22.1.12

Tuhan dan pertandanya

Setelah selesai menamatkan satu drama korea berjudul Princess Prosecutor, akibat efek drama membuat gue membandingkan tokoh utama drama tersebut dengan diri gue. Perbedaan yang paling mencolok antara kita berdua adalah kekuatan ingatan. Ya, di cerita itu, tokoh utama wanitanya memiliki kekuatan ingatan yang sangat kuat, sampai bisa meniru persis apa yang ia ingat. Sedangkan gue, beberapa menit saja langsung lupa.

Anyway, gue pernah mendengar sebuah kisah yang menceritakan tentang seseorang yang meminta kepada tuhannya sebuah rezeki. Nggak begitu ingat detil kisahnya, akan tetapi yang jelas seseorang ini merasa setiap doanya tidak pernah didengarkan oleh tuhannya sehingga dia merasa marah dan kecewa. Lalu datang seorang bijak, yang berkata setelah mendengar cerita dari seseorang yang marah tersebut. Si bijak berkata, "bukan berarti tuhan tidak mendengarkan doamu, tapi kamulah yang tidak melihat dan mengerti apa yang telah diberikan tuhan." Ya, memang seseorang yang marah tersebut meminta suatu hal (tapi gue lupa apa) dan telah diberikan kesempatan oleh tuhan hingga tiga kali, tapi ia mengindahkannya. Yang gue tangkap di sini adalah, janganlah terlalu berharap pada satu hal sehingga melupakan hal yang lain yang diberikan oleh tuhan, padahal satu hal yang engkau harapkan belum berarti lebih baik daripada yang diberikan oleh tuhan. :)

Sama halnya dengan apa yang gue pikirkan hari ini. Begitu bodohnya gue mengharapkan suatu hal, padahal jelas-jelas tuhan sudah memberikan pertanda bahwa hal tersebut bukan untukku, terlihat ketika suatu hal tersebut begitu amat susah dicapai dan ditemukan. Ketika gue begitu fokus terhadap suatu hal ini, hal-hal yang mungkin lebih baik untuk diriku gue lewati begitu saja. Padahal, jelas-jelas hal ini selalu gue temui dengan mudah dan selalu datang menghampiri gue setiap hari.

Betapa bodohnya gue. Entah apa lagi yang telah gue lewati dan tidak tersadari..

0 s'inscrire: