18.9.11

1st week 3rd term

Hi people around the world!
Today is the second week of third semester. Sorry for lack of post recently because started from last monday, I prepared for orientate-fresh graduated of Seni Gerak Budaya (SGB) and Badan Otonom Economica (BOE) stand. For SGB, I must trained my self every evening for dance bidjeh dance from Aceh with three others friends and six other whom dance Bajidor and Bali dance. It was tiring and waste much of my energy.

But yesterday after we performed front of all fresh-graduate 2011 FEUI, it was spectaculer! we did not feel tired anymore. and after that in the noon we stood up in front our stand and promote SGB.

Before that, in the morning, I act as external affair from BOE and shouted out our name: BOE! to all people who wear yellow jackets (red: the fresh graduated people) for come and see our room to know more abot "What is BOE'. It was so much fun! and tiring, of course.

still, in the evening I met up with my cooperation group to discuss about our tasks and presentation, not forget to do my priority after so much activity, right?

That's all my summary for this week. Bismillah for the next week, hope I can manage my money more efficiently.

End.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Kesedihan yang selalu aku bawa saat melewati tempatmu, bis kuningku yang berbelok ke arah fakultasmu, dan ketidaktahuanmu yang perlahan-lahan menyiksaku.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Perjuangan keras yang terpatri di setiap heningmu, langkah gontaimu di setiap malam sunyi, dan bunyi gesekan buku dan kertas diktat kuliahmu membuat aku kuat bertahan.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Keikhlasan bukanlah hal yang mudah didapatkan, apalagi dilakukan. Dirimu yang bukan milikku kapan saja bisa menjadi milik seseorang. Aku yang hanya menunggu di belakang, pasrah melihatmu berjalan tegap menyongsong masa depan cerah.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Bahwa, aku bukanlah yang terbaik untuk dirimu yang terindah akhlaknya, budi pekertinya. Bahwa aku ikhlas melupakanmu, melewatimu dalam hening, tanpa menengok bagaimana kabarmu kini.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
diriku tidak pantas untukmu.

Terima kasih banyak kak, aku belajar banyak hal selama ini.
Salam kasihku, untukmu.

Seseorang yang mahsyur namanya, dan kepribadiannya.
Doaku menyertaimu.

11.8.11

The hopeless pray

One year left, my time getting shorter and I, up even now, did not do anything big to make our distance disappear. I were busy with my stuff and forgetting all my aim goal, like him. What should I do, God?
In this one year, even I'm happy that now he smiled me and say Hi to me when we met, it still makes me hurt. We even can not start the conversation when we suddenly in one place-like those days.
I realized that I have wasted my time to suck a junk activities. Now, hundreds girls will stared you talking as leader in next couple days, wearing yellow jackets, speaking touchy speech with your cool style.
God, what should I do? can you just make him feel the same way like I have? Can you? :'(

Sorry if you think "what is this girl thinking about? didn't she just post about forgetting the boy?". Yes, I did. and yes, I have did this things many times but like the quotes said,
Love is hard to get, but harder to let go.

Oftentimes we say goodbye to the person we love without wanting to. Though that doesn’t mean that we've stopped loving them or we've stopped to care. Sometimes goodbye is a painful way to say I love you.
How can I forget you when your always on my mind? How can I not want you when your all I want inside? How can I let you go when I can't see us apart? How can I not love you when you control my heart?
The worst thing is holding on to someone who doesn't want to be held on to. Why am I afraid to lose you when you're not even mine...

I just need someone to cure my pain :'(

What's my concern now

I have held many events in just one year of my freshmen attended. For next semester, I will fully concern with my project with:
  • 34th Jazz Goes To Campus as Jazz Communion
  • Documentary Days 2011 as Sponsorship
  • Badan Otonom Economica as External Affairs
  • SEA Games volunteer
Now you know that I am not kind of geeky university student that just focus to make the IP larger and larger. I am even facing the diminishing of return in my IPK :'(

I'm just now try to manage my time more scheduled and pushing my self more harder to complete all of those project nicely. Bismillah, third semester will hard!

Ps: I got scholarship too~ how lucky I am ;p

Helping fund raising

Unexpected things rarely happened in my life. Like this one.
Couple days ago I got text from my friend that we (me and my friends which attended audition for quiz in one of television-- just read this) PASSED THE AUDITION!! wohooo~
We really hopeless and did not think about pass the quiz's audition.

So, yesterday, we got aired live from studio one somewhere-television with many peoples wore weird clothes and make up. We even styled our face with weird make up (love lipstick and wing eyeliner) and wore beach dress, sun glasses, and summer cap in those studio. For boys, they wore floral-shirt and using sun glasses like us.

The crew in those studios before we got aired live, played some music to made ice-breaker on us. We even danced like a crazy people in the floor! That was the awesome moment for Coconut (us, our group name). We danced, jived, whooped, yelled, and sort of those things in fifteen minutes with all of other groups :)

After those crazy moments, we back sat again and got instruction from crew. The presenter, Indra Bekti and Indi Barents (you now knew what's the quiz name, right?) after that showed and joked around with us. They were silly and not different from television, handsome and pretty :) They such a cute crazy couple.

When the quiz began, we really showed what's the best from us-- whooped and screamed haha. but unfortunately, until the end of trader game, there's no one of us picked by Indra for trading.

So sorry for all of Documentary Days crew for our fails. BUT WE WILL NEVER GIVE UP! the second line of team will attended the audition in couple days. So Indonesia, wait for us!

Ps: my family (mom and dad) were uproar when saw my face in television. my aunt in Jayapura also watched those quiz and saw my face. Many of my friends mentioned me in twitter and bbm us because we appeared in television. My feeling? SHAME! what-a-weird-face I have for those times!! Our love-shaped lipstick! My parents laughed for that. My chubby face and fat body! Wtf! I now officially in serious mode for DIET! No longer to holding this pain anymore :'(

FAT FAT FAT PLEASE DISAPPEAR!

6.8.11

Captured dreams

Saya hanyalah wanita kecil dari keluarga kecil. Asa dan tekad yang kuat menjalani berbagai macam jenis hidup merupakan favorit saya. Mimpi saya sedari kecil adalah mencoba dan mencoba berbagai macam hal baru, dimulai dari negeri saya sendiri yang tercinta-- Indonesia dan seluruh negeri di dunia.

Hal ini bukan sekedar hal biasa. Karena dari hari ke hari, saya berusaha mencari dimana letak titik passion hidup saya, dan yang saya temukan adalah hal ini: mencoba berbagai hal baru. Di saat itulah saya bisa menggali motivasi baru saya, meraih semangat saya untuk melakukan suatu hal.

Tetapi, apa daya. Keluarga saya mempunyai keterbatasan dan mimpi saya yang luas harus dibatasi oleh keterbatasan yang saya miliki. Tapi saya tidak menyerah, karena saya tahu ini hanyalah masalah waktu. Pasti kelak ada kalanya saya bisa meraih semua impian yang saya impikan. Semua hal yang selalu muncul dalam mimpi saya.

Seruling besi, tarian daerah, tawa canda orang-orang yang tidak dikenal, bahasa yang tidak saya kenal, salju, gunung, laut, keindahan dunia. Kapan ya?

1.8.11

Well,

Hari itu adalah puncak kebahagiaanku, hari yang ada di akhir bulan Juli.
Setelah bergumul dengan ratusan latihan soal mempersiapkan hari UAS yang lelah. Bagaikan sebuah hadiah dari Yang-di-Atas, hari itu ditutup dengan senyuman dari seseorang yang nggak pernah gue bayang buat nyapa duluan.


Rasanya, hari-hari gue menunggu dan berusaha memperpendek jarak dibayar sudah. Rasanya bagaikan mimpi. Perjuangan gue menghasilkan sesuatu yang manis. Akhirnya, ada satu hal yang bisa gue kenang, gue banggakan, disaat gue sudah memutuskan bulat-bulat untuk menyerah mengejar dan bermimpi. Menyerah untuk memaksakan diri membuat seseorang yang nggak kenal diri gue sebagai pusat dari segala aktifitas gue.

Cukup, dan terima kasih atas senyumannya :)

15.7.11

Ester bangun-bangun langsung ngomongin bintang Korea pujaan hatinya, Kim Hyun Joong yang katanya ganteng. Pembicaraan ngalor-ngidul kita dari si artis korea berlanjut ke pembicaraan pernikahan dan bagaimana tua nanti mau menghabiskan waktu. Karena kita sama-sama penyuka musik klasik, kita berencana mau tinggal di winna mengunjungi setiap konser dan orkestra yang ada di negara itu, mengunjungi makam para legenda, Beethoven, Chopin, tinggal dengan cucu-cucu yang mau bermain harpa dan flute, dibuatkan teh oleh suami yang tampan seperti bintang film walaupun sudah tua. Haha pembicaraan kami memang layaknya wanita seperti biasa.

