Showing posts with label blog. Show all posts
Showing posts with label blog. Show all posts

11.8.11

The hopeless pray

One year left, my time getting shorter and I, up even now, did not do anything big to make our distance disappear. I were busy with my stuff and forgetting all my aim goal, like him. What should I do, God?
In this one year, even I'm happy that now he smiled me and say Hi to me when we met, it still makes me hurt. We even can not start the conversation when we suddenly in one place-like those days.
I realized that I have wasted my time to suck a junk activities. Now, hundreds girls will stared you talking as leader in next couple days, wearing yellow jackets, speaking touchy speech with your cool style.
God, what should I do? can you just make him feel the same way like I have? Can you? :'(

Sorry if you think "what is this girl thinking about? didn't she just post about forgetting the boy?". Yes, I did. and yes, I have did this things many times but like the quotes said,
Love is hard to get, but harder to let go.

Oftentimes we say goodbye to the person we love without wanting to. Though that doesn’t mean that we've stopped loving them or we've stopped to care. Sometimes goodbye is a painful way to say I love you.
How can I forget you when your always on my mind? How can I not want you when your all I want inside? How can I let you go when I can't see us apart? How can I not love you when you control my heart?
The worst thing is holding on to someone who doesn't want to be held on to. Why am I afraid to lose you when you're not even mine...

I just need someone to cure my pain :'(

What's my concern now

I have held many events in just one year of my freshmen attended. For next semester, I will fully concern with my project with:
  • 34th Jazz Goes To Campus as Jazz Communion
  • Documentary Days 2011 as Sponsorship
  • Badan Otonom Economica as External Affairs
  • SEA Games volunteer
Now you know that I am not kind of geeky university student that just focus to make the IP larger and larger. I am even facing the diminishing of return in my IPK :'(

I'm just now try to manage my time more scheduled and pushing my self more harder to complete all of those project nicely. Bismillah, third semester will hard!

Ps: I got scholarship too~ how lucky I am ;p

Helping fund raising

Unexpected things rarely happened in my life. Like this one.
Couple days ago I got text from my friend that we (me and my friends which attended audition for quiz in one of television-- just read this) PASSED THE AUDITION!! wohooo~
We really hopeless and did not think about pass the quiz's audition.

So, yesterday, we got aired live from studio one somewhere-television with many peoples wore weird clothes and make up. We even styled our face with weird make up (love lipstick and wing eyeliner) and wore beach dress, sun glasses, and summer cap in those studio. For boys, they wore floral-shirt and using sun glasses like us.

The crew in those studios before we got aired live, played some music to made ice-breaker on us. We even danced like a crazy people in the floor! That was the awesome moment for Coconut (us, our group name). We danced, jived, whooped, yelled, and sort of those things in fifteen minutes with all of other groups :)

After those crazy moments, we back sat again and got instruction from crew. The presenter, Indra Bekti and Indi Barents (you now knew what's the quiz name, right?) after that showed and joked around with us. They were silly and not different from television, handsome and pretty :) They such a cute crazy couple.

When the quiz began, we really showed what's the best from us-- whooped and screamed haha. but unfortunately, until the end of trader game, there's no one of us picked by Indra for trading.

So sorry for all of Documentary Days crew for our fails. BUT WE WILL NEVER GIVE UP! the second line of team will attended the audition in couple days. So Indonesia, wait for us!

Ps: my family (mom and dad) were uproar when saw my face in television. my aunt in Jayapura also watched those quiz and saw my face. Many of my friends mentioned me in twitter and bbm us because we appeared in television. My feeling? SHAME! what-a-weird-face I have for those times!! Our love-shaped lipstick! My parents laughed for that. My chubby face and fat body! Wtf! I now officially in serious mode for DIET! No longer to holding this pain anymore :'(

FAT FAT FAT PLEASE DISAPPEAR!

6.8.11

Captured dreams

Saya hanyalah wanita kecil dari keluarga kecil. Asa dan tekad yang kuat menjalani berbagai macam jenis hidup merupakan favorit saya. Mimpi saya sedari kecil adalah mencoba dan mencoba berbagai macam hal baru, dimulai dari negeri saya sendiri yang tercinta-- Indonesia dan seluruh negeri di dunia.

Hal ini bukan sekedar hal biasa. Karena dari hari ke hari, saya berusaha mencari dimana letak titik passion hidup saya, dan yang saya temukan adalah hal ini: mencoba berbagai hal baru. Di saat itulah saya bisa menggali motivasi baru saya, meraih semangat saya untuk melakukan suatu hal.

Tetapi, apa daya. Keluarga saya mempunyai keterbatasan dan mimpi saya yang luas harus dibatasi oleh keterbatasan yang saya miliki. Tapi saya tidak menyerah, karena saya tahu ini hanyalah masalah waktu. Pasti kelak ada kalanya saya bisa meraih semua impian yang saya impikan. Semua hal yang selalu muncul dalam mimpi saya.

Seruling besi, tarian daerah, tawa canda orang-orang yang tidak dikenal, bahasa yang tidak saya kenal, salju, gunung, laut, keindahan dunia. Kapan ya?

1.8.11

Well,

Hari itu adalah puncak kebahagiaanku, hari yang ada di akhir bulan Juli.
Setelah bergumul dengan ratusan latihan soal mempersiapkan hari UAS yang lelah. Bagaikan sebuah hadiah dari Yang-di-Atas, hari itu ditutup dengan senyuman dari seseorang yang nggak pernah gue bayang buat nyapa duluan.


Rasanya, hari-hari gue menunggu dan berusaha memperpendek jarak dibayar sudah. Rasanya bagaikan mimpi. Perjuangan gue menghasilkan sesuatu yang manis. Akhirnya, ada satu hal yang bisa gue kenang, gue banggakan, disaat gue sudah memutuskan bulat-bulat untuk menyerah mengejar dan bermimpi. Menyerah untuk memaksakan diri membuat seseorang yang nggak kenal diri gue sebagai pusat dari segala aktifitas gue.

Cukup, dan terima kasih atas senyumannya :)

10.7.11

Di dunia ini semuanya diciptakan berpasangan. Bahkan suatu kejadian diciptakan seperti ini. Contohnya, baik dan buruk, juga lahir dan mati. Ya, lahir dan mati. Kita hidup dilahirkan ke dunia ini oleh seorang wanita mulia, dinafkahi oleh seorang lelaki gagah perkasa yang rela mengorbankan dirinya demi keluarga. Dalam proses hidup, kita menghadapi banyak kejadian, kesusahan, kesenangan, kebathilan, kenaifan, keserakahan, keegoisan, dosa hidup silih berganti dilakukan, tangis pilu berharap permohonan maaf Yang Maha Kuasa diturutkan. Silih berganti, kita semua melakukan hal tersebut. Seakan lupa sama sekali, bahwa ajal selalu setia menunggu di sisi setiap manusia. Tinggal meminta persetujuan waktu, kapan itu dapat terjadi.

Banyak kejadian yang tidak tertuliskan di blog ini. Waktu yang padat, badan yang letih akibat menumpuknya tugas dan segudang aktivitas menjadi alasan dibalik ini semua. Menyesal sih kenapa nggak bisa menuliskan sedikit put kedalam blog ini, tapi apa daya.

Ada beberapa kejadian yang nggak boleh gue lupa.

Beberapa hari setelah acara Boeconomi Temu Alumni, bapak para economica meninggal dunia terkena serangan jantung pada hari Jumat seminggu setelah acara, pada saat waktu shalat Jum'at di ruangan Badan Otonom Economica. Kami semua menangis, kami semua menyesal, kami semua berteriak menanyakan kenapa begitu cepat. Para alumni bahkan meminta diadakan kembali acara temu, meminta maaf tidak bisa hadir waktu itu, menyesali kenapa mereka tidak hadir, menyesali, menyesali, dan menyesali.

Yang gue ingat, senyum mas Karno itu begitu indah. Nggak boong. Matanya ketika dia tersenyum, ikut memancarkan sinar. Bukan kesan lagi, tapi tiap dia tersenyum, setiap orang yang melihat akan membalas senyumnya dengan senyum yang sama, senyum yang tulus dari hati. Ya, sama seperti senyum seorang bapak. Gue, mahasiswa baru, baru bergabung dengan organisasi tersebut, bahkan belum sempat minum teh buatan mas karno yang terkenal enak tiada duanya. Bahkan janji kami untuk pulang bersama setelah temu alumni selesai tidak terpenuhi karena mas karno ninggalin gue begitu aja tanpa bilang :(. Andaikan gue punya kenangan yang bisa dikenang dengan orang hebat satu ini. Orang yang berkontribusi terhadap sesuatu dengan seluruh kemampuannya, tindakan yang tidak-setengah-setengah yang sesungguhnya. Orang yang mulia.

