17.1.12

give up

Hari ini aku belajar banyak arti tentang perjuangan dari Ibuku. Tidak usah diceritakan, tapi kalau digambarkan, sikap pantang menyerah dan kerja kerasku-- aku yakin, mengalir deras dalam darahku dari Ibuku. Sayangnya, sikap sabarku yang lebih menjurus ke bodoh aku dapatkan dari Ayahku. Perpaduan yang membuat diriku kadang terlihat berjuang keras sampai titik darah penghabisan, tapi juga bisa duduk lemas layu terpaku mengatakan sedang dalam mode 'sabar', haha.

Kalau direlasikan ke percintaan (#eeaa). Aku sekarang sudah dalam tahap sabar menunggu. Sudah lelah meraih mengejar terjatuh dan sakit. Juga lelah dikejar ribuan rasa takut dan malu, memendam semuanya sendiri dan kepahitan rasa cemburu.

Anggap sekarang (bukan anggap, tapi sudah begitu) saya menyerah. Wanna be third party, won't join any of part of thing. Kalau lihat yang tersenyum, merayu, menggoda, muka indah, tutur bahasa sopan, pandai, apapun itu, hati saya beku. Mata saya kosong, isi otak dipenuhi kata lelah dan letih.

Lagi-lagi satu tulisan menyerah ya tentang cinta. Bukti jejak realisasi masa depan sepertinya :p

0 s'inscrire: