26.4.10

SMA NEGERI 61 JAKARTA, JAYA!!

Hari ini gue berangkat pagi bukan ke sekolah, tapi ke Inten. Dengan memakai seragam putih abu-abu kebanggaan gue berniat sehabis Inten mau singgah dulu untuk bertemu terakhir kalinya dengan teman-teman dalam seragam putih abu.
Pas sampai di Inten, ternyata jadwal gue masuk kelas adalah yang sesi siang. Langsung aja gue cabut ke sekolah. Pas sampai, ternyata sudah ramai berkumpul anak-anak kelas tiga yang merayakan kelulusan. Wah, euforianya benar-benar bikin haru. Seharian gue mengabadikan momen kebersamaan itu dengan kamera SLR alpha milik Dariz. Setiap ekspresi teman-teman seangkatan gue di 61 membuat gue tersenyum. Tanpa kita mencoret-coret baju kebanggaan, dalam pantulan di kamera, terlihat jelas raut senang dan gembira. Nggak perlu diungkapkan dan diteriakkan bahwa 'KITA LULUS', dalam setiap jepretan momen yang gue abadikan tadi, jelas terlihat semuanya, mengisyaratkan 'Aku berhasil menjalani kewajibanku tiga tahun ini dan aku bersyukur'. Gue bangga melihat kalian semua teman-teman. Gue bangga bersekolah bersama kalian semua.

Saat gue mau mengabadikan jalan koridor sekolah, saat itu juga gue teringat. Di koridor sekolah ini, dulu gue pernah nggak mau sekolah di sini. Sekolah yang menurut gue bobrok, kecil daripada SMP gue, dan jauh masuk ke dalam, nggak kayak SMP gue dulu yang ada di pinggir jalan.
Di lapangan yang super kecil itu dulu, gue serta seluruh anak-anak yang berhasil masuk sekolah ini di kumpulkan, disuruh saling berkenalan oleh kakak-kakak OSIS OKA. Pahlawan saat itu di mata kami. Lapangan kecil yang merekam keceriaan kami, saat kami semua makan di lapangan bersama yang diburu waktu, meneriakkan yel-yel, berbaris untuk pertama kali dengan name text mos. Saat gue harus jalan bertiga dengan siapa saja dari gang depan, yang membuat gue berteman dekat dengan cicos. Awal perjuangan gue di sekolah ini, 61 ku tercinta.

Saat kami pergi LDKS, pergi berwisata, skala kecil membuat kami seangkatan saling mengenal satu sama lain. Gue bersyukur, bisa membuat teman begitu banyak, dan bisa mengenal seluruh anak seangkatan, nggak kayak pas gue SMP dulu. Sekolah ini memiliki banyak kenangan, yang kalau diputar ulang, akan terus gue ulang. Banyaaaaaaaak. Nggak bisa gue ketik satu per satu di sini. Terlalu bagus. Bikin gue nangis buat mengenang masa sekolah, masa dimana gue pengen cepat-cepat lulus, tapi sekarang gue malah mau sekolah lagi, dengan baju putih abu yang cupu ini. Dengan sepatu hitam yang selalu di lihat pak Danar dan Bundo,

Di lapangan itu juga, kita semua bersuka ria. Baksos, lomba kartini, exclamation, main band, tatra, paduan suara, semuanya terekam dalam lapangan sempit dan kecil itu. Setiap geluh tawa kelas kami, setiap kenangan di setiap sudut koridor sekolah kami yang kecil, semuanya kini sungguh amat berarti.

Dalam skalanya yang kecil, sekolahku menyimpan banyak memori. Banyak tawa, duka air mata, peluh keringat perjuangan kami, setiap debu spidol, setiap hapusan jejak kemenangan di papan tulis, yang nanti akan kami rindukan.

Di gedung kecil itu, kami semua meniti masa depan kami. Walaupun banyak kenakalan di setiap langkah gue dan semua teman-teman gue lakukan, pada akhirnya kami berterima kasih kepada gedung kecil ini, yang menyatukan semuanya di dalamnya. Calon dokter, calon arsitek, calon diplomat, calon insinyur, calon bidan, calon ekonom, pakar hukum dan semua calon unggul bangsa lahir di sini.

Hari ini kami semua berkumpul, terakhir kalinya dalam formasi lengkap dengan seragam putih abu.
Selamat Tinggal SMAN 61 Jakarta.
banyak kenangan di sini, banyak. Masa SMA yang tak terlupakan.
makasih teman-teman. gue beruntung masuk sma ini, beruntung gue kenal kalian semua.
gue nggak akan lupa setiap kebersamaan kita. makasih ya.

I love my HS's moments!!

5 s'inscrire:

Putri Ariani said...

huhu mengharukan naaad ;(

nischem said...

Kokom..
Terharu gue jg baca nya kan. Ada OKA2ny gt lg. Wkwkw, mau baca dong posting yg ada gue nya. Haha :p

echi said...

kom :) yaampun gue terharu, bener bener berharga ya masa SMA di 61 :') hehehe

Natea said...

iya sedih banget ini! huaaa

Nadya Komanechi said...

@semuanya : iyaa gue aja pas nulis mau nangis. pengen nulis selengkap-lengkapnya tapi waktunya nggak cukup, udah kemaleman. emang masa-masa di 61 nggak akan terlupakan :')