12.4.14

Evaluasi Diri (kesekian kalinya)

Lagi. Ketika aku dihadapkan oleh tanggung jawab dan deadline besar menunggu di depan, hati dan otak entah kenapa sinkron bekerja sama untuk tidak mau diajak kompromi, susah sekali untuk bisa digunakan. Pekerjaan yang harusnya selesai dari kemarin, sampai detik ini belum mulai dijalankan (walaupun deadline jam 12 AM nanti). Lagi-lagi Mama dari bawah berteriak "Apa Mama bilang, jangan suka mengundur-undur waktu kan, Kak!?"

Ya, Tahu sih Ma. Tapi rasanya ada alasan kenapa aku akhir-akhir seperti ini. Seperti tidak bersemangat dan kehilangan arah. Lately, Aku dihadapkan pada suatu pilihan untuk dijadikan keputusan: mau jadi apa dan mau kemana setelah ini semua selesai.

Yang jelas aku sudah mengambil keputusan bulat untuk lulus dengan laporan magang dan membuat pembimbingku bangga, kalau aku bisa menyelesaikan ini dengan tepat waktu dan juga laporan yang bagus, bukan ala kadarnya saja. Tapi setelah itu? Aku mau kemana dan bagaimana selalu menghantuiku. Disaat hatiku yang bergelut dengan kegalauan, tiba-tiba muncul teman lamaku membawa kabar tentang banyak hal, mengingatkan diriku dulu yang penuh dengan impian dan hasrat untuk meraih hal baru dan mencoba banyak hal selagi muda.

Aku seketika merasa tua dengan diriku saat ini. Ketika dulu aku banyak bermimpi, kini aku mengurung diri dan menahan semua perasaan serta keinginan yang dulu menggebu-gebu. Kalau diingat-ingat, aku selalu ingin merasakan menjadi pemain Flute (hingga sekarang, page untuk datang ke hompage Altus masih ada di samping Blogku, belum berubah dari tiga tahun yang lalu). Aku selalui ingin menjadi Tour-Guide disaat waktu senggang, mencoba datang ke Museum di saat hari Sabtu dan Minggu bermain hal-hal baru. Juga ikut kelas bahasa asing untuk mempersiapkan diri di musim depannya mengunjungi negara baru. Juga kerja part-time aneh-aneh supaya uang saku cukup. itu impianku, tapi yang hanya berujung impian semata. Saat melihat semua impianku ternyata tidak dapat kuraih dan malah melihat orang lain sukses melakukannya membuat diriku tergugu, diam sedih melihat diri sendiri. Betapa bahagianya dia bisa merasakan itu semua, sedangkan Aku hanya disini, berkutat dengan hal yang bahkan sampai saat ini aku tidak tahu apakah suka ataupun tidak.

Hidupku penuh dengan pergulatan, pergumulan batin. Ketika ditanya mau lanjut jurusan apa di S2 nanti, aku tidak tahu pasti apakah pilihan hatiku benar adanya. Apakah masa depan kelak bisa menerimaku dengan jurusan ini? Apakah benar pilihanku bisa membuatku masuk kedalam impianku dari dulu?

Aku rasa aku cocok melanjutkan bekerja di perusahaan konsultan asing. Hitung-hitung untuk persiapan dan pembelajaran diri sebelum aku masuk ke dalam lembaga negara. Aku ingin menjadi staf kepresidenan atau bergabung di UKP4, membantu pemerintah memperbaiki sistem negara dengan ide-ide brilian. Tapi kalau ditanya aku mau lanjut kuliah dimana dan apa, aku akan menjawab dengan lantang: Aku mau ke London School of Economics jurusan Msc Environmental Economics! Lalu bagaimana bisa? Backgroundku sekarang, pekerjaan yang akan aku emban, tujuan akhir kerja ku serta passionku di pendidikan memangnya bisa sinkron?

Dari awal memang aku seharusnya tidak di Accounting....... tapi sudah terlanjur basah.

0 s'inscrire: