. Sedangkan yang pandainya 2 meter cepat kaki dan ringan tangan. Sebaliknya yang pandainya dari bawah dan berhenti sampai di dengkul hanya bisa marah-marah dan membodoh-bodohi orang-orang pintar, padahal usahanya banyak masalah.
Saya pernah bertemu dengan orang yang memulainya dari bawah, dari dengkulnya, lalu bekerja di perusahaan tambang sebagai tenaga fisik lepas pantai. Walau sekolahnya susah, ia terus menabung sampai akhirnya tiba di Amerika Serikat. Di sana ia hanya tahu Berkeley University dari koran yang menyebut asal sekolah para ekonom terkenal. Tetapi karena bahasa inggrisnya buruk dan pengetahuannya kurang, ia beberapa kali tertipu dan masuk di kampus Berkeley yang sekolahnya abal-abal. Bukan Berkeley yang menjadi sekolah para ekonom terkenal. Itupun baru setahun kemudian ia sadari, yaitu saat duitnya habis. Sekolah tidak jelas, uang pun tak ada, ia harus kembali ke Jakarta dan bekerja lagi di ring lepas pantai.
Dua tahun kemudian orang ini kembali ke Berkeley dan semua orang terkejut kini ia bersekolah di Business School yang paling bergengsi di Berkeley. Apa kiatnya? “Saya datangi dekannya dan saya minta diberi kesempatan. Saya katakan, saya akan buktikan saya bisa menyelesaikannya. Tetapi kalau tidak diberi kesempatan bagaimana saya membuktikannya?” Teman-temannya bercerita, sewaktu ia kembali ke Berkeley, semua orang Indonesia bertepuk tangan karena terharu. Anda mau tahu di mana ia berada sekarang? Setelah meraih gelar MBA dari Berkeley dan meniti karirnya sebagai eksekutif, kini orang hebat ini menjadi pengusaha dalam bidang energi yang ramah lingkungan, besar, dan inovatif. Saya juga bisa bercerita banyak tentang dosen-dosen tertentu yang pintarnya sama seperti Anda, tetapi mereka tidak hanya pintar bicara melainkan juga berbuat, menjalankan apa yang dipikirkan dan sebaliknya.
Maka jangan percaya kalau ada yang bilang sukses itu bisa dicapai melalui sekolah atau sebaliknya. Sukses itu bisa dimulai dari mana saja, dari atas oke, dari bawah juga tidak masalah. Yang penting jangan berhenti hanya 5 senti atau 50 senti. Seperti otak orang tua yang harus dilatih, fisik anak-anak muda juga harus disekolahkan. Dan sekolahnya bukan di atas bangku, tetapi ada di alam semesta, berteman debu dan lumpur, berhujan dan berpanas-panas, jatuh dan bangun.
source: Kuntawiaji

Kalau seperti ini saya mau..

click to enlarge

10.2.12

เริ่มต้นอีกครั้ง

ทรงกลด!
เมื่อเร็ว ๆ นี้ ฉันไม่สนใจตามตัวอักษรซึ่งมีการเขียนผิดปกติเช่นเดียวกับภาษาไทย ดังนั้น ให้ ฉันได้เรียนรู้บิตของภาษา. ภาคเรียนสี่ที่กำลังจะ เริ่ม แน่นอนในวันจันทร์นี้ วันจันทร์ในภายหลังจะเริ่มเปลี่ยนแปลงมากมายซึ่งก็หมายความว่า ในชีวิตของฉัน ความละเอียด เป้าหมาย สายอาชีพ ในอนาคต และโรมานซ์.

แทนของพูดไม่ชัดเจน ดีกว่าฉันแสดงตารางเวลาของแข็งฉันในภาคเรียนนี้สี่. นี่คือ:


พระเจ้ากับเราอาจ..

ps: aku sedang belajar bahasa thailand sedikit-sedikit. terinspirasi dari uniknya tulisannya yang nggak berbeda jauh dari bahasa pallawa pada zaman kerajaan nusantara dahulu kala. ah, jadi ketagihan walau masih berantakan.

Musyawarah Kerja BOE 2011/2012

2-5 Februari 2012
Villa Cemara, Bogor

regol bersama di villa cemara. deg-degannya bertambah berkali-kali lipat ya Tuhan

Pengurus Inti 2011/2012: Tantiana Maria Cahyani (Sekretaris Umum), Triasa A. Laksana (Ketua Umum), dan Ranisa Primastuti (Bendahara Umum)

Calon-calon ketua umum BOE 2012/2013

suasana sidang oleh anggota BOE, santai tapi disiplin

Pengurus inti tahun kepengurusan 2012/2013 (yeey): Edo Irfandi (Ketua Umum), Sheila Putri G. (Bendahara Umum) dan Edo Yuliandra (Sekretaris Umum)

nonton video awards karya psdm-- kocak-kocak

cheers angkatan 2008!

Pengurus BOE tahun 2011/2012

sekte sesusatu

ah, pengurus docdays dari BOE

BOE 2011/2012

Hublu dan PI 2011/2012 :"")

Satu tahun sudah aku mengabdi kepada BOE di bagian hubungan luar. Banyak hal yang harus di evaluasi dan diperbaiki. Setelah kepengurusan berganti dengan susunan yang baru. Hublu juga mengalami banyak--sekali perubahan dalam struktur anggotanya. Kini yang tersisa hanya aku dan Rina. Selda dan Fay pindah ke divisi impian mereka, Kajian dan Penerbitan. Walaupun begitu, tanpa mereka, semoga kami berdua bersama kabiro dan wakabiro yang baru serta Zahara yang baru bergabung dengan hublu, dapat menjalankan hublu dengan lebih baik. Semangat BOE 2012/2013. Sebatas kata-kata bukanlah budaya kami!


ps: salam sayang dari kami untuk mas karnoe di atas sana. doakan terus BOE ya mas :")

Exécutez


saat kau terjatuh dan tersungkur, ketika kau berlari kencang mengejar harapan
janganlah hal itu membuat dirimu terhenti dan bersedih pada kenyataan
pada rasa sakit yang mengiris-ngiris pedih sekujur tubuhmu

saat larianmu begitu pelan dan langkahmu tak seberapa dengan kawanmu
ketika mereka menang beribu langkah didepan
janganlah hal itu membuatmu goyah, yakinlah pada satu arah

kekuatan dan ketegaran menepis segara rasa sakit dan tak kuasa pada dirimu
segala hal pasti akan ada waktunya, ketika mereka telah sampai terlebih dahulu di sana
ada saatnya kelak aku akan tiba menyusul. bukan masalah siapa cepat
tapi Tuhanlah yang tau waktu yang tepat

diriku kini hanya berlari dengan bangga, menikmati tiap deru nafas dan hentakkan
kaki di tanah bumi menyusuri trek kehidupan, berharap aku tidak akan terjatuh lagi
membuat kesalahan yang sama lagi berulang kali. berharap aku bisa berusaha semaksimal
mungkin pada setiap waktu yang aku geluti

agar kelak tiada lagi penyesalan
dalam menyia-nyiakan kesempatan.

bismillah

1.2.12

Regol di FEUI

Halo guys.

Dengan sangat terpaksa gue menceritakan regol ke lima yang gue lakukan untuk semester ke empat ini dengan sangat-sangat dramatis. Karena regol kelima ini sukses dinyatakan terburuk dalam sejarah perregolan buruk di FE. Untuk lebih lengkapnya, gue akan memasukkan beberapa bukti foto kejadian agar kalian mengerti betapa buruknya regol hari ini.

 bermula dari satu tweet bapak birpen tercinta dan adanya salah satu anak FE yang berhasil regol pada jam 12 siang, yang berakibat pedasnya komentar para mahasiswa

Saya pribadi sedang berada di salah satu studio tv swasta. paniknya luar biasa bukan main, terlebih lagi partner regol saya juga tidak tahu kalau regol telah dimulai pukul 12 siang.
Parahnya lagi, regol ini yang harusnya dilaksanakan tanggal 31 Jan yang diundur menjadi 1 Feb, diundur kembali menajdi tanggal 2 Feb. Terpaksa jadwal hari itu harus dikosongkan untuk tetap memandangi layar monitor komputer karena tentativnya jadwal regol. Huff

Harusnya tanggal 2 saya bersama dengan organisasi jurnalistik BOE mengunjungi villa kami di Puncak untuk mengadakan musyawarah kerja (muker). Tapi karena kewajiban akademis yang tertunda karena kesalahan pihak UI, membuat saya harus menunda berangkat bersama BOE dan memilih untuk menyusul dengan beberapa teman yang juga berniat regol di Jakarta.

Doa saya hanya satu; lancarkanlah regolku agar bisa sekelas dengan teman-temanku dan mendapatkan dosen yang murah nilai juga baik mengajarnya, amin ;p

Wah!

Dua puluh tahun hidup, lima tahun di antaranya selalu dalam status naksir, in-relationship, atau TTM dengan seseorang. Now I’m alone, I am loveless, and it’s kind of… weird.

Gue nggak tahu gimana dengan yang lain. Gue juga bukan begawan perkara beginian. Tapi itulah: lima tahun belakangan, gue selalu punya perasaan ‘cinta’ itu. Semacam posesifitas pengen memiliki, pengen disayang, pengen dikirimin gombalan, dan bahkan, jujur aja, lebih dari sekali gue pengen—er, sesuatu yang lebih dari ciuman. Dan perasaan itu terbukti kaya banget.

Mungkin karena gue terlibat jauh sama seni, gue jadi muse-biased. Perasaan hopelessdan tersiksa bikin gue jadi terpacu buat nulis, composing, atau ngelukis yang keren. Curhat, istilahnya. Perasaan disayang bikin gue pengen memonumenkan tiap kejadian sama si dia supaya suatu saat gue nggak lupa. Gue inget rasanya numb, nangis, jadi bego ngebanggain ke banyak orang, dan gue inget juga rasanya, jadi pandir, nggak peduli dikatain apapun sama sekitar yang penting gue sama dia.

But now? No. None. Gue nggak lagi cinta siapapun, nggak deket sama siapapun… all’s… normal. Mungkin karena gue capek dan memaksa diri bunuh rasa dulu. Sekarang gue mati, betulan ‘mati’, rasanya. Almost-almost plain. Mantan yang gue galau-in selama beberapa bulan udah ngomong lagi ama gue. Gue sayang dia lebih dari sayang gue ke beberapa orang, tapi bukan cinta lagi. Friendzone, indeed, tapi gue puas begini. Bulan ini gue udah nolak 3 orang (ga tahu juga kenapa gue laku, orang jelek gini), gue bilang gue gak minat pacaran. Beneran, enggak. Perasaan gue mampus atau gimana, andai gue juga tahu.

Gue hampa. Hidup rasanya buat kerja, belajar buat bakal kuliah, RP sesekali, nulis kalau mood. Gue mulai peduli sama rasa masakan dan berpikir buat nambah piaraan. Gue mulai peduli sama isu dunia dan gantiin nyokab pertemuan kampung pas beliau ga ada. Gue sayang semua orang; tiap gajian gue belikan adik gue mainan atau aksesoris kecil, beliin tart, gitu-gitu. Kalau ada temen butuh apa-apa gue bantu. Supirin lah. Garapin tugas lah. Temenin ngobrol lah. Tapi ketika semua jadi intens dan dia mulai nyoba ‘masuk’ ke zona gue, gue marah.

Gue makan dan hidup dari ucapan “Terima kasih.” Ucapan yang belakangan bikin gue squee-ing lebih daripada “I love you.” atau “Lo keren deh, dll.”

Tapi gue juga jadi lupa cara nulis bagus, bikin lagu, atau melukis.
Ha.
saya dapatkan dari seseorang di tumblr . Sejauh ini aku hanya menemukan kaum hawa yang berpikiran seperti ini, ternyata ada juga lelaki yang lelah dengan perasaan cinta.

Postingan aku yang terdahulu berjudul FREAK, sebenarnya sama persis dengan apa yang digambarkan oleh orang ini. Kecuali ada beberapa perbedaan sedikit dibagian pernah pacaran dan ingin lebih dari ciumannya ya haha. Well, dunia. Beneran semakin mau kiamat sepertinya.

Carpe diem

Kemarin ada suatu kejadian yang lagi-lagi terjadi sama persis di bulan Januari. Ketika suatu hal yang ingin saya lakukan tidak tercapai. Ketika hal tersebut, sudah saya buat rencana panjangnya namun ternyata gagal untuk saya dapatkan.

Ya, tahun lalu saya mendaftar salah satu kepanitiaan bergengsi di fakultas saya. Di mana akhirnya saya mendapatkan kesempatan pada gelombang kedua untuk bergabung, dan mendapatkan begitu banyak pengalaman dan teman dari sana. Tapi tetap saja, kejadian pahit di pertengahan Januari itu membekas dihati. Ada rasa kesal apabila mengingat hal-hal yang harusnya aku dapatkan bila dapat bergabung dengan mereka.

Dan tahun ini, kejadian pahit terulang kembali. Saya ditolak oleh salah satu organisasi. Sudah sampai pada tahap wawancara, namun karena suatu kebimbangan yang melanda saya, membuat cara berbicara saya kepada pihak pewawancara terpengaruhi. Mungkin itulah jawaban doaku malam sebelumnya.

Mempertimbangkan otakku yang pas-pasan dengan indeks prestasi kumulatif yang juga pas-pasan, tidak ada toleransi lagi bagiku untuk terus melalaikan tugas untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Terlalu banyak aktif di kampus ternyata tidak begitu memberikan banyak manfaat; terkadang membuatku terlalu stress dan uang habis terkuras, pola makan berantakan, dan tugas dosen terbengkalai. Belum lagi komitmen yang mengikatku untuk mau tidak mau terpaksa cabut kuliah atau asistensi kelas demi hadir di dalam acara.

Diskusi panjang lebar dengan senior, dengan para dosen pembimbing, dan akhirnya kepada orang tua. terpaksa aku memutuskan untuk mengurungkan niat berorganisasi dan kepanitiaan terlalu banyak untuk semster ini. Ada begitu banyak pencapaian baru yang benar-benar baru, yang harus kutempuh di semester ini. Rencananya, minggu depan aku akan menyempatkan membuat 'garis start' pencapaian baru itu. Bersama-sama dengan sahabatku yang memiliki tujuan serta visi misi yang sama, semoga aku bisa terus tetap fokus dan tidak mudah tergoda rasa nafsu untuk aktif dalam lingkungan.

Anyway, guys. Semester empat di fakultas ekonomi jurusan akuntansi benar-benar wow. Dengan adanya kebijakan baru dari Biro Pendidikan yang memperbolehkan mahasiswa dengan IPs >3,5 mengambil 24sks membuat gempar satu fakultas. Bagaimana tidak, 21 sks di FE sama dengan cerdas. 24 sks? bisa dimusuhi dan dianggap orang ambisius se-fakultas kali ya haha.

Hal ini muncul karena FE tidak memperbolehkan adanya semester pendek bagi mahasiswanya yang ingin cepat lulus (3,5 tahun). Semester pendek hanya ada bagi mereka yang ingin mengulang mata kuliah. Itu adalah kabar indah bagiku dan temanku, dimana salah satu pencapaian kami dapat terwujud.

Setelah menulis, perasaan tertekan, bersalah, campur aduk yang dari kemaren malam aku rasakan sekarang berangsur-angsur hilang. Semoga apapun yang telah aku tempuh selalu diberikan restu dan ridho-Nya sehingga menjadi yang terbaik bagiku kedepannya.

Semangat regol!

*besok aku akan syuting bareng teman-teman untuk mencari dana di acara reality show tivi segitiga biru, yang pagi-pagi itu loh. Doakan aku menang yaa, soalnya temanku udah dua kali menang ;)

29.1.12

Does God Exist?

(originally from neilgorawr)
  • -------
  • A man went to a barbershop to have his hair cut and his beard trimmed. As the barber began to work, they began to have a good conversation. They talked about so many things and various subjects. They eventually touched on the subject of God.
  • Barber:I don't believe that God exists.
  • Customer:Why do you say that?
  • Barber:Well, you just have to go out in the street to realize that God doesn’t exist. Tell me, if God exists, would there be so many sick people? Would there be abandoned children? If God existed, there would be neither suffering nor pain. I can’t imagine a loving God who would allow all of these things.
  • -------
  • The customer thought for a moment, but didn’t respond because he didn’t want to start an argument. The barber finished his job and the customer left the shop. Just after he left the barbershop, he saw a man in the street with long, stringy, dirty hair and an untrimmed beard. The customer turned back and entered the barber shop again.
  • Customer:You know what? Barbers don't exist.
  • Barber:How can you say that? I am here. I am a barber, and I just worked on you!
  • Customer:No! Barbers don’t exist because if they did, there would be no people with dirty long hair and untrimmed beards, like that man outside.
  • Barber:Ah, but barbers DO exist! That’s what happens when people do not come to me.
  • Customer:Exactly! That’s the point! God, too, DOES exist! That’s what happens when people do not go to Him and don’t look to Him for help. That’s why there’s so much pain and suffering in the world.