8.10.11

Presale tickets 34th JGTC: Jazz The Way It Is

Just, counting, 56 days left to 'the day'. Yup, 34th JGTC will be held on 4th December at campus ground Faculty of Economic UI.

The line up artis(s), as far from now are:
- Glenn Fredly
- Park Drive
- Barry Likumahuwa Project
- Idang Syndicate
- Kunokini
- Sketsa
- Projecthree
- LLW (Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Sandy Winarta)
- Andre Harihandoyo
- Chaseiro
- Komunitas Jazz Bandung
- BSO Band FEUI

What do you waiting for? Grab the tickets fast, PRE-SALE for OCTOBER: only IDR 37K.
You can contact me via twitter: @inconnukoma or facebook: Nadya Restu Mayestika.
Wherever you live*, the tickets will be on your hand.

Remember, only this October. November (42K) and December (50K) will have different price, and of course it will be more expensive.

Then, see you on my campus, people :)

2.10.11

1st

It's already October, bahkan sudah 2nd.

And now I'm miserable with my stuff. Kepanitiaan, organsasi, tugas dari dosen-dosen, memenuhi kepala gue.
Itu semua, benar-benar, membunuh gue perlahan-lahan. Kesibukan dan suara-suara mereka yang memenuhi kepala gue.

Walaupun begitu, nggak ada tempat-- no space buat something unimportant such as think about someone.

Doakan saja, oktober yang tanpa tanggal merah membuatku tetap kuat.

Hamasah, dari Depok!

25.9.11

Failed being a poetriest

Perjalanan menuju rumahku dari Depok berwujud banyak hal dari setiap langkah yang kulalui.

Nasihat dan doa mama sebelum aku melangkahkan kaki di hari pertama setiap minggu, kadang tidak aku sadari, menjadi penyemangat dan kekuatanku menghadapi kerasnya perjuangan batinku di sana.

Berusaha sekuat tenaga memutar roda nasib melalui buku-buku berbahasa asing, menahan rasa penyesalan setiap melihat kenyataan tentang kekalahan, letih akibat terkurasnya tenaga dan energi otak, waktu tidurmu yang terkorban demi masa depan, aku tumpuk di satu ruangan di sudut hati.

Hari ke enam menjelang tujuh, aku rela membelah lautan besi beroda empat dan dua menggunakan sisa tenagaku, mengambil kembali energi dari sumbernya; masakanmu, senyumanmu, nasihatmu, tawamu, adik-adikku, dan hadiah kecilmu.

Tapi kadang, kegetiran dan kepenatan dalam ruangan kecil di sudut hatiku memberontak keluar. Memuncratkan isi pahitnya didepanmu, didepan sumber-sumber energiku. Walaupun aku tahu itu salah, dan itu memang salah, hanya dirumahlah aku dapat sepenuhnya jujur. Walaupun bukan dalam cara yang benar, dan terlalu emosional, labil.

Tapi, kalian selalu tidak pernah bosan, tampaknya mengerti mengapa aku meledak. Walaupun lingkaran kesal-senang-kesal-senang diantara kita membuat muak, desiran dan arus cairan merah dalam diri aku, kamu, membuat aku tenang.

Aku. Enggak. Sendiri.

ada satu tiang yang bisa aku jadikan tumpuan diantara tiang kokoh yang ada di atas sana.
Ya siapa lagi kalau bukan kalian, keluargaku tercinta.

Maaf ya marah-marah terus kalau lagi stress.
Deeply inside me, I truly love you all. xoxo

18.9.11

1st week 3rd term

Hi people around the world!
Today is the second week of third semester. Sorry for lack of post recently because started from last monday, I prepared for orientate-fresh graduated of Seni Gerak Budaya (SGB) and Badan Otonom Economica (BOE) stand. For SGB, I must trained my self every evening for dance bidjeh dance from Aceh with three others friends and six other whom dance Bajidor and Bali dance. It was tiring and waste much of my energy.

But yesterday after we performed front of all fresh-graduate 2011 FEUI, it was spectaculer! we did not feel tired anymore. and after that in the noon we stood up in front our stand and promote SGB.

Before that, in the morning, I act as external affair from BOE and shouted out our name: BOE! to all people who wear yellow jackets (red: the fresh graduated people) for come and see our room to know more abot "What is BOE'. It was so much fun! and tiring, of course.

still, in the evening I met up with my cooperation group to discuss about our tasks and presentation, not forget to do my priority after so much activity, right?

That's all my summary for this week. Bismillah for the next week, hope I can manage my money more efficiently.

End.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Kesedihan yang selalu aku bawa saat melewati tempatmu, bis kuningku yang berbelok ke arah fakultasmu, dan ketidaktahuanmu yang perlahan-lahan menyiksaku.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Perjuangan keras yang terpatri di setiap heningmu, langkah gontaimu di setiap malam sunyi, dan bunyi gesekan buku dan kertas diktat kuliahmu membuat aku kuat bertahan.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Keikhlasan bukanlah hal yang mudah didapatkan, apalagi dilakukan. Dirimu yang bukan milikku kapan saja bisa menjadi milik seseorang. Aku yang hanya menunggu di belakang, pasrah melihatmu berjalan tegap menyongsong masa depan cerah.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Bahwa, aku bukanlah yang terbaik untuk dirimu yang terindah akhlaknya, budi pekertinya. Bahwa aku ikhlas melupakanmu, melewatimu dalam hening, tanpa menengok bagaimana kabarmu kini.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
diriku tidak pantas untukmu.

Terima kasih banyak kak, aku belajar banyak hal selama ini.
Salam kasihku, untukmu.

Seseorang yang mahsyur namanya, dan kepribadiannya.
Doaku menyertaimu.

11.8.11

The hopeless pray

One year left, my time getting shorter and I, up even now, did not do anything big to make our distance disappear. I were busy with my stuff and forgetting all my aim goal, like him. What should I do, God?
In this one year, even I'm happy that now he smiled me and say Hi to me when we met, it still makes me hurt. We even can not start the conversation when we suddenly in one place-like those days.
I realized that I have wasted my time to suck a junk activities. Now, hundreds girls will stared you talking as leader in next couple days, wearing yellow jackets, speaking touchy speech with your cool style.
God, what should I do? can you just make him feel the same way like I have? Can you? :'(

Sorry if you think "what is this girl thinking about? didn't she just post about forgetting the boy?". Yes, I did. and yes, I have did this things many times but like the quotes said,
Love is hard to get, but harder to let go.

Oftentimes we say goodbye to the person we love without wanting to. Though that doesn’t mean that we've stopped loving them or we've stopped to care. Sometimes goodbye is a painful way to say I love you.
How can I forget you when your always on my mind? How can I not want you when your all I want inside? How can I let you go when I can't see us apart? How can I not love you when you control my heart?
The worst thing is holding on to someone who doesn't want to be held on to. Why am I afraid to lose you when you're not even mine...

I just need someone to cure my pain :'(

What's my concern now

I have held many events in just one year of my freshmen attended. For next semester, I will fully concern with my project with:
  • 34th Jazz Goes To Campus as Jazz Communion
  • Documentary Days 2011 as Sponsorship
  • Badan Otonom Economica as External Affairs
  • SEA Games volunteer
Now you know that I am not kind of geeky university student that just focus to make the IP larger and larger. I am even facing the diminishing of return in my IPK :'(

I'm just now try to manage my time more scheduled and pushing my self more harder to complete all of those project nicely. Bismillah, third semester will hard!

Ps: I got scholarship too~ how lucky I am ;p

Helping fund raising

Unexpected things rarely happened in my life. Like this one.
Couple days ago I got text from my friend that we (me and my friends which attended audition for quiz in one of television-- just read this) PASSED THE AUDITION!! wohooo~
We really hopeless and did not think about pass the quiz's audition.

So, yesterday, we got aired live from studio one somewhere-television with many peoples wore weird clothes and make up. We even styled our face with weird make up (love lipstick and wing eyeliner) and wore beach dress, sun glasses, and summer cap in those studio. For boys, they wore floral-shirt and using sun glasses like us.

The crew in those studios before we got aired live, played some music to made ice-breaker on us. We even danced like a crazy people in the floor! That was the awesome moment for Coconut (us, our group name). We danced, jived, whooped, yelled, and sort of those things in fifteen minutes with all of other groups :)

After those crazy moments, we back sat again and got instruction from crew. The presenter, Indra Bekti and Indi Barents (you now knew what's the quiz name, right?) after that showed and joked around with us. They were silly and not different from television, handsome and pretty :) They such a cute crazy couple.

When the quiz began, we really showed what's the best from us-- whooped and screamed haha. but unfortunately, until the end of trader game, there's no one of us picked by Indra for trading.

So sorry for all of Documentary Days crew for our fails. BUT WE WILL NEVER GIVE UP! the second line of team will attended the audition in couple days. So Indonesia, wait for us!

Ps: my family (mom and dad) were uproar when saw my face in television. my aunt in Jayapura also watched those quiz and saw my face. Many of my friends mentioned me in twitter and bbm us because we appeared in television. My feeling? SHAME! what-a-weird-face I have for those times!! Our love-shaped lipstick! My parents laughed for that. My chubby face and fat body! Wtf! I now officially in serious mode for DIET! No longer to holding this pain anymore :'(

FAT FAT FAT PLEASE DISAPPEAR!

6.8.11

Captured dreams

Saya hanyalah wanita kecil dari keluarga kecil. Asa dan tekad yang kuat menjalani berbagai macam jenis hidup merupakan favorit saya. Mimpi saya sedari kecil adalah mencoba dan mencoba berbagai macam hal baru, dimulai dari negeri saya sendiri yang tercinta-- Indonesia dan seluruh negeri di dunia.

Hal ini bukan sekedar hal biasa. Karena dari hari ke hari, saya berusaha mencari dimana letak titik passion hidup saya, dan yang saya temukan adalah hal ini: mencoba berbagai hal baru. Di saat itulah saya bisa menggali motivasi baru saya, meraih semangat saya untuk melakukan suatu hal.

Tetapi, apa daya. Keluarga saya mempunyai keterbatasan dan mimpi saya yang luas harus dibatasi oleh keterbatasan yang saya miliki. Tapi saya tidak menyerah, karena saya tahu ini hanyalah masalah waktu. Pasti kelak ada kalanya saya bisa meraih semua impian yang saya impikan. Semua hal yang selalu muncul dalam mimpi saya.

Seruling besi, tarian daerah, tawa canda orang-orang yang tidak dikenal, bahasa yang tidak saya kenal, salju, gunung, laut, keindahan dunia. Kapan ya?

1.8.11

Well,

Hari itu adalah puncak kebahagiaanku, hari yang ada di akhir bulan Juli.
Setelah bergumul dengan ratusan latihan soal mempersiapkan hari UAS yang lelah. Bagaikan sebuah hadiah dari Yang-di-Atas, hari itu ditutup dengan senyuman dari seseorang yang nggak pernah gue bayang buat nyapa duluan.


Rasanya, hari-hari gue menunggu dan berusaha memperpendek jarak dibayar sudah. Rasanya bagaikan mimpi. Perjuangan gue menghasilkan sesuatu yang manis. Akhirnya, ada satu hal yang bisa gue kenang, gue banggakan, disaat gue sudah memutuskan bulat-bulat untuk menyerah mengejar dan bermimpi. Menyerah untuk memaksakan diri membuat seseorang yang nggak kenal diri gue sebagai pusat dari segala aktifitas gue.

Cukup, dan terima kasih atas senyumannya :)

15.7.11

Ester bangun-bangun langsung ngomongin bintang Korea pujaan hatinya, Kim Hyun Joong yang katanya ganteng. Pembicaraan ngalor-ngidul kita dari si artis korea berlanjut ke pembicaraan pernikahan dan bagaimana tua nanti mau menghabiskan waktu. Karena kita sama-sama penyuka musik klasik, kita berencana mau tinggal di winna mengunjungi setiap konser dan orkestra yang ada di negara itu, mengunjungi makam para legenda, Beethoven, Chopin, tinggal dengan cucu-cucu yang mau bermain harpa dan flute, dibuatkan teh oleh suami yang tampan seperti bintang film walaupun sudah tua. Haha pembicaraan kami memang layaknya wanita seperti biasa.

