1.10.19

Meracau.

Oh begini ya rasanya mempunyai tanggung jawab dalam keterbatasan.

Ada perasaan yang setiap malam menghantuimu. Ada keinginan yang terkungkung. Seperti mengakui bahwa kini aku menyerah.

Aku bukan orang yang berlimpah harta, teman, dan waktu. Segalanya cukup, segalanya pas.
Namun akhir-akhir ini demi memuaskan seseorang, kupaksa keterbatasanku lebih dari biasanya. Demi kebahagiaannya, kukorbankan mimpi-mimpiku.

Yang aku tahu, saat itu tujuanku hanya untuk melihat senyum seseorang merekah. Mimpinya menjadi nyata. Karena aku yakin aku bisa lebih dari aku yang saat ini.

Tapi kadang rencana dan kenyataan berkata lain.

Lagi, aku terjebak dalam keputusan yang salah.

Sehingga kini aku harus menyerah. Harus rela dan berbohong menutupi keadaan.

Ingin rasanya aku menangis. Tapi kepada siapa? dan untuk apa?
Ingin rasanya aku pergi. Lelah itu sudah sampai ke kerongkongan.

0 s'inscrire: