Umurku sebentar lagi akan menginjak amgka 26. Sudah lewat masa midlife crisis yang digaung-gaungkan sebagai titik terberat hidup sebelum dewasa penuh. Nyatanya, hidupku masih sama-sama saja, berkisaran di lingkaran dengan radius yang sama. Terkadang untuk mengisi rutinitas yang bosan, aku melarikan diri melakukan hal-hal ringan yang membuatku senang dan sejenak melupakan tuntutan hidup. Contohnya seperti ikut kegiatan volunteering, belajar bahasa isyarat, atau ikut seminar apapun itu. Yang sesedikit mungkin melibatkan banyak biaya karena uang pun aku tidak punya terlalu banyak karena sebagian besar aku sisihkan untuk menolong keluargaku mewujudkan mimpi kami.
Rasanya senang keluar dari rutinitas kantor, kemacetan jakarta, abu-abunya ibu kota dengan bertemu orang-orang yang penuh dengan ide, kreativitas, warna, dan tawa. Memang semuanya hanya sementara karena itu semua hanya pelarian semata. Aku masih punya tanggungan dan harapan, jadi tidak bisa mengejar mimpiku sebenarnya. Aku banyak takut untuk terbang lari mengambil keputusan dengan cepat karena begitu banyak risiko yang harus aku perhitungkan masuk sebelum mengiyakan. Aku sendiri masih bingung dengan diriku dan mau dibawa kemana hidupku. Tapi begitu menyesakkan ketika setiap hari, di meja makan, pertanyaan tentang "apa saja yang harus kamu lakukan dihidupmu" selalu dilontarkan dan ditanyakan.
Mimpiku tidak muluk-muluk, aku ingin keluargaku bahagia, hangat, dan penuh tawa. Baru sehabis itu aku bisa mencari kebahagiaanku sendiri. Akupun masih takut untuk menerima orang lain masuk ke dalam hidupku, karena aku terlalu banyak melihat tangis dan pengorbanan dalam sebuah rumah tangga. Bukannya tidak mau memulai hubungan, tapi rasa ketakutan dan keraguan itu lebih besar dari rasa butuh, sehingga kadang aku lebih memilih sendiri dan mampu bertahan tanpa bantuan dan uluran kasih sayang orang lain.
Walaupun begitu, aku tetap berusaha mengobati semua luka dan memerangi ketakutan ini. Hanya waktunya belum mempertemukanku dengan orang yang tepat. Yang aku mau dan pinta dari Tuhan dan keluargaku, tolong tunggu aku... jangan paksa aku... doakan kebahagiaan untukku. Semua tuntutan kalian hanya membuatku semakin terluka...
0 s'inscrire:
Post a Comment