31.5.14

Banjir Kanal Timur bukanlah Pasar Pagi, pak!!

Berhubung traffic blog lagi naik karena postingan sebelumnya yang diikutkan kuis demi #InggrisGratis, sekarang saya mau bahas dikit tentang fenomena di sekitar rumah yang entah kenapa mengganggu saya akhir-akhir ini.

Jogging Track Banjir Kanal Timur (tempo.co)
Banjir Kanal Timur atau yang biasanya disebut warga sekitar BKT, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan air ketika banjir yang memang sering terjadi di wilayah sekitarnya, tapi juga digunakan warga untuk beraktivitas seperti lari pagi dan bersepeda. Kelihatan kan dari foto diatas, rasanya damai dan sehat gitu pagi-pagi tinggal keluar rumah, nggak usah jauh-jauh ke Senayan bisa sehat sekaligus menyegarkan pikiran dan badan. Eh tapi, foto itu menipu loh. Yang sebenarnya terjadi di BKT setiap hari Sabtu dan Minggu adalah seperti yang terpampang di foto ini:

BKT YANG SEBENARNYA (detik.com)
Jalan di sekitar BKT oleh pemerintah setempat sudah di pasang palang yang berarti khusus untuk sepeda dan pejalan kaki, namun bisa teman-teman lihat sendiri di atas, begitu banyak penjaja makanan dan minuman serta motor lalu lalang. Orang-orang ke BKT kebanyakan bukan untuk olahraga lagi, tapi malah jajan makanan dan minuman yang kebanyakan tidak sehat dan tidak berolahraga. Terlebih lagi, sehabis makan, mereka membuang plastik makanan/minuman sembarangan! Yang tambah merusak lingkungan di sekitar BKT juga BKT-nya sendiri, yang seharusnya mampu menampung air jadinya malah terhambat dengan tumpukan sampah dari warga.

Makin parahnya, orang-orang sekitar tidak menyadari bahwa perbuatan mereka menyalahi aturan. Warga malah terus datang khusus untuk membeli makanan ke dalam area olahraga BKT, yang mana membuat para pedagang ini tidak jera. Selain itu, para pengguna yang ingin berolahraga menjadi terganggu karena ramainya track olahraga serta asap rokok dan asap jualan sate merusak kualitas udara pagi yang ingin dihirup (yang malah dicari sama orang yang ingin berolahraga)

Penjual yang ada di BKT, bukan cuma tukang sate, tukang burger, tukang telor, tukang nasi goreng, tukang nasi uduk, tapi juga ada tukang jualan ikan dan hamster, tukang kereta-keretaan, mainan bola-bolaan (yang makan tempat begitu banyak), orang jualan mobil, hoka-hoka bento motor, indomaret motor, delman, orang jualan baju sama sepatu, dan tukang sayur................ sepanjang jalan BKT!!!

saya nggak habis pikir, kenapa ya masyarakat nggak mau diam sedikit lihat lahan yang kosong dan dipenuhi warga sesuai dengan fungsi dan kegunaannya? Kalau jalanan sekitar BKT memang ditujukan untuk berolahraga, tolong dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Pemda yang pasti sudah tahu akan hal ini semoga dapat bertidak secara tegas agar fasilitas yang dibangun dengan mahal ini bisa terus ada dan tahan lama. Kami ingin sehat!!

2 s'inscrire:

prswb said...

bagi pedagang yang jualan, adanya tambahan uang untuk biaya hidup esok hari lebih penting daripada sehat..

Nadya Komanechi said...

bukan berarti harus di jalur olah raga bukan? saya berharap masyarakat lebih tertib dan berbudaya, karena sudah saatnya kita patuh pada aturan. kalau memang jalur olahraga untuk olahraga, sudah pasti jangan digunakan untuk berjualan karena menyalahi aturan. ada tempat berjualan seperti pasar yang fungsinya memang untuk berjualan. kalau masalahnya mereka takut kecolongan pembeli kalau nggak jualan disana, masyarakt yang olahraga juga harus sadar bahwa membeli jualan di tempat yang bukan semestinya menyalahi aturan dan malah mendukung perbuatan tersebut.

jadi itu inti postku