Tapi rencana bagi gue hanyalah tajuk wacana. Sebagai orang yang menjalani setiap keputusan dari apa yang dia sedang hadapi, gue suka susah menjalani rencana yang telah gue rencanakan. Lagipula, gue nggak suka ikatan dan status yang mengikata. Gue adalah tipe wanita pekerja yang tidak berurusan dengan masalah dapur dan rumah tangga. Kalaupun iya, orang yang akan gue rela untuk mengikat pastilah orang yang sangat special diantara semua orang yang special disekeliling gue saat ini.

Beneran deh, gue penasaran, dengan pemikiran yang terus begini, dengan jalan hidup gue yang begini, dengan keadaan yang begini, gue jadi apa di masa depan nanti. Bisa nggak ya gue merealisasikan mimpi indah di masa tua yang gue bicarain dengan ester diperjalanan kecil dengan BOE ini? Apa gue jadinya tinggal di pegunungan alpen saat tua memerah sapi dan menikmati keindahan alam bersama cucu dan suami? Haha amiiin ya Allah.

Perjalanan sekarang sudah berada di Cikopo. Sedikit lagi sampaiii ‎​\(´▽`)/

Perjalananku bersama BOE

Tulisan ini gue buat dalam perjalanan panjang menuju villa borneo, puncak bersama keluarga besar economica dari depok. Dalam kesunyian menyongsong setiap deru bis kota yang kami naiki, disamping ester yang sedang tertidur lelap karena kantuk tak tahan dalam kendaraan, gue terbawa suasana, mengenang kejadian pagi tadi dikosankku, dua jam yang lalu.

Dua jam yang lalu, tepat pukul 7 pagi, keluarga kosan Pinky merayakan surprise party yang sudah menjadi tradisi setiap keluarga pinky ulang tahun. Hari ini adalah ulang tahun teman kami, sahabat kami, dan suhu kami, Altius :). Jujur, kemarin gue lupa sama sekali kalau dia hari ini ulang tahun, dan jujur dari kemarin gue sama dia dalam kondisi pertemanan yang tidak baik. Gue yang tiba-tiba kesel sama dia bikin segalanya berantakan.

Dari awal, gue emang nggak baik dalam menjalani hubungan pertemanan yang terlalu dekat. Contohnya Altius, dan Wirda. Seiring berjalannya waktu, perlahan demi perlahan gue sendiri yang merenggangkan hubungan pertemanan kami. Gue nggak ngerti kenapa gue begini. Dulu juga, gue memberi jarak pada teman-teman OPK gue yang baik hati.

Di dalam hati, gue sayang mereka semua, dan peduli dengan mereka. Gue sayang semua orang yang gue kenal, tapi gue nggak bisa ngejaga mereka nyaman disamping gue. Gue bahkan nggak pernah memeluk mereka (kecuali yang terdekat). Sentuhan, menurut gue, jarang banget bisa gue lakukan. Orang tua gue, jarang banget nyentuh gue, meluk gue, bahkan adik-adik gue sendiri aja jarang hha. Tapi pengen deh peluk teman-teman, mana tau hubungan yang tadinya gue renggangin bisa kembali lagi kayak awal.

Semakin ke sini, gue beneran butuh teman yang peduli sama gue, bukan hanya dalam hal pelajaran aja.

Balik lagi ke perjalanan dalam BOE, gue sekarang masih di daerah depok. Kayaknya bakalan macet, walaupun ini masih hari Jumat. Ngomong-ngomong, gue sempet-sempetnya aja pergi jalan-jalan meninggalkan setumpuk tugas kuliah dan kepanitiaan di meja kosan dalam tiga hari Щ(ºДºщ) semoga Allah menyertaiku sajalah. Sekarang, gue mau menjalaninya seperti air, tenang namun pasti. Setiap hal pasti ada jalannya.

Oh, ester udah bangun dari tidurnya. Mari balik ke dunia nyata dulu. Laporan perjalanan bersama BOE akan terus berlanjut seiring hariku dan hatiku yang sedang gundah gulana. Caoo