10.9.10

Pasca OPK

Baru sempat cerita sekarang, tentang satu minggu yang lalu; di mana gue, melewati hari pasca opk yang menurut gue berat banget.

Pasca OPK adalah kegiatan di mana gue, mahasiswa baru fakultas ekonomi UI selesai mengikuti kegiatan OPK yang notabene dua hari dan siap mengikuti kegiatan perkuliahan. Pasca OPK itu kegiatannya bareng perkuliahan dan lamanya lima hari.

Hari pertama pasca OPK dengan berat hati nggak ada di kamus gue, atau lebih tepatnya, gue nggak ikut hari pertama kuliah karena sakit radang tenggorokan akut. Kalau di ingat-ingat lagi, tenggorokan gue saat itu beneran ancur seancurnya pas gue ngaca. Merahnya seluruh tenggorokan, udah gitu di tambah bintik-bintik putih atau kayak sariawan gitu (sakitnya jangan di tanya, bukan main sakit sampai gue nggak bisa ngomong dan nelan ludah sendiri). Saking nggak kuat nahan sakit, gue nggak bisa makan dan minum, badan gue lemes, dan gue meriang karena suhu badan panas. Waktu itu hari sabtu, besoknya gue berjuang menahan sakit karena hari minggu dokter di sekitar rumah gue tutup semua. Sayangnya, tanpa dokter artinya nothing. Gue akhirnya dengan berat hati pergi ke dokter besok hari dan sedih ngelihat jam mengingat harusnya gue di kampus, bukan di depan kamar dokter untuk di periksa.

Hari kedua pasca OPK, gue sudah pulih, alhamdulillah. entah bagaimana jadinya gue tanpa seorang dokter. udah mati lemas kali ya? hemm.. jam sebelas siang kalau nggak salah, gue udah di tebet siap-siap pergi ke depok naik kereta ekonomi. Kuliah hari selasa di jadwal gue emang siang, untungnya siang. Setelah di depok, gue ke kosan buat ganti baju dan siap-siapin peralatan buat pasca opk; name tag, papan jalan, pulpen, dan jas kuning. Setelah sampai di kampus, ternyata dugaan gue bener. Tugas pasca opk nggak main-main. Essaynya bikin biografi 200 kata tulis tangan, cukup membuat tangan anda keriting. Karena gue datang jam 11 lewat, sedangkan kuliah gue masuk jam 2, gue harus berpacu dengan waktu. Walaupun begitu, sempet-sempetnya gue ke kancil buat makan masakan di sana. Setelah kenyang, gue datang naik ojek ke FE karena nungguin bikun sama aja kayak nungguin keong; lama bener! kelas pertama gue adalah kelas pengantar ekonomi. Nama dosennya Bapak Irsan A. Saleh. Suaranya kecil banget tapi orangnya gaul. Keseluruhan not bad lah buat jadi pelajaran pertama gue di kuliah, nggak bikin negative way di otak haha, apalagi gue di kelas ini jadi ketua kelas (alhamdulillah) bisa mempermudah jalan perkuliahan lah setidaknya. Setelah selesai kuliah, gue di giring sama kakak kelas buat ikutan moshing eh salah, dimarah-marahin. Hari ini mereka marah karena masalah jumlah yang dateng dikit banget. Kita di cap angkatan penyakitan (gue tuh). Selesai dimarah-marahin, pulang dengan aman sentosa tanpa di antar kakak kelas. Buka bareng sama Umam dan Jo, habis itu gue tepar di kosan, capek banget!

Hari ketiga pasca OPK, sama aja kayak hari ke empat. Peralatan perang yang sama, juga bikin tugas essay selagi kuliah. Capek capek capeeeek..

saat nonton pertandingan di perhall

Hari ke lima menurut gue adalah hari yang paling berkesan. Hari sabtu, tepatnya hari ketiga OPK. Dari balairung, setelah ikut tes EPT, kita semua, maba FE di giring buat liat pameran dari BO dan BSO fakultas ekonomi, setelah itu liat pertandingan dari klub olahraga FE. Ada acara perkenalan dari panitia FE selain tim komdis. pas bagian komdis, menurut gue itu bagian yang mengerikan -___- gue kira, mereka bakal senyum dan minta maaf atau apalah, nggak kayak yang mereka lakukan, dateng rame rame pake baju item, tutup pintu pertamina hall (kita semua ada di dalam) kaget setengah mati denger mereka teriak-teriak, kita semua kayak burung dalam satu sangkar sama ular. Serem abis cuy!

Habis itu, setelah acara yang menyeramkan dari komdis, yang muslim shalat ashar, dan yang lain nunggu di luar. habis selesai shalat, kita semua di giring ke kolam makara buat apalagi selain cuci muka (horeee!) sayangnya, makara abu-abu pas penutupan acara ambruk karena lagi di renovasi -__- ya ampun. Udah gitu, kakak komdisnya pake bilang "liat tuh makara lo, ambruk!" bikin miris.. oke, setelah cuci muka yang sakral, muka gue gatel (parah) tapi tetep, gue bangga dan terharu juga merinding akhirnya gue, resmi jadi mahasiswi FE coy! udah cuci muka di makara gitu lho! tinggal nunggu diceburin di makara tiga setengah tahun lagi (amin)

 acara cuci muka di depan makara (ambruk)

Setelah itu, kita di suruh buka jas kuning dan buka name tag. Lari-lari lagi ke pertamina hall, kita semua siap buat buka bersama!! horeeee :)

situasi saat buka bersama

Gabung bersama kelompok OPK masing-masing, dan gue lari ke Leotief 18. Di sana, ada mama dan papa menunggu, yang aslinya kakak-kakak mentor baik hati, Kak Arul (EAK 2007) dan Kak Sekar (EAK 2008). Makan kolak, minum air putih, kue lumpur, risol, lontong, dan nasi kotak yang isinya mewah bikin perut kenyang. Udah gitu, gue sama kelompok gue heboh liat pemandangan komdis (komisi kedisiplinan) yang ketawa-ketawa dan tersenyum lepas di depan maba, aneh aja gitu gue liatnya. Setelah buka bersama, akhirnya kelompok gue foto bareng jugaaa, setelah sekian lama menghabiskan waktu bersama tapi tanpa foto bersama. Sayangnya gue nggak sempet foto sama Tasya, si anak gembala. Setelah setengah jam buka bareng, si Tasya pamit pergi karena sibuk syuting kali ya hahahhhahaha.

Tapi, setelah acara selesai pun Leotief nggak ada yang mau pisah, sibuk foto sana dan sini, ngatain mama dan papa yang nggak mau di panggil mama dan papa terus sama anak-anaknya, juga temen-temen gue yang pada mau foto sama kak bisuk dan para komdis yang kece lainnya. Gue sih maunya foto sama kak yando sama kak ima, sayangnya mereka udah ngilang kayak angin, wuuss. sama aja kayak tasya -__-

 anak-anak Leotief (18)

aih aih, tangan papa mau ke mana tuh hahahaha

nyahaha ketauan >,<

L for Leontief :)


Akhirnya, selesai juga OPK dan Pasca OPK.. dan artinya, benar-benar akan di mulai dunia perkuliahan gue yang seberat dosa gue di dunia. Banyak banget pelajaran yang bisa gue ambil dari OPK ini, sumpah banyak banget. Menurut gue, ini adalah pelatihan yang paling bagus selama gue sekolah. Komdisnya pun pinter ngatur emosi buat tugas dan pribadi (walaupun ada beberapa yang lewat batas karena khilaf), acara yang teroganisir sampai anak-anak baru dianterin pulang ke kutek dan pocin serta barel. Nggak ada acara main fisik dan setengah jongkok yang sudah turun temurun itu, walaupun alasannya karena bulan puasa.

minta maaf ala komdis-- push up up up :)

 Kak Luthfian (EAK 2007) dapat angket terfavorit -- PO OPK 2010 yang tegas dan berani, asik dah

Kak Yando, ketua komisi kedisiplinan 2010 aka komdis. ternyata senyumnya.. cling cling

Terima kasih banyak semuanya. Tunggu tiga sampai empat tahun ke depan, di mana gue, yang kalian nggak tau keberadaannya seperti si bene, bisa menoreh prestasi di FE bahkan UI atau bahkan Dunia :)

Bismillah

2 s'inscrire:

Anonymous said...

Wow! Terima kasih! Saya selalu ingin menulis dalam sesuatu situs saya seperti itu. Dapatkah saya mengambil bagian dari posting Anda ke blog saya?

Anonymous said...

Anda akan percaya bersama dengan uang trilyun multi investasi yang wikipedia bisa memperoleh beberapa server banyak lagi.