Bonjour.
I've done my mid test a couple hours ago which was held from a weeks ago. The last test was my main course, principle of accounting and I ended it with failure. After that, I ran to gymnasium to join the badminton exam which was just service one cock up and fall to 3 meters, but again, I ended it with 0 which is that means I can not get A for this subject.
What should I do? What should I do? I'm just too stress to think about tomorrow even the day after that. I'm just cry over and over, hoping that someone care for me and want to listen my story, but I knew that no one would. The pressure I got from two weeks are too heavy, My hair falls everyday in much number and I always sleep until the day changed because many things not complete done. My eyes get the panda mark since two weeks ago, and I couldn't bearing even avoiding to not cry. I always tell to my self that I can pass it away and success whatever hard it, but practically this is so hard.. what should I do?
Furthermore, I have no friend. That's true. Simplify, this 'friends' will shown around me about two weeks about midterm or final test come. If not? No one would come, no one would care about me. Just say Hi when passing by and just by did that, they way, nor me to awake our relation. Just that, fellow. And now all people know about my plan to not getting married ever. But still I'm interesting to find one the best boy around here but who wants to share his time for girl whom clearly will not give him future. Who? No one.
Do you think I'm the saddest people on the world? Definitely, Yes I am. I'm not ugly just a little fatty, I do smile everyone say hi to me, I do never hate someone, I do care for my friends (even they do not), I do love someone (the truth is no one love me) and I do study but not every night like people said, but why should I get this situation??
I don't know. I even don't have any money to face tomorrow. and my eyes.. like after punched by someone. Hurts.
30.3.11
17.2.11
give up, officially
Akhirnya gue putuskan kalau gue menyerah. Bener-bener menyerah terhadap satu hal yang selama ini gue perjuangkan mati-matian, yang banyak menghabiskan ruang otak gue untuk berpikir. Mau menyesal juga percuma, akhirnya juga cuma menghabiskan tenaga dan waktu aja. Dari dulu gue udah berusaha tapi akhirnya kalian tahu kan, kalau gue kembali dan kembali lagi mencoba yang nihil akhirnya. Karena kesibukan gue makin lama makin bertambah dan umur gue begitu, gue rasa ini adalah kebijakan yang tepat. Sampai ada waktu yang tepat, sampai gue bisa menemukan yang lain, insya allah nanti gue ceritakan di sini. Dan kalian tahu? Selagi dia menghilang, gue sibuk dengan kesibukan gue yang menumpuk dan menikmati indahnya waktu berjalan diselingi rasa iri dan kasihan pada teman-teman dan diri sendiri haha ironis tapi nggak sesedih yang kalian kira. Satu prinsip yang gue pegang, selagi gue bisa kuat dan sendiri, selagi nasi adalah kebutuhan gue, selagi ada teman-teman di samping gue, untuk apa menyesal dan menyedihi diri sendiri karena status?
Dan lagi, akhir-akhir ini gue sibuk dengan kucing anggora tetangga :') makin pengen pelihara nanti pas udah kerja (◦'⌣'◦)
Dan lagi, akhir-akhir ini gue sibuk dengan kucing anggora tetangga :') makin pengen pelihara nanti pas udah kerja (◦'⌣'◦)
Tag
blog
14.2.11
Si loper koran dan aku
Tepat setelah gue sukses turun dari bikun sore ini, dengan langkah tergopoh-gopoh gue pengen banget nulis blog, karena ada satu kejadian yang pengen gue inget sampai nanti gue dewasa.
Setelah pulang dari kawasan barel, memanjakan diri di tempat rentalan komik dan minum kopi jalanan selagi menunggu fotokopian jadi, gue menuju kutek dengan bikun. sepi, karena memang sudah jam setengah enam sore yang kebanyakan masih kuliah. di samping gue, ada adik penjual tukang koran (jam setengah enam, wow). duduk di samping gue, dia berusaha merayu gue untuk membeli koran dia. gue nggak suka banget baca koran, karena bukan nggak mau, tapi karena nggak bisa bacanya dan suka ribet dengan ukuran kertasnya yang super besar. yang ingin gue ingat dan alasan mengapa gue nulis kejadian ini di blog adalah curhatan curian yang dilakukan oleh sang penjual koran selama perjalanan dari fakultas psikologi sampai kutek (singkat).
kejadian sebelum kumandang adzan maghrib, kejadian di mana menghentakkan hati nurani gue. rasanya pengen di bikun nangis saat itu juga, satu bikun ngedengar percakapan gue dan si loper koran, anak yang tangguh. nominal spp dua bulan yang terkadang buat kami-kami adalah angka yang biasanya sudah maklum keluar dari dompet dua hari sekali, sedangkan bagi dia, spp dua bulan yang memaksa dia menjual koran? terenyuh, sakit banget hati gue. kalau ada uang, mau banget gue ketemu madrasahnya dan langsung bayar uang spp-nya.. tapi..
pelajaran yang berharga sore tadi. gue diajarkan untuk berhemat dan tidak boros, saling memberi dan peduli. masih banyak yang miskin serta kaum papa yang patut di bantu. kalau anda bisa membantu mengapa tidak dari sekarang, minimal dengan membantu biaya sekolah mereka, memupuk masa depan mereka.. semoga kejadian seperti di atas dari tahun ke tahun, si loper koran makin berkurang di Indonesia. Amin ya Allah :')
Setelah pulang dari kawasan barel, memanjakan diri di tempat rentalan komik dan minum kopi jalanan selagi menunggu fotokopian jadi, gue menuju kutek dengan bikun. sepi, karena memang sudah jam setengah enam sore yang kebanyakan masih kuliah. di samping gue, ada adik penjual tukang koran (jam setengah enam, wow). duduk di samping gue, dia berusaha merayu gue untuk membeli koran dia. gue nggak suka banget baca koran, karena bukan nggak mau, tapi karena nggak bisa bacanya dan suka ribet dengan ukuran kertasnya yang super besar. yang ingin gue ingat dan alasan mengapa gue nulis kejadian ini di blog adalah curhatan curian yang dilakukan oleh sang penjual koran selama perjalanan dari fakultas psikologi sampai kutek (singkat).
Penjual: kak, beli kak.. buat bayar spp sekolah saya..
Gue: wah, maaf dek. saya nggak bisa baca koran
P: (tiba-tiba curhat) saya belum bayar spp kak, makanya saya jualan koran
G: (bingung) bukannya sekolah udah nggak bayar ya dek? kamu sd kan?
P: saya madrasah kak, madrasah masih bayar spp. saya juga harus nahan sakit. saya punya asma
G: ya allah, pindah aja ke sekolah dasar, nanti kan jadi nggak bayar
P: tapi rapor saya di tahan kak, saya harus bayar spp dulu baru bisa pindah
G: emh yaudah, ada kompas nggak?
P: saya ambil koran dari teman, ini aja hasil jualan saya bagi sama teman saya. yang kompas ada di teman saya kak..
G: yaaah.. saya maunya kompas. kamu kalau begitu kapan bisa bayar spp-nya. emangnya perbulan berapa dek?
P: Rp 48.000,- kak. saya belum bayar dua bulan..
G: jadi, Rp 96.000,- ?? (astaghfirullah)
kejadian sebelum kumandang adzan maghrib, kejadian di mana menghentakkan hati nurani gue. rasanya pengen di bikun nangis saat itu juga, satu bikun ngedengar percakapan gue dan si loper koran, anak yang tangguh. nominal spp dua bulan yang terkadang buat kami-kami adalah angka yang biasanya sudah maklum keluar dari dompet dua hari sekali, sedangkan bagi dia, spp dua bulan yang memaksa dia menjual koran? terenyuh, sakit banget hati gue. kalau ada uang, mau banget gue ketemu madrasahnya dan langsung bayar uang spp-nya.. tapi..
pelajaran yang berharga sore tadi. gue diajarkan untuk berhemat dan tidak boros, saling memberi dan peduli. masih banyak yang miskin serta kaum papa yang patut di bantu. kalau anda bisa membantu mengapa tidak dari sekarang, minimal dengan membantu biaya sekolah mereka, memupuk masa depan mereka.. semoga kejadian seperti di atas dari tahun ke tahun, si loper koran makin berkurang di Indonesia. Amin ya Allah :')
Tag
blog
5.2.11
Boredom
Setiap rumah ada atap yang membatasinya dengan langit, setiap air akan tumpah dari wadahnya bila melebihi kapasitas. sama seperti itu, gue kayaknya udah mencapai limit kebosanan, atap dari rumah dan kapasitas dari wadah untuk menulis. dalam berbagai arti, menulis adalah segala hal bagi gue, teman hidup gue. tapi rasanya gue harus berhenti sesaat mengingat gue bosan dengan hidup gue yang dari tahun ke tahun sama-sama aja. mungkin kalau kalian sempat baca blog gue dari awal hingga sekarang, ada beberapa postingan yang isinya kira-kira bisa sama dengan postingan sebelumnya, karena kehidupan gue memang itu-itu aja. dan parahnya, akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi parah. nggak nyangka hidup perkuliahan gue bakal sama aja kayak hidup sd, smp, sma gue. walaupun udah berusaha mengubah dengan ngekos, tetep aja kalau orangnya berkepribadian begini ya hasilnya juga tetep begini :')
so sad but I think I'll hiatus again, for awhile until I find the best moment or moment that I can shared. Adios, muchos :*
so sad but I think I'll hiatus again, for awhile until I find the best moment or moment that I can shared. Adios, muchos :*
Tag
blog
28.1.11
Rifle Green
It tears me apart
The thought of you
I want to see you smile
At me
But you're too far
I can't reach
So I have to make
With what is here
It feels like you're summer
Though I should know it isn't true
Seems I have to get by
Till I forget about you
He hears me, He knows
He knows of the nights, the thoughts
He knows what your wry face means
He knows what it means to me
Still my heart hinges on hope
That you're mine
Though I know it isn't true
It can't be
So I will wait
Till time proves
That it is true
That you aren't mine
The thought of you
I want to see you smile
At me
But you're too far
I can't reach
So I have to make
With what is here
It feels like you're summer
Though I should know it isn't true
Seems I have to get by
Till I forget about you
He hears me, He knows
He knows of the nights, the thoughts
He knows what your wry face means
He knows what it means to me
Still my heart hinges on hope
That you're mine
Though I know it isn't true
It can't be
So I will wait
Till time proves
That it is true
That you aren't mine
Tag
poems
Gue nggak ngerti sama diri gue sendiri. Sama sekali nggak ngerti.
Makin lama gue makin merasa kalau gue selama ini 'kosong'. Gue tertawa tapi hati gue nggak tertawa. Gue nangis tapi terkadang gue nggak tahu kalau gue nangis untuk apa dan buat siapa. dan, gue selalu ingin merasa di sayang teman-teman, sahabat, dan keluarga tapi gue nggak pernah bener-bener sayang.. karena gue 'kosong'.
selama ini gue hanya terisi ambisi, impian, nafsu, dan dendam. nggak lebih dari itu.
terkadang gue mau terlahir kembali, mengulang dahulu kala yang dulunya buruk di hidup gue, biar gue yang 'kosong' nggak akan ada.
Ya Allah, cuma engkau yang tahu, gue siapa. tapi kapan gue bisa sadar akan siapa gue ini?
#galau. so sorry
Makin lama gue makin merasa kalau gue selama ini 'kosong'. Gue tertawa tapi hati gue nggak tertawa. Gue nangis tapi terkadang gue nggak tahu kalau gue nangis untuk apa dan buat siapa. dan, gue selalu ingin merasa di sayang teman-teman, sahabat, dan keluarga tapi gue nggak pernah bener-bener sayang.. karena gue 'kosong'.
selama ini gue hanya terisi ambisi, impian, nafsu, dan dendam. nggak lebih dari itu.
terkadang gue mau terlahir kembali, mengulang dahulu kala yang dulunya buruk di hidup gue, biar gue yang 'kosong' nggak akan ada.
Ya Allah, cuma engkau yang tahu, gue siapa. tapi kapan gue bisa sadar akan siapa gue ini?
#galau. so sorry
Tag
blog
22.1.11
Mayday mayday!
see that? how busy i am for next six months will be. and I can't wait for it (huh?)
I'm human so I really getting bored super fast than anyone could be, I bored with my stuff, my activity in this holiday, my food, my laptop, my new gadget, and the internet! as expected, I reach the limit and sorry to say but I rigidly want my college life back, my boarding house again, my freedom, and my loneliness..
Several days again, and I can't wait!
Tag
blog
20.1.11
Libur
Setelah hiatus panjang selama liburan dari menulis di blog tercinta bukan berarti liburan ini gue nggak di rumah terus, jalan jalan tiap hari, atau bahkan ke luar negeri. Nggak kok, nggak. Hampir sebagian besar waktu liburan yang gue punya, gue habiskan dengan berkutat di rumah, duduk di depan laptop, dan memutar dvd yang banyak di simpan di dalam hardisk. Selain itu, gue sibuk buka SIAK-NG ngurusin regol yang sampai sekarang belum tuntas juga kabarnya gimana.
Liburan kali ini emang gue rencanain untuk bertemu semua sahabat sma gue dan sahabat smp gue, menghabiskan banyak waktu dan perhatian penuh ke adik kecil gue, mendekatkan tali persaudaraan dengan adik kecil gue, bantu-bantu nyokap selagi di rumah biar nyokap seneng, belanja sama bokap biar hubungan gue sama dia membaik dan dateng ke kondangan serta acara keluarga yang selama enam bulan yang lalu udah jarang gue datengin karena kesibukan gue yang teramat padat.
Makan puas-puasin, melupakan acara diet mendiet serta olahraga sementara waktu mumpung di rumah, belanja sempuasnya mumpung pake duit orangtua, tidur malam bangun siang sepuasnya, semua itu gue lakukan atas dasar balas dendam karena semua hal di atas nggak bisa gue lakukan pas udah mulai ngampus.
Tinggal tersisa satu minggu lagi, liburan semester satu gue. Semoga gue bisa karaokean, ice skatingan, dan ketemu sama Dira dan Dinike yang susah banget ketemunya. Amin
ps: besok gue ada campus expo di sekolah. doain lancar yaa dan semoga mereka semua mau mencoba masuk UI atau presentasi kami bisa menambah pilihan mereka dan wawasan mereka tentang UI. Ayo masuk UI!
Liburan kali ini emang gue rencanain untuk bertemu semua sahabat sma gue dan sahabat smp gue, menghabiskan banyak waktu dan perhatian penuh ke adik kecil gue, mendekatkan tali persaudaraan dengan adik kecil gue, bantu-bantu nyokap selagi di rumah biar nyokap seneng, belanja sama bokap biar hubungan gue sama dia membaik dan dateng ke kondangan serta acara keluarga yang selama enam bulan yang lalu udah jarang gue datengin karena kesibukan gue yang teramat padat.
Tinggal tersisa satu minggu lagi, liburan semester satu gue. Semoga gue bisa karaokean, ice skatingan, dan ketemu sama Dira dan Dinike yang susah banget ketemunya. Amin
ps: besok gue ada campus expo di sekolah. doain lancar yaa dan semoga mereka semua mau mencoba masuk UI atau presentasi kami bisa menambah pilihan mereka dan wawasan mereka tentang UI. Ayo masuk UI!
Tag
blog
12.1.11
Regol UI
Kemaren sore tepat pukul 17.00 WIB adalah hari yang sangat lebay dalam hidup perkuliahan gue selama jadi mahasiswa. Lebay karena pada saat itu anak-anak FEUI yang jumlahnya banyak sekali masuk ke dalam satu situs secara bersamaan, mengakses situs tersebut secara bersama-sama untuk memperebutkan kelas-kelas ideal yang mereka harapkan, yang akan mendapatkan dosen yang baik nilai dan enak mengajar di posisi pertama atau Top Ten. Lebay to the max, saudara-saudara!
Nggak tahu deh yang lebay anak FE doang, atau anak-anak twitter yang gue follow doang atau bagaimana, yang jelas beneran menguras tenaga. Banyak dari mereka sebelum regol sudah bermusyawarah H-3 mendiskusikan kelas mana, mau dosen mana yang akan di pilih. Jauh-jauh pergi dari rumah menuju tempat yang bisa berkoneksi dewa untuk menjadi Top Ten masuk situs, kalau yang nggak pake koneksi internet dewa niscaya, masuk ke situs tersebut langsung di sambut kata-kata: Internet Server Error bahkan lo bisa aja nggak beranjak ke situs tersebut sama sekali. Kalau udah begitu, dengan koneksi lemot lo yang akhirnya bisa membawa lo masuk ke home dan sukses masuk bagian add IRS, sudah dapat dipastikan kelas-kelas favorit dan kelas pagi akan penuh semua! menyeramkan! hanya tiga menit, semua langsung penuh. Padahal untuk berdiskusi mau pilih kelas yang mana butuh tiga hari tiga malam. Paling sedih dan tragis kalau udah diskusi panjang lebar, mau masuk SIAK-NG (situs tersebut) malah pakai error , kan gagal total semua tuh.
H- beberapa jam sebelum jam pembukaan regol (pilih kelas) biasanya anak-anak udah siap dan stand by di depan laptop dan komputer masing-masing. Keadaan memanas, tegang, dan semacamnya. Beberapa menit sebelum regol biasanya udah pada sibuk tekan F5 setiap 5 detik. Lebay deh intinya. Pada bunuh-bunuhan, perang-perangan, siapa cepat dia yang dapat. Semua memegang asas "demi kehidupan semester yang bahagia" membuat semuanya menghalalkan berbagai cara agar bisa aman dalam 5 menit saja. Sungguh anak-anak FE yang haus nilai.
oke, yang di atas keadaan sebenarnya dalam regol di FE UI. yang di mana gue juga kaget setengah mati soalnya semester kemaren diregolin sama kakak mentor, jadi gue selalu sekelas sama temen-temen OPK gue. Jadi enak, nggak ngerasain bunuh-bunuhan. Terus, semester dua ini baru di lepas sama mereka dan gue kaget ternyata begini toh keadaannya. Mau nggak mau gue harus siap, dan coba bertarung dengan yang lain. Ada yang menyikapi dengan santai, ada juga yang bikin persiapan biar nggak kalah dari yang lain. Kembali ke pribadi masing-masing dalam menyikapi regol ini. Kalau gue sih, gue milih untuk regol pada saat regol di buka. Ambil kelas yang bisa sekelas sama temen aja udah seneng. untuk masalah dosen itu kebaikan dari yang di Atas, semoga Allah memberikan yang terbaik buat semester ini.
Ada juga teman-teman gue, yang baru regol saat malam harinya. Santai banget, tapi harusnya regol yang di shuffle kayak begini sewajarnya disikapi dengan santai, nggak kayak penjelasan gue yang lebay di atas (padahal itulah kenyataannya).
Buat mahasiswa-mahasiswa baru yang akan menghadapi regol kalian yang pertama kali, ada beberapa saran gue buat kalian:
Nggak tahu deh yang lebay anak FE doang, atau anak-anak twitter yang gue follow doang atau bagaimana, yang jelas beneran menguras tenaga. Banyak dari mereka sebelum regol sudah bermusyawarah H-3 mendiskusikan kelas mana, mau dosen mana yang akan di pilih. Jauh-jauh pergi dari rumah menuju tempat yang bisa berkoneksi dewa untuk menjadi Top Ten masuk situs, kalau yang nggak pake koneksi internet dewa niscaya, masuk ke situs tersebut langsung di sambut kata-kata: Internet Server Error bahkan lo bisa aja nggak beranjak ke situs tersebut sama sekali. Kalau udah begitu, dengan koneksi lemot lo yang akhirnya bisa membawa lo masuk ke home dan sukses masuk bagian add IRS, sudah dapat dipastikan kelas-kelas favorit dan kelas pagi akan penuh semua! menyeramkan! hanya tiga menit, semua langsung penuh. Padahal untuk berdiskusi mau pilih kelas yang mana butuh tiga hari tiga malam. Paling sedih dan tragis kalau udah diskusi panjang lebar, mau masuk SIAK-NG (situs tersebut) malah pakai error , kan gagal total semua tuh.
H- beberapa jam sebelum jam pembukaan regol (pilih kelas) biasanya anak-anak udah siap dan stand by di depan laptop dan komputer masing-masing. Keadaan memanas, tegang, dan semacamnya. Beberapa menit sebelum regol biasanya udah pada sibuk tekan F5 setiap 5 detik. Lebay deh intinya. Pada bunuh-bunuhan, perang-perangan, siapa cepat dia yang dapat. Semua memegang asas "demi kehidupan semester yang bahagia" membuat semuanya menghalalkan berbagai cara agar bisa aman dalam 5 menit saja. Sungguh anak-anak FE yang haus nilai.
oke, yang di atas keadaan sebenarnya dalam regol di FE UI. yang di mana gue juga kaget setengah mati soalnya semester kemaren diregolin sama kakak mentor, jadi gue selalu sekelas sama temen-temen OPK gue. Jadi enak, nggak ngerasain bunuh-bunuhan. Terus, semester dua ini baru di lepas sama mereka dan gue kaget ternyata begini toh keadaannya. Mau nggak mau gue harus siap, dan coba bertarung dengan yang lain. Ada yang menyikapi dengan santai, ada juga yang bikin persiapan biar nggak kalah dari yang lain. Kembali ke pribadi masing-masing dalam menyikapi regol ini. Kalau gue sih, gue milih untuk regol pada saat regol di buka. Ambil kelas yang bisa sekelas sama temen aja udah seneng. untuk masalah dosen itu kebaikan dari yang di Atas, semoga Allah memberikan yang terbaik buat semester ini.
Ada juga teman-teman gue, yang baru regol saat malam harinya. Santai banget, tapi harusnya regol yang di shuffle kayak begini sewajarnya disikapi dengan santai, nggak kayak penjelasan gue yang lebay di atas (padahal itulah kenyataannya).
Buat mahasiswa-mahasiswa baru yang akan menghadapi regol kalian yang pertama kali, ada beberapa saran gue buat kalian:
- Internetnya jangan yang lemot, itu saran utama. Kalau nggak ada, bisa ke warnet terdekat atau ke kampus pakai wifi kampus kita yang super cepat
- Jangan lupa kerja sama dengan teman-teman, biar bisa sekelas. Tentuin mau pilih kelas huruf apa, biar ada temennya, juga biar belajar nanti lebih semangat (kan ada temen)
- Klik pilihan kelas terus save. Klik kelas terus save. dan seterusnya. Biar posisi kalian safe!
- Kalau kata temen gue yang lebay: latihan klik kelas dulu. Bolehlah di coba.
- Jangan tegang, santai aja.
- Komunikasi dengan teman, udah sekelas semua belum. Jangan ninggalin teman. Kalau ada yang nggak sekelas, coba sms biar pilih kelas yang masih kosong biar bisa sekelas
- Siapin jadwal jauh-jauh hari, tentuin mau pilih kelas yang mana dengan siapin juga kelas cadangannya. Jadi nggak usah repot dan bingung lagi kalau kelas pilihan pertama penuh atau ada temen kita yang nggak bisa sekelas
- Kalau mencar-mencar juga, santai aja. Nanti juga ketemu teman baru di kelas baru.
11.1.11
Pro buat Tiffatul
Ya, saya setuju dengan tindakan pak menteri, berbeda dengan kebanyakan orang yang menentang aksi pemblokiran dan banned bagi RIM pada Blackberry. Setelah menyimak dengan seksama tayangan Metro TV hari ini pada pagi hari serta segala komentar dan kritik yang dilayangkan.
Ini pendapat saya, pikiran saya yang melayang setelah menonton acara tersebut, dan membuka beberapa situs yang membicarakan hal yang sama.
Bahwa, mereka (penduduk Indonesia pengguna BB) egois dan bodoh. Itu dua kata yang merangkum semua pernyataan yang akan gue paparkan di bawah.
Egois. iya, itu menurut saya. Kenapa? bisa di lihat sendiri kenapa satu statement tentang Blackberry bisa menimbulkan begitu besar reaksi dalam masyarakat. jawabannya sebagian besar penduduk Indonesia kebanyakan menggunakan Blackberry dan mereka tidak ingin dirugikan secara personal atas tindakan dari pemerintah ini. Seperti yang saya lihat di situs ini mayoritas marah karena merasa akan dirugikan; Blackberry-nya kalau di jual tidak laku lah, ada yang baru beli Blackberry-lah, dengan mengatasnamakan mereka tidak setuju dengan salah satu alasan Pak Tiffatul yang mengatakan pemblokiran RIM karena tidak ada filter situs porno. Padahal, kalau mereka mau membuka pikiran mereka, menghilangkan keegoisan mereka, mereka bisa melihat bahwa tindakan yang dilakukan pak menteri semata-mata atas nama Indonesia, menjunjungtinggikan kepentingan negara yang selama bertahun-tahun secara tidak sadar, masyarakat Indonesia telah di perah bagai sapi demi keuntungan pihak Kanada sana! apakah mereka nggak sadar? baru terbuai fasilitas yang sedikit saja sudah menjadi peliharaan pihak asing. Mana nasionalisme kita?
Mereka marah karena mereka dirugikan secara pribadi, terus kenapa mereka nggak marah atas apa yang dilakukan pihak RIM yang tidak mempatuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia? Kerugian mereka pribadi bisalah dikatakan sekitar 5 Juta atau kurang. Tidak lebih. Lalu berapa besar kerugian negara ini? Triliunan! Per tahun! di mana nasionalisme kalian? ke mana rasa cinta terhadap negara ini? Kita nggak mau kan dijadiin pasar aja? belajar sejarah kan? apakah kita mau kembali cuma menjadi pelabuhan para pedagang Belanda dan Portugis yang menjajah kita? Pasti nggak.
Bodoh. Iya secara kasarnya begitu. Apa lagi kata-kata yang tepat untuk menggambarkan reaksi masyarakat terhadap issue ini. Betapa lucunya, masyarakat menghina pemerintahnya habis-habisan dan membela pihak luar sebegitunya. Bolehlah di hina, tapi kalau memang salah. Tapi apakah tindakan Pak Tiffatul ini salah? Saya rasa tidak. Dia hanya menjalankan tugasnya untuk menegakkan peraturan yang berlaku di Indonesia. Kenapa di hujat habis-habisan? Kenapa yang ingin mengakkan keadilan di lakukan semena-mena? Masyarakat apa kita ini?
Kebijakan Pak Tiffatul ini juga tidak serta merta membuat pengguna Blackberry kehilangan nilai guna dari handphone itu sendiri. Toh, kebutuhan utama untuk BBM, telfon, dan sms masih tetap berjalan seperti biasa. Kenapa kita ribut dan menghardik menteri kita sendiri sampai sebegitunya? Kalau untuk kelancaran berbisnis dan kemudahan mengakses internet, dengan bantuan jaringan provider kita masih bisa kok mengakses internet via BB kita tanpa RIM, walaupun nggak sehebat push-emailnya. Untuk email, bisa lah kembali ke laptop anda dengan portable modemnya. Apa yang diributkan toh?