Tapi rencana bagi gue hanyalah tajuk wacana. Sebagai orang yang menjalani setiap keputusan dari apa yang dia sedang hadapi, gue suka susah menjalani rencana yang telah gue rencanakan. Lagipula, gue nggak suka ikatan dan status yang mengikata. Gue adalah tipe wanita pekerja yang tidak berurusan dengan masalah dapur dan rumah tangga. Kalaupun iya, orang yang akan gue rela untuk mengikat pastilah orang yang sangat special diantara semua orang yang special disekeliling gue saat ini.

Beneran deh, gue penasaran, dengan pemikiran yang terus begini, dengan jalan hidup gue yang begini, dengan keadaan yang begini, gue jadi apa di masa depan nanti. Bisa nggak ya gue merealisasikan mimpi indah di masa tua yang gue bicarain dengan ester diperjalanan kecil dengan BOE ini? Apa gue jadinya tinggal di pegunungan alpen saat tua memerah sapi dan menikmati keindahan alam bersama cucu dan suami? Haha amiiin ya Allah.

Perjalanan sekarang sudah berada di Cikopo. Sedikit lagi sampaiii ‎​\(´▽`)/

Perjalananku bersama BOE

Tulisan ini gue buat dalam perjalanan panjang menuju villa borneo, puncak bersama keluarga besar economica dari depok. Dalam kesunyian menyongsong setiap deru bis kota yang kami naiki, disamping ester yang sedang tertidur lelap karena kantuk tak tahan dalam kendaraan, gue terbawa suasana, mengenang kejadian pagi tadi dikosankku, dua jam yang lalu.

Dua jam yang lalu, tepat pukul 7 pagi, keluarga kosan Pinky merayakan surprise party yang sudah menjadi tradisi setiap keluarga pinky ulang tahun. Hari ini adalah ulang tahun teman kami, sahabat kami, dan suhu kami, Altius :). Jujur, kemarin gue lupa sama sekali kalau dia hari ini ulang tahun, dan jujur dari kemarin gue sama dia dalam kondisi pertemanan yang tidak baik. Gue yang tiba-tiba kesel sama dia bikin segalanya berantakan.

Dari awal, gue emang nggak baik dalam menjalani hubungan pertemanan yang terlalu dekat. Contohnya Altius, dan Wirda. Seiring berjalannya waktu, perlahan demi perlahan gue sendiri yang merenggangkan hubungan pertemanan kami. Gue nggak ngerti kenapa gue begini. Dulu juga, gue memberi jarak pada teman-teman OPK gue yang baik hati.

Di dalam hati, gue sayang mereka semua, dan peduli dengan mereka. Gue sayang semua orang yang gue kenal, tapi gue nggak bisa ngejaga mereka nyaman disamping gue. Gue bahkan nggak pernah memeluk mereka (kecuali yang terdekat). Sentuhan, menurut gue, jarang banget bisa gue lakukan. Orang tua gue, jarang banget nyentuh gue, meluk gue, bahkan adik-adik gue sendiri aja jarang hha. Tapi pengen deh peluk teman-teman, mana tau hubungan yang tadinya gue renggangin bisa kembali lagi kayak awal.

Semakin ke sini, gue beneran butuh teman yang peduli sama gue, bukan hanya dalam hal pelajaran aja.

Balik lagi ke perjalanan dalam BOE, gue sekarang masih di daerah depok. Kayaknya bakalan macet, walaupun ini masih hari Jumat. Ngomong-ngomong, gue sempet-sempetnya aja pergi jalan-jalan meninggalkan setumpuk tugas kuliah dan kepanitiaan di meja kosan dalam tiga hari Щ(ºДºщ) semoga Allah menyertaiku sajalah. Sekarang, gue mau menjalaninya seperti air, tenang namun pasti. Setiap hal pasti ada jalannya.

Oh, ester udah bangun dari tidurnya. Mari balik ke dunia nyata dulu. Laporan perjalanan bersama BOE akan terus berlanjut seiring hariku dan hatiku yang sedang gundah gulana. Caoo

10.7.11

Di dunia ini semuanya diciptakan berpasangan. Bahkan suatu kejadian diciptakan seperti ini. Contohnya, baik dan buruk, juga lahir dan mati. Ya, lahir dan mati. Kita hidup dilahirkan ke dunia ini oleh seorang wanita mulia, dinafkahi oleh seorang lelaki gagah perkasa yang rela mengorbankan dirinya demi keluarga. Dalam proses hidup, kita menghadapi banyak kejadian, kesusahan, kesenangan, kebathilan, kenaifan, keserakahan, keegoisan, dosa hidup silih berganti dilakukan, tangis pilu berharap permohonan maaf Yang Maha Kuasa diturutkan. Silih berganti, kita semua melakukan hal tersebut. Seakan lupa sama sekali, bahwa ajal selalu setia menunggu di sisi setiap manusia. Tinggal meminta persetujuan waktu, kapan itu dapat terjadi.

Banyak kejadian yang tidak tertuliskan di blog ini. Waktu yang padat, badan yang letih akibat menumpuknya tugas dan segudang aktivitas menjadi alasan dibalik ini semua. Menyesal sih kenapa nggak bisa menuliskan sedikit put kedalam blog ini, tapi apa daya.

Ada beberapa kejadian yang nggak boleh gue lupa.

Beberapa hari setelah acara Boeconomi Temu Alumni, bapak para economica meninggal dunia terkena serangan jantung pada hari Jumat seminggu setelah acara, pada saat waktu shalat Jum'at di ruangan Badan Otonom Economica. Kami semua menangis, kami semua menyesal, kami semua berteriak menanyakan kenapa begitu cepat. Para alumni bahkan meminta diadakan kembali acara temu, meminta maaf tidak bisa hadir waktu itu, menyesali kenapa mereka tidak hadir, menyesali, menyesali, dan menyesali.

Yang gue ingat, senyum mas Karno itu begitu indah. Nggak boong. Matanya ketika dia tersenyum, ikut memancarkan sinar. Bukan kesan lagi, tapi tiap dia tersenyum, setiap orang yang melihat akan membalas senyumnya dengan senyum yang sama, senyum yang tulus dari hati. Ya, sama seperti senyum seorang bapak. Gue, mahasiswa baru, baru bergabung dengan organisasi tersebut, bahkan belum sempat minum teh buatan mas karno yang terkenal enak tiada duanya. Bahkan janji kami untuk pulang bersama setelah temu alumni selesai tidak terpenuhi karena mas karno ninggalin gue begitu aja tanpa bilang :(. Andaikan gue punya kenangan yang bisa dikenang dengan orang hebat satu ini. Orang yang berkontribusi terhadap sesuatu dengan seluruh kemampuannya, tindakan yang tidak-setengah-setengah yang sesungguhnya. Orang yang mulia.

***

Hari jumat kemarin, gue tiba-tiba disampaikan berita bahwa guru les bahasa indonesia gue, Bu Diana Leroy meninggal dunia, dipanggil Yang Maha Kuasa begitu cepat karena penyakitnya yang telah diderita. Ya, bahkan gue pernah melihat dia mengeluh karena sakitnya. Seorang guru yang tidak begitu gue kenal, namun dia rela memberikan ilmunya, memberikan kasih sayangnya agar kami dapat mengerjakan soal bahasa indonesia dengan baik dan benar, terngiang cara dia berbicara di depan kelas, meminta kami untuk mengulang kata 10 kata depan..
 di, ke, dari, pada, kepada, dalam, dengan, untuk, bagi, terhadap!

kami semua, waktu itu menghafal dengan bermalas-malasan, masa bodoh dengan segala hal aneh yang diajarkan ibu Diana :'(. Maaf ya Ibu, maafkan segala kesalahan kami. Maaf ya Ibu, kami jarang datang kembali ke sana setelah lulus dan mendapatkan PTN yang kami mau, maaf ya Ibu, maafkan kami..
***

Manusia itu dirinya dipenuhi kegoisan yang membuat dirinya tidaklah mulia daripada seekor binatang. Tapi seorang manusia, memiliki empati dan simpati yang membuat ia terlihat indah. Apa yang salah dari kami, apa yang benar dari kami, kenapa kami selalu melakukan hal yang sama tanpa kami bosani, sesali? Kenapa kami menjanjikan hal yang tidak bisa kami tepati, melakukan hal yang tidak bisa kami penuhi? kenapa kami penuh dengan dosa, Tuhan? Kenapa? Kenapa??

when your nationalism being asked

It happened yesterday, when I went with my college friends to audition for kind of quiz program in one of most station television in Indonesia. We did not know, and did not wish to see those way of audition. The audition consist of ten teams in one room which every team consists of five peoples whom dress weird to attracted funny, joy, and cheerful. Every team shows its jingle in front of all the teams and judges. And we shocked about the questions after first team finished their jingled. He asked someone of them to sing our national anthem: Garuda Pancasila in awkward moves and changed all its vocal words to 'E'. That time, I really shocked and fortunately, all of my friends think the same way. We in silent keep the anger, and said in our heart, 'why you even use your national song as the teaser for audition, for toys to see our silliness?!. I even asked my friend besides me what if I stand up suddenly, interrupts their audition, and get mad to those judges. but my rationality said it was wrong and my friend said so. In silent, in our seats, we mad, we angry, to see those event.

Team by team went front and showed their jingled, and finally times for our team showed ours came. We did it great, our jingle, I think, was the best than the others. And then the question(s) after jingle come out. One of them ask someone of us to showed the jingle individually. He did it good, we even cheered up him from the back. The second question was same, judge asked someone of us to come and perform alone our jingle. And the last question came to me. I came with confident, a little bit action and it will done. But the question was the forbidden words I want to hear from him. Yup, he want me to sing Garuda Pancasila in 'funny' way by changing its vocal words to 'E'.

At that time, without thinking too much and ask permission from my team, I denied him. Really. He was shocked, and I was smile. I explained briefly why I did not want and ask if he can change the songs, ask to not use national songs, said that it really shame for me to sing that way to my country national song for that occasional (which was to having fun, he said). I said that it was same for me as I got naked in front of all of this people. And fortunately all of my friends agreed and we, together, denied judge's request and be strong of the worst case decision: will not be able to pass this audition. Until the last of audition, I still did not change my tenet and the judge still want me to sing Garuda Pancasila. Haha. Come on, what's your purpose for did this to us. It was really not funny at all, and you still can see someone's capability being a clown without blotted your own national song!

Personally, I really disappointed. I did not expect this situation. My soul said it was wrong, and I really do love this country. I just secretly proud of my little action that I did yesterday. I just did something nice for my country, build the nationality hefty. I do love Indonesia, I do. I live and studying in the only one university which can use Indonesia for its name. We proud of our decision! Hidup Mahasiswa! :) :)

12.6.11

33th Temu Alumni Badan Otonom Economica

Sebagai anggota aktif Badan Otonom Economica tahun 2010 biro External Affair, gue beberapa bulan yang lalu dinobatkan menjadi panitia acara Temu Alumni BOE yang diselenggarakan demi merayakan HUT BOE yang ke 33 tahun. Dalam beberapa bulan terakhir gue disibukkan dengan persiapan acara yang lovely ini juga ditambah dengan beberapa kepanitiaan lain yang gue pegang dalam waktu bersamaan. Nggak heran nilai gue bisa turun banyak layaknya terjun dari Niagara, tapi life must go on. Sampailah gue di hari ini, di hari-H-nya tergelar acara utama biro bagian gue, External Affair.



Di hari H, gue jadi penerima undangan dan melayani mereka sebelum masuk ruangan. Di sini gue ketemu mereka satu per satu, mendapatkan kartu nama mereka satu persatu, berkenalan dengan mereka satu per satu.. Dan itu adalah pengalaman yang menabjukkan. Orang-orang hebat di fakultas gue adalah alumni dari organisasi yang gue ikuti sekarang! dan direktur perusahaan terkemuka juga alumni dari organisasi ini. Amazing.

Selagi gue menerima mereka satu per satu, acara di dalam ruangan diiringin lagu keroncong dan lagu jaman dahulu barat, di sisi bagian kiri dinding ditempeli foto-foto sampai 20 tahun yang lalu, di mana mereka semua masih menjabat sebagai anggota aktif. makan bersama, bernyanyi bersama, foto bersama, dan bercanda gurau bersama. Suasana yang tentram, gue suka banget. Acara yang dimulai pukul sepuluh pagi ini akhirnya selesai pukul empat siang. Panitia membagikan makanan sisa kepada orang-orang sekitar tempat kegiatan dan sebagian diberikan kepada anggota mahawaditra yang sudah kami repotkan.



Dua tahun lagi, BOE akan menggelar temu alumni yang ke-35. Semoga acara ini kedepannya bisa selalu sukses seperti temu alumni kali ini, dan dapat memenuhi tujuan utamanya, yaitu mengakrabkan seluruh anggota BOE dan alumni BOE sehingga terjadi kesinambungan hubungan yang tidak terputus.

"Karena sekedar kata-kata bukanlah budaya kami" - BOE :)

Notes: Dan dari sinilah gue tahu kenapa BOE dibilang hebat. Alumni yang datang, masya Allah, semuanya orang sukses. Kritikus yang muncul pada zamannya itu sekarang hidup dalam kelimpahan harta. Kami, panitia acara, menatap kagum. Iri dan bangga jadi satu. Seenggaknya itu yang muncul dari dalam diri gue. Gue bertekad dalam hati, merekam segala hal yang terjadi hari ini sebagai motivasi hidup kedepannya. Baru kali ini gue ketemu orang sesukses mereka semua. Berjabat tangan dengan mereka merupakan suatu sentuhan motivasi yang besar bagi gue khususnya, dan bagi kami.