***

Hari jumat kemarin, gue tiba-tiba disampaikan berita bahwa guru les bahasa indonesia gue, Bu Diana Leroy meninggal dunia, dipanggil Yang Maha Kuasa begitu cepat karena penyakitnya yang telah diderita. Ya, bahkan gue pernah melihat dia mengeluh karena sakitnya. Seorang guru yang tidak begitu gue kenal, namun dia rela memberikan ilmunya, memberikan kasih sayangnya agar kami dapat mengerjakan soal bahasa indonesia dengan baik dan benar, terngiang cara dia berbicara di depan kelas, meminta kami untuk mengulang kata 10 kata depan..
 di, ke, dari, pada, kepada, dalam, dengan, untuk, bagi, terhadap!

kami semua, waktu itu menghafal dengan bermalas-malasan, masa bodoh dengan segala hal aneh yang diajarkan ibu Diana :'(. Maaf ya Ibu, maafkan segala kesalahan kami. Maaf ya Ibu, kami jarang datang kembali ke sana setelah lulus dan mendapatkan PTN yang kami mau, maaf ya Ibu, maafkan kami..
***

Manusia itu dirinya dipenuhi kegoisan yang membuat dirinya tidaklah mulia daripada seekor binatang. Tapi seorang manusia, memiliki empati dan simpati yang membuat ia terlihat indah. Apa yang salah dari kami, apa yang benar dari kami, kenapa kami selalu melakukan hal yang sama tanpa kami bosani, sesali? Kenapa kami menjanjikan hal yang tidak bisa kami tepati, melakukan hal yang tidak bisa kami penuhi? kenapa kami penuh dengan dosa, Tuhan? Kenapa? Kenapa??

31.5.11

Fail

Honestly I don't feel well. I do not know whether it because this problem. I think, I have two best friends in college life. Both are from my boarding house. We knew each other and related from the first mid-term test. It was a beautiful moment when we spent time together and struggled for raised the highest scores, against each other in peace, knowing each other scores and GPA. It was sweet, but I think, I'm too emotional and take it so seriously because this moment. I think, they just consider me as a study-friend, not a true friend. I was thought about that because lately, they have gone.

They are disappeared. woosh, like a wind, if the exams has done. and it gone worse because in this exam, they really do not invite me to study group again or just read-together again. Yesterday exam, I really joyed my book(s) alone without sharing thoughts or anything. Little sad, but the things get worse because I have thought that they are my best friend, the clickest one in here :'(

I am broken, I am feel like envy anyone beside both of them. I should play with my-Jakarta-friends like a common used to. but I feeling pretty good shares my common thought and my stories to both of them. but I think they won't do that. They have their own group. You know, they are from high school in village and come hereby friends, they maybe think and feel that unpleasant to became a really friend to stranger here, stranger that they have know just for six months.

I just do not know what to say and do. I love both of them, they are sweet but lately I have gotten hurt because thinking about them. and a couple hours ago, I just know something that should one of them told me, briefly: important thing, from someone else! I have thought that they were considered me as a friend, but because some events and those hurt me, I noted that they just make me as a friend from boarding house which in a past have a chances to study together in a groups.

They took half of my brain-space, it was wasting my time. Became hatred was wasting to much time. I should find somebody else who really cares about me, who really joyed to spare a time to share and laugh and shopping together like best friends always do. maybe I should search someone special, or boyfriend. The lesson is: do not think to much, do not let your self in to much of something that none of your business.

I am tired being a kind person, a care too much person, and a excess-of-smile person. You can hate me now, because I am officially hate my self.

12.5.11

2nd war of regol in FEUI

You-know-what?
Yesterday at 7.00 pm or should I say, 6.56 shit pm, FEUI 2010 began the second war of virtual world in SIAK-NG a.k.a Regol. I have prepare for this one but because of fucking shit birpend who cheat opened the war 4 minutes earlier without any announcement, WE LOOOOSE!

What should I say? Should I not get short semester? I really mess up. I hate Regol.

1.5.11

Kate Middleton

Duchess of Cambridge

I am still normal and every woman in this world, envy her. Right? No, not to the reason that she can marry her duke, but on her wedding dress and her after party dress. I envy that dress. That silk, fall nicely on her body, the gown and tiara really fits each other. You know, I almost want to get married just because that dress! haha how woman I am.

1st May

Congratulation, body. You have succeded get life until 18 years old. Thanks for your support whenever situoation I got; sad, happy, sickness, anger, and anything feeling I have given for you, body.

Even I hate this day, I should be sorry for all things I have done for you. Even I won't born in this world, the fact is I am here, with you. So, I asking you, body, can we cooperate for a year and after? for my parents sake? I should be someone, someday, with somehow before you can leave me with peace. I robe you, hope we lucky this year.

Happy Birthday to me :)

17.4.11

Single Forever

Until now I have been girl whom always independent and doing anything with own hassle. and until this sound of ticking passed I still that girl, never think to change my mind until I old later. Why? Now I would explain my thoughts to you all, my readers, who willing to read my writing.

First of all. Boyfriend (of my thought) is someone whom willing to share his time, his life, his money, his.. everything based on his love for her girlfriend whom a girl love him with pure love and willing to be interfered and leaned on by her boyfriend.

So, the point is. I don't think I am in that level, which willing to be cared and caring for somebody else but my family. I am the person whom always solve the problem by own way. No need caring by someone special, I just need a friend or bed to lean me on. In Saturday night when couples busy with their romance, I busied with my tasks and my dvds. Playing with cat, flattery its. No need loving by someone special.

And then, I won't to be married because I don't like in a box. I hate seeing same face for a long time, take care of someone that (maybe) I love for loooong shit time. go to hell with for the thought like that. I want to see fullest of the world, don't wanna disturb by anything useless things but my family's.

But I'm still the ordinary human. Sometimes that shit feeling called love pass me by. And I just smile to faced that. For solve that feeling, sometimes I walked the streets alone and see the clouds above me, the scene of this world, its beautiful. Watching the people's faces, take not of their expression, their smiles. And then I sleep to close the day. After that, I'll back again to the normal feeling and forget about the love things. Easy as always.

Sum of all, I am sure of my decision. I will not marry anyone in this world (except Japanese and someone I waited for long times) and I just need my family, my friends, and the society. Especially cats to accompany me facing the hardest time of this worls.

From the unique one, for all those whom read this.

30.3.11

... .... ....

Bonjour.

I've done my mid test a couple hours ago which was held from a weeks ago. The last test was my main course, principle of accounting and I ended it with failure. After that, I ran to gymnasium to join the badminton exam which was just service one cock up and fall to 3 meters, but again, I ended it with 0 which is that means I can not get A for this subject.

What should I do? What should I do? I'm just too stress to think about tomorrow even the day after that. I'm just cry over and over, hoping that someone care for me and want to listen my story, but I knew that no one would. The pressure I got from two weeks are too heavy, My hair falls everyday in much number and I always sleep until the day changed because many things not complete done. My eyes get the panda mark since two weeks ago, and I couldn't bearing even avoiding to not cry. I always tell to my self that I can pass it away and success whatever hard it, but practically this is so hard.. what should I do?

Furthermore, I have no friend. That's true. Simplify, this 'friends' will shown around me about two weeks about midterm or final test come. If not? No one would come, no one would care about me. Just say Hi when passing by and just by did that, they way, nor me to awake our relation. Just that, fellow. And now all people know about my plan to not getting married ever. But still I'm interesting to find one the best boy around here but who wants to share his time for girl whom clearly will not give him future. Who? No one.

Do you think I'm the saddest people on the world? Definitely, Yes I am. I'm not ugly just a little fatty, I do smile everyone say hi to me, I do never hate someone, I do care for my friends (even they do not), I do love someone (the truth is no one love me) and I do study but not every night like people said, but why should I get this situation??

I don't know. I even don't have any money to face tomorrow. and my eyes.. like after punched by someone. Hurts.

17.2.11

give up, officially

Akhirnya gue putuskan kalau gue menyerah. Bener-bener menyerah terhadap satu hal yang selama ini gue perjuangkan mati-matian, yang banyak menghabiskan ruang otak gue untuk berpikir. Mau menyesal juga percuma, akhirnya juga cuma menghabiskan tenaga dan waktu aja. Dari dulu gue udah berusaha tapi akhirnya kalian tahu kan, kalau gue kembali dan kembali lagi mencoba yang nihil akhirnya. Karena kesibukan gue makin lama makin bertambah dan umur gue begitu, gue rasa ini adalah kebijakan yang tepat. Sampai ada waktu yang tepat, sampai gue bisa menemukan yang lain, insya allah nanti gue ceritakan di sini. Dan kalian tahu? Selagi dia menghilang, gue sibuk dengan kesibukan gue yang menumpuk dan menikmati indahnya waktu berjalan diselingi rasa iri dan kasihan pada teman-teman dan diri sendiri haha ironis tapi nggak sesedih yang kalian kira. Satu prinsip yang gue pegang, selagi gue bisa kuat dan sendiri, selagi nasi adalah kebutuhan gue, selagi ada teman-teman di samping gue, untuk apa menyesal dan menyedihi diri sendiri karena status?

Dan lagi, akhir-akhir ini gue sibuk dengan kucing anggora tetangga :') makin pengen pelihara nanti pas udah kerja (◦'⌣'◦)

14.2.11

Si loper koran dan aku

Tepat setelah gue sukses turun dari bikun sore ini, dengan langkah tergopoh-gopoh gue pengen banget nulis blog, karena ada satu kejadian yang pengen gue inget sampai nanti gue dewasa.

Setelah pulang dari kawasan barel, memanjakan diri di tempat rentalan komik dan minum kopi jalanan selagi menunggu fotokopian jadi, gue menuju kutek dengan bikun. sepi, karena memang sudah jam setengah enam sore yang kebanyakan masih kuliah. di samping gue, ada adik penjual tukang koran (jam setengah enam, wow). duduk di samping gue, dia berusaha merayu gue untuk membeli koran dia. gue nggak suka banget baca koran, karena bukan nggak mau, tapi karena nggak bisa bacanya dan suka ribet dengan ukuran kertasnya yang super besar. yang ingin gue ingat dan alasan mengapa gue nulis kejadian ini di blog adalah curhatan curian yang dilakukan oleh sang penjual koran selama perjalanan dari fakultas psikologi sampai kutek (singkat).

Penjual: kak, beli kak.. buat bayar spp sekolah saya..
Gue: wah, maaf dek. saya nggak bisa baca koran
P: (tiba-tiba curhat) saya belum bayar spp kak, makanya saya jualan koran
G: (bingung) bukannya sekolah udah nggak bayar ya dek? kamu sd kan?
P: saya madrasah kak, madrasah masih bayar spp. saya juga harus nahan sakit. saya punya asma
G: ya allah, pindah aja ke sekolah dasar, nanti kan jadi nggak bayar
P: tapi rapor saya di tahan kak, saya harus bayar spp dulu baru bisa pindah
G: emh yaudah, ada kompas nggak?
P: saya ambil koran dari teman, ini aja hasil jualan saya bagi sama teman saya. yang kompas ada di teman saya kak..
G: yaaah.. saya maunya kompas. kamu kalau begitu kapan bisa bayar spp-nya. emangnya perbulan berapa dek?
P: Rp 48.000,- kak. saya belum bayar dua bulan..
G: jadi, Rp 96.000,- ?? (astaghfirullah)

kejadian sebelum kumandang adzan maghrib, kejadian di mana menghentakkan hati nurani gue. rasanya pengen di bikun nangis saat itu juga, satu bikun ngedengar percakapan gue dan si loper koran, anak yang tangguh. nominal spp dua bulan yang terkadang buat kami-kami adalah angka yang biasanya sudah maklum keluar dari dompet dua hari sekali, sedangkan bagi dia, spp dua bulan yang memaksa dia menjual koran? terenyuh, sakit banget hati gue. kalau ada uang, mau banget gue ketemu madrasahnya dan langsung bayar uang spp-nya.. tapi..

pelajaran yang berharga sore tadi. gue diajarkan untuk berhemat dan tidak boros, saling memberi dan peduli. masih banyak yang miskin serta kaum papa yang patut di bantu. kalau anda bisa membantu mengapa tidak dari sekarang, minimal dengan membantu biaya sekolah mereka, memupuk masa depan mereka.. semoga kejadian seperti di atas dari tahun ke tahun, si loper koran makin berkurang di Indonesia. Amin ya Allah :')

5.2.11

Boredom

Setiap rumah ada atap yang membatasinya dengan langit, setiap air akan tumpah dari wadahnya bila melebihi kapasitas. sama seperti itu, gue kayaknya udah mencapai limit kebosanan, atap dari rumah dan kapasitas dari wadah untuk menulis. dalam berbagai arti, menulis adalah segala hal bagi gue, teman hidup gue. tapi rasanya gue harus berhenti sesaat mengingat gue bosan dengan hidup gue yang dari tahun ke tahun sama-sama aja. mungkin kalau kalian sempat baca blog gue dari awal hingga sekarang, ada beberapa postingan yang isinya kira-kira bisa sama dengan postingan sebelumnya, karena kehidupan gue memang itu-itu aja. dan parahnya, akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi parah. nggak nyangka hidup perkuliahan gue bakal sama aja kayak hidup sd, smp, sma gue. walaupun udah berusaha mengubah dengan ngekos, tetep aja kalau orangnya berkepribadian begini ya hasilnya juga tetep begini :')

so sad but I think I'll hiatus again, for awhile until I find the best moment or moment that I can shared. Adios, muchos :*

28.1.11

Gue nggak ngerti sama diri gue sendiri. Sama sekali nggak ngerti.
Makin lama gue makin merasa kalau gue selama ini 'kosong'. Gue tertawa tapi hati gue nggak tertawa. Gue nangis tapi terkadang gue nggak tahu kalau gue nangis untuk apa dan buat siapa. dan, gue selalu ingin merasa di sayang teman-teman, sahabat, dan keluarga tapi gue nggak pernah bener-bener sayang.. karena gue 'kosong'.

selama ini gue hanya terisi ambisi, impian, nafsu, dan dendam. nggak lebih dari itu.
terkadang gue mau terlahir kembali, mengulang dahulu kala yang dulunya buruk di hidup gue, biar gue yang 'kosong' nggak akan ada.

Ya Allah, cuma engkau yang tahu, gue siapa. tapi kapan gue bisa sadar akan siapa gue ini?

#galau. so sorry

22.1.11

Mayday mayday!


see that? how busy i am for next six months will be. and I can't wait for it (huh?)
I'm human so I really getting bored super fast than anyone could be, I bored with my stuff, my activity in this holiday, my food, my laptop, my new gadget, and the internet! as expected, I reach the limit and sorry to say but I rigidly want my college life back, my boarding house again, my freedom, and my loneliness..

Several days again, and I can't wait!

20.1.11

Libur

Setelah hiatus panjang selama liburan dari menulis di blog tercinta bukan berarti liburan ini gue nggak di rumah terus, jalan jalan tiap hari, atau bahkan ke luar negeri. Nggak kok, nggak. Hampir sebagian besar waktu liburan yang gue punya, gue habiskan dengan berkutat di rumah, duduk di depan laptop, dan memutar dvd yang banyak di simpan di dalam hardisk. Selain itu, gue sibuk buka SIAK-NG ngurusin regol yang sampai sekarang belum tuntas juga kabarnya gimana.

Liburan kali ini emang gue rencanain untuk bertemu semua sahabat sma gue dan sahabat smp gue, menghabiskan banyak waktu dan perhatian penuh ke adik kecil gue, mendekatkan tali persaudaraan dengan adik kecil gue, bantu-bantu nyokap selagi di rumah biar nyokap seneng, belanja sama bokap biar hubungan gue sama dia membaik dan dateng ke kondangan serta acara keluarga yang selama enam bulan yang lalu udah jarang gue datengin karena kesibukan gue yang teramat padat.


Makan puas-puasin, melupakan acara diet mendiet serta olahraga sementara waktu mumpung di rumah, belanja sempuasnya mumpung pake duit orangtua, tidur malam bangun siang sepuasnya, semua itu gue lakukan atas dasar balas dendam karena semua hal di atas nggak bisa gue lakukan pas udah mulai ngampus.

Tinggal tersisa satu minggu lagi, liburan semester satu gue. Semoga gue bisa karaokean, ice skatingan, dan ketemu sama Dira dan Dinike yang susah banget ketemunya. Amin

ps: besok gue ada campus expo di sekolah. doain lancar yaa dan semoga mereka semua mau mencoba masuk UI atau presentasi kami bisa menambah pilihan mereka dan wawasan mereka tentang UI. Ayo masuk UI!

12.1.11

Regol UI

Kemaren sore tepat pukul 17.00 WIB adalah hari yang sangat lebay dalam hidup perkuliahan gue selama jadi mahasiswa. Lebay karena pada saat itu anak-anak FEUI yang jumlahnya banyak sekali masuk ke dalam satu situs secara bersamaan, mengakses situs tersebut secara bersama-sama untuk memperebutkan kelas-kelas ideal yang mereka harapkan, yang akan mendapatkan dosen yang baik nilai dan enak mengajar di posisi pertama atau Top Ten. Lebay to the max, saudara-saudara!

Nggak tahu deh yang lebay anak FE doang, atau anak-anak twitter  yang gue follow doang atau bagaimana, yang jelas beneran menguras tenaga. Banyak dari mereka sebelum regol sudah bermusyawarah H-3 mendiskusikan kelas mana, mau dosen mana yang akan di pilih. Jauh-jauh pergi dari rumah menuju tempat yang bisa berkoneksi dewa untuk menjadi Top Ten masuk situs, kalau yang nggak pake koneksi internet dewa niscaya, masuk ke situs tersebut langsung di sambut kata-kata: Internet Server Error bahkan lo bisa aja nggak beranjak ke situs tersebut sama sekali. Kalau udah begitu, dengan koneksi lemot lo yang akhirnya bisa membawa lo masuk ke home dan sukses masuk bagian add IRS, sudah dapat dipastikan kelas-kelas favorit dan kelas pagi akan penuh semua! menyeramkan! hanya tiga menit, semua langsung penuh. Padahal untuk berdiskusi mau pilih kelas yang mana butuh tiga hari tiga malam. Paling sedih dan tragis kalau udah diskusi panjang lebar, mau masuk SIAK-NG (situs tersebut) malah pakai error , kan gagal total semua tuh.

H- beberapa jam sebelum jam pembukaan regol (pilih kelas) biasanya anak-anak udah siap dan stand by di depan laptop dan komputer masing-masing. Keadaan memanas, tegang, dan semacamnya. Beberapa menit sebelum regol biasanya udah pada sibuk tekan F5 setiap 5 detik. Lebay deh intinya. Pada bunuh-bunuhan, perang-perangan, siapa cepat dia yang dapat. Semua memegang asas "demi kehidupan semester yang bahagia" membuat semuanya menghalalkan berbagai cara agar bisa aman dalam 5 menit saja. Sungguh anak-anak FE yang haus nilai.

oke, yang di atas keadaan sebenarnya dalam regol di FE UI. yang di mana gue juga kaget setengah mati soalnya semester kemaren diregolin sama kakak mentor, jadi gue selalu sekelas sama temen-temen OPK gue. Jadi enak, nggak ngerasain bunuh-bunuhan. Terus, semester dua ini baru di lepas sama mereka dan gue kaget ternyata begini toh keadaannya. Mau nggak mau gue harus siap, dan coba bertarung dengan yang lain. Ada yang menyikapi dengan santai, ada juga yang bikin persiapan biar nggak kalah dari yang lain. Kembali ke pribadi masing-masing dalam menyikapi regol ini. Kalau gue sih, gue milih untuk regol pada saat regol di buka. Ambil kelas yang bisa sekelas sama temen aja udah seneng. untuk masalah dosen itu kebaikan dari yang di Atas, semoga Allah memberikan yang terbaik buat semester ini.

Ada juga teman-teman gue, yang baru regol saat malam harinya. Santai banget, tapi harusnya regol yang di shuffle kayak begini sewajarnya disikapi dengan santai, nggak kayak penjelasan gue yang lebay di atas (padahal itulah kenyataannya).

Buat mahasiswa-mahasiswa baru yang akan menghadapi regol kalian yang pertama kali, ada beberapa saran gue buat kalian:
  • Internetnya jangan yang lemot, itu saran utama. Kalau nggak ada, bisa ke warnet terdekat atau ke kampus pakai wifi kampus kita yang super cepat
  • Jangan lupa kerja sama dengan teman-teman, biar bisa sekelas. Tentuin mau pilih kelas huruf apa, biar ada temennya, juga biar belajar nanti lebih semangat (kan ada temen)
  • Klik pilihan kelas terus save. Klik kelas terus save. dan seterusnya. Biar posisi kalian safe!
  • Kalau kata temen gue yang lebay: latihan klik kelas dulu. Bolehlah di coba.
  • Jangan tegang, santai aja.
  • Komunikasi dengan teman, udah sekelas semua belum. Jangan ninggalin teman. Kalau ada yang nggak sekelas, coba sms biar pilih kelas yang masih kosong biar bisa sekelas
  • Siapin jadwal jauh-jauh hari, tentuin mau pilih kelas yang mana dengan siapin juga kelas cadangannya. Jadi nggak usah repot dan bingung lagi kalau kelas pilihan pertama penuh atau ada temen kita yang nggak bisa sekelas
  • Kalau mencar-mencar juga, santai aja. Nanti juga ketemu teman baru di kelas baru.
Gitu aja tips dari gue, berdasarkan pengalaman kemaren malam yang menakjubkan. Adios!

11.1.11

Pro buat Tiffatul

Ya, saya setuju dengan tindakan pak menteri, berbeda dengan kebanyakan orang yang menentang aksi pemblokiran dan banned bagi RIM pada Blackberry. Setelah menyimak dengan seksama tayangan Metro TV hari ini pada pagi hari serta segala komentar dan kritik yang dilayangkan.

Ini pendapat saya, pikiran saya yang melayang setelah menonton acara tersebut, dan membuka beberapa situs yang membicarakan hal yang sama.

Bahwa, mereka (penduduk Indonesia pengguna BB) egois dan bodoh. Itu dua kata yang merangkum semua pernyataan yang akan gue paparkan di bawah.

Egois. iya, itu menurut saya. Kenapa? bisa di lihat sendiri kenapa satu statement tentang Blackberry bisa menimbulkan begitu besar reaksi dalam masyarakat. jawabannya sebagian besar penduduk Indonesia kebanyakan menggunakan Blackberry dan mereka tidak ingin dirugikan secara personal atas tindakan dari pemerintah ini. Seperti yang saya lihat di situs ini mayoritas marah karena merasa akan dirugikan; Blackberry-nya kalau di jual tidak laku lah, ada yang baru beli Blackberry-lah, dengan mengatasnamakan mereka tidak setuju dengan salah satu alasan Pak Tiffatul yang mengatakan pemblokiran RIM karena tidak ada filter situs porno. Padahal, kalau mereka mau membuka pikiran mereka, menghilangkan keegoisan mereka, mereka bisa melihat bahwa tindakan yang dilakukan pak menteri semata-mata atas nama Indonesia, menjunjungtinggikan kepentingan negara yang selama bertahun-tahun secara tidak sadar, masyarakat Indonesia telah di perah bagai sapi demi keuntungan pihak Kanada sana! apakah mereka nggak sadar? baru terbuai fasilitas yang sedikit saja sudah menjadi peliharaan pihak asing. Mana nasionalisme kita?

Mereka marah karena mereka dirugikan secara pribadi, terus kenapa mereka nggak marah atas apa yang dilakukan pihak RIM yang tidak mempatuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia? Kerugian mereka pribadi bisalah dikatakan sekitar 5 Juta atau kurang. Tidak lebih. Lalu berapa besar kerugian negara ini? Triliunan! Per tahun! di mana nasionalisme kalian? ke mana rasa cinta terhadap negara ini? Kita nggak mau kan dijadiin pasar aja? belajar sejarah kan? apakah kita mau kembali cuma menjadi pelabuhan para pedagang Belanda dan Portugis yang menjajah kita? Pasti nggak.

Bodoh. Iya secara kasarnya begitu. Apa lagi kata-kata yang tepat untuk menggambarkan reaksi masyarakat terhadap issue ini. Betapa lucunya, masyarakat menghina pemerintahnya habis-habisan dan membela pihak luar sebegitunya. Bolehlah di hina, tapi kalau memang salah. Tapi apakah tindakan Pak Tiffatul ini salah? Saya rasa tidak. Dia hanya menjalankan tugasnya untuk menegakkan peraturan yang berlaku di Indonesia. Kenapa di hujat habis-habisan? Kenapa yang ingin mengakkan keadilan di lakukan semena-mena? Masyarakat apa kita ini?

Kebijakan Pak Tiffatul ini juga tidak serta merta membuat pengguna Blackberry kehilangan nilai guna dari handphone itu sendiri. Toh, kebutuhan utama untuk BBM, telfon, dan sms masih tetap berjalan seperti biasa. Kenapa kita ribut dan menghardik menteri kita sendiri sampai sebegitunya? Kalau untuk kelancaran berbisnis dan kemudahan mengakses internet, dengan bantuan jaringan provider kita masih bisa kok mengakses internet via BB kita tanpa RIM, walaupun nggak sehebat push-emailnya. Untuk email, bisa lah kembali ke laptop anda dengan portable modemnya. Apa yang diributkan toh?

Yang jelas, saya buka komplotan di pihak mana pun, saya bukan antek-antek Pak Tiffatul sehingga mau membela dia, saya juga nggak kenal dan di bayar. Saya hanya mengungkapkan pendapat pribadi saya, yang tercipta karena media massa. Saya hanya mahasiswa semester satu menuju dua yang mencintai negeri ini lebih dari dirinya. Mohon saran dan kritik kalau ada yang tidak berkenan. Terima Kasih :) No offense ya, pengguna BB :)