17.1.12

Naifnya Aku

Aku dengan kuasaku, dengan kedua mataku, dan terbatasnya diriku
didalam Aku, ada setinggi puncak gunung Manaslu harapan dan mimpi
kepada sebuah negeri dan diri hakiki,
ketika mereka dibuat oleh Aku yang belia, dalam umur yang penuh dengan torehan idealis

Yang Aku mau hanyalah adanya keindahan dan tidak ada setitik hitam
yang nantinya akan Aku sadari itu hanyalah ilusi, kenaifan seorang Aku

tapi Aku dengan batas kuasaku, terus berjalan lurus ke depan
melakukan apa yang Aku anggap benar, walaupun itu hanyalah bentukkan
kenaifan seorang Aku

Bukan demi keegoisan Aku, tapi demi kebenaran akan negeri melalui diri.

0 s'inscrire: