10.7.11

Di dunia ini semuanya diciptakan berpasangan. Bahkan suatu kejadian diciptakan seperti ini. Contohnya, baik dan buruk, juga lahir dan mati. Ya, lahir dan mati. Kita hidup dilahirkan ke dunia ini oleh seorang wanita mulia, dinafkahi oleh seorang lelaki gagah perkasa yang rela mengorbankan dirinya demi keluarga. Dalam proses hidup, kita menghadapi banyak kejadian, kesusahan, kesenangan, kebathilan, kenaifan, keserakahan, keegoisan, dosa hidup silih berganti dilakukan, tangis pilu berharap permohonan maaf Yang Maha Kuasa diturutkan. Silih berganti, kita semua melakukan hal tersebut. Seakan lupa sama sekali, bahwa ajal selalu setia menunggu di sisi setiap manusia. Tinggal meminta persetujuan waktu, kapan itu dapat terjadi.

Banyak kejadian yang tidak tertuliskan di blog ini. Waktu yang padat, badan yang letih akibat menumpuknya tugas dan segudang aktivitas menjadi alasan dibalik ini semua. Menyesal sih kenapa nggak bisa menuliskan sedikit put kedalam blog ini, tapi apa daya.

Ada beberapa kejadian yang nggak boleh gue lupa.

Beberapa hari setelah acara Boeconomi Temu Alumni, bapak para economica meninggal dunia terkena serangan jantung pada hari Jumat seminggu setelah acara, pada saat waktu shalat Jum'at di ruangan Badan Otonom Economica. Kami semua menangis, kami semua menyesal, kami semua berteriak menanyakan kenapa begitu cepat. Para alumni bahkan meminta diadakan kembali acara temu, meminta maaf tidak bisa hadir waktu itu, menyesali kenapa mereka tidak hadir, menyesali, menyesali, dan menyesali.

Yang gue ingat, senyum mas Karno itu begitu indah. Nggak boong. Matanya ketika dia tersenyum, ikut memancarkan sinar. Bukan kesan lagi, tapi tiap dia tersenyum, setiap orang yang melihat akan membalas senyumnya dengan senyum yang sama, senyum yang tulus dari hati. Ya, sama seperti senyum seorang bapak. Gue, mahasiswa baru, baru bergabung dengan organisasi tersebut, bahkan belum sempat minum teh buatan mas karno yang terkenal enak tiada duanya. Bahkan janji kami untuk pulang bersama setelah temu alumni selesai tidak terpenuhi karena mas karno ninggalin gue begitu aja tanpa bilang :(. Andaikan gue punya kenangan yang bisa dikenang dengan orang hebat satu ini. Orang yang berkontribusi terhadap sesuatu dengan seluruh kemampuannya, tindakan yang tidak-setengah-setengah yang sesungguhnya. Orang yang mulia.

***

Hari jumat kemarin, gue tiba-tiba disampaikan berita bahwa guru les bahasa indonesia gue, Bu Diana Leroy meninggal dunia, dipanggil Yang Maha Kuasa begitu cepat karena penyakitnya yang telah diderita. Ya, bahkan gue pernah melihat dia mengeluh karena sakitnya. Seorang guru yang tidak begitu gue kenal, namun dia rela memberikan ilmunya, memberikan kasih sayangnya agar kami dapat mengerjakan soal bahasa indonesia dengan baik dan benar, terngiang cara dia berbicara di depan kelas, meminta kami untuk mengulang kata 10 kata depan..
 di, ke, dari, pada, kepada, dalam, dengan, untuk, bagi, terhadap!

kami semua, waktu itu menghafal dengan bermalas-malasan, masa bodoh dengan segala hal aneh yang diajarkan ibu Diana :'(. Maaf ya Ibu, maafkan segala kesalahan kami. Maaf ya Ibu, kami jarang datang kembali ke sana setelah lulus dan mendapatkan PTN yang kami mau, maaf ya Ibu, maafkan kami..
***

Manusia itu dirinya dipenuhi kegoisan yang membuat dirinya tidaklah mulia daripada seekor binatang. Tapi seorang manusia, memiliki empati dan simpati yang membuat ia terlihat indah. Apa yang salah dari kami, apa yang benar dari kami, kenapa kami selalu melakukan hal yang sama tanpa kami bosani, sesali? Kenapa kami menjanjikan hal yang tidak bisa kami tepati, melakukan hal yang tidak bisa kami penuhi? kenapa kami penuh dengan dosa, Tuhan? Kenapa? Kenapa??

0 s'inscrire: