5.5.14

.......

Menurutku, dunia di luar sana terasa lebih indah dan menantang, bisa membuatku setidaknya bebas dan tidak terkurung dibandingkan bila di rumah.

Di rumah, aku selalu merasa ingin bunuh diri. Tidak sekali dua kali aku ingin rasanya mati atau membayangkan diriku loncat ketika kereta sedang melintas. Ingin melenyapkan diri seketika, karena kurasa semua orang juga tidak menginginkan keberadaanku.

Ketika aku ada, aku hanya membuat orangtuaku marah, kesal, dan sedih. Aku tidak bermaksud begitu, hanya watakku yang keras kadang membuat mereka yang halus hatinya menjadi marah. Tapi melihat mereka marah dan sedih membuatku menangis di dalam hati dan semakin benci kepada diri sendiri beribu kali. Ingin rasanya aku lenyap, karena kurasa ketika aku tiada, beban mereka juga seketika akan hilang. Aku rasa mereka akan lebih bahagia kalau aku tidak pernah lahir di dunia.

Aku anak pertama dari empat bersaudara. Dari kecil aku sudah menjadi seorang kakak yang dilatih untuk mandiri dan mengemban tanggung jawab. Aku berwatak keras karena aku harus lebih kuat menghadapi segalanya; teriakan mama, pukulan ikat pinggang papa, cacian teman sekelas, dan beratnya perjalanan ke sekolah. Aku terbiasa lepas mengarungi kerasnya dunia sedari kecil dan aku haus akan kasih sayang orangtuaku. Kata-kata mereka selalu sama "kamu sudah besar, untuk apa kami bantu" dan aku dengan bodohnya selalu berharap suatu hari mereka akan lebih peduli denganku. Memberikan sedikit kasih sayang dan perhatian kepadaku, karena aku tidak sekuat itu.

Kadang aku menikmati keadaan diri ketika tergeletak sakit di rumah. Bukan di rumah sakit. Walaupun mama akan sibuk marah-marah kepadaku kenapa aku sakit dan menyusahkan dia, tapi kasih sayangnya akhirnya bisa tercurahkan kepadaku dan perhatiannya bisa penuh. Aku senang walaupun harus sakit.

Kadang kutunjukkan rasa inginku untuk diperhatikan dengan sedikit manja. Tapi setiap kali kulakukan, mama pasti marah besar; katanya aku tidak tahu diri, selalu meminta-minta, tidak pernah bersyukur, nggak pernah puji masakan.. dan sebagainya. Padahal, aku hanya meminta, kalau tidak dikabulkan tidak apa.. beliau tidak usah marah dan sedih seperti itu.. aku jadi ingin bunuh diri dibuatnya.

Barusan juga aku dengan bodohnya minta dibelikan nasi goreng ketimbang makan ayam gulainya. Mama kecewa dan aku berargumen, membuat beliau makin menjadi. Kini aku kenyang tapi penuh dengan penyesalan, juga rasa ingin bunuh diri yang semakin membuncah. Bukannya apa, bukannya tak beragama. Tapi rasanya kalau orangtua sudah bilang tidak butuh, menyesal membesarkan anak, dan mencaci-maki anak sendiri.... untuk apa aku disini? Buat apa aku sukses nanti kalau orangtua saja sudah benci denganku?

Aku tidak sempat memikirkan hal lain seperti pacar, teman, dan kesenangan. Segala kesakitan ketika aku pulang ke rumah semuanya memenuhi kepalaku. Kalau bisa, aku ingin terbang dan pergi jauh dari sini. Aku tidak ingin mengecewakan orangtuaku lagi dan aku juga tidak ingin terus menerus mempunyai keinginan untuk bunuh diri. Aku ingin pergi dari sini, jauh... jauh...

4 s'inscrire:

prswb said...

my father once said to me, "Being a parent is to be an ocean. An ocean can neutralize whatever is poured into it. Muddy water from river, pouring water from clouds above, your pee, whatever, you name it. It means, being a parent, I must be able to accept whatever my children do to me. Whatever it is, heart aching or bad or what, I must be able to forgive you, my son, just like the ocean neutralize whatever is poured into it."

I hope you can forgive your parents, and make a better parent than they do.
Cheer up! :D

Nadya Restu Mayestika said...

thank you :') i know. the day after, me and my mom just start chit-chat like there's nothing happen. Kadang tulisan disini terlalu lebay, tergantung seburuk apa suasana hati. but whatever it is, I love my parent that much. thanks!!

Aldo Hardiawan said...

Kok gitu Kom? :'(
Mungkin emang wataknya aja kali keras, tapi jauh di dalamnya kan belum tentu begitu. Cheers. :)

Nadya Restu Mayestika said...

hanya dramatisasi kok. cuma kadang kalau lebay suka kelewatan mikirnya, thanks dooo i'm fine :D