Yang jelas, saya buka komplotan di pihak mana pun, saya bukan antek-antek Pak Tiffatul sehingga mau membela dia, saya juga nggak kenal dan di bayar. Saya hanya mengungkapkan pendapat pribadi saya, yang tercipta karena media massa. Saya hanya mahasiswa semester satu menuju dua yang mencintai negeri ini lebih dari dirinya. Mohon saran dan kritik kalau ada yang tidak berkenan. Terima Kasih :) No offense ya, pengguna BB :)
Ini pendapat saya, pikiran saya yang melayang setelah menonton acara tersebut, dan membuka beberapa situs yang membicarakan hal yang sama.
Bahwa, mereka (penduduk Indonesia pengguna BB) egois dan bodoh. Itu dua kata yang merangkum semua pernyataan yang akan gue paparkan di bawah.
Egois. iya, itu menurut saya. Kenapa? bisa di lihat sendiri kenapa satu statement tentang Blackberry bisa menimbulkan begitu besar reaksi dalam masyarakat. jawabannya sebagian besar penduduk Indonesia kebanyakan menggunakan Blackberry dan mereka tidak ingin dirugikan secara personal atas tindakan dari pemerintah ini. Seperti yang saya lihat di situs ini mayoritas marah karena merasa akan dirugikan; Blackberry-nya kalau di jual tidak laku lah, ada yang baru beli Blackberry-lah, dengan mengatasnamakan mereka tidak setuju dengan salah satu alasan Pak Tiffatul yang mengatakan pemblokiran RIM karena tidak ada filter situs porno. Padahal, kalau mereka mau membuka pikiran mereka, menghilangkan keegoisan mereka, mereka bisa melihat bahwa tindakan yang dilakukan pak menteri semata-mata atas nama Indonesia, menjunjungtinggikan kepentingan negara yang selama bertahun-tahun secara tidak sadar, masyarakat Indonesia telah di perah bagai sapi demi keuntungan pihak Kanada sana! apakah mereka nggak sadar? baru terbuai fasilitas yang sedikit saja sudah menjadi peliharaan pihak asing. Mana nasionalisme kita?
Mereka marah karena mereka dirugikan secara pribadi, terus kenapa mereka nggak marah atas apa yang dilakukan pihak RIM yang tidak mempatuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia? Kerugian mereka pribadi bisalah dikatakan sekitar 5 Juta atau kurang. Tidak lebih. Lalu berapa besar kerugian negara ini? Triliunan! Per tahun! di mana nasionalisme kalian? ke mana rasa cinta terhadap negara ini? Kita nggak mau kan dijadiin pasar aja? belajar sejarah kan? apakah kita mau kembali cuma menjadi pelabuhan para pedagang Belanda dan Portugis yang menjajah kita? Pasti nggak.
Bodoh. Iya secara kasarnya begitu. Apa lagi kata-kata yang tepat untuk menggambarkan reaksi masyarakat terhadap issue ini. Betapa lucunya, masyarakat menghina pemerintahnya habis-habisan dan membela pihak luar sebegitunya. Bolehlah di hina, tapi kalau memang salah. Tapi apakah tindakan Pak Tiffatul ini salah? Saya rasa tidak. Dia hanya menjalankan tugasnya untuk menegakkan peraturan yang berlaku di Indonesia. Kenapa di hujat habis-habisan? Kenapa yang ingin mengakkan keadilan di lakukan semena-mena? Masyarakat apa kita ini?
Kebijakan Pak Tiffatul ini juga tidak serta merta membuat pengguna Blackberry kehilangan nilai guna dari handphone itu sendiri. Toh, kebutuhan utama untuk BBM, telfon, dan sms masih tetap berjalan seperti biasa. Kenapa kita ribut dan menghardik menteri kita sendiri sampai sebegitunya? Kalau untuk kelancaran berbisnis dan kemudahan mengakses internet, dengan bantuan jaringan provider kita masih bisa kok mengakses internet via BB kita tanpa RIM, walaupun nggak sehebat push-emailnya. Untuk email, bisa lah kembali ke laptop anda dengan portable modemnya. Apa yang diributkan toh?
Yang jelas, saya buka komplotan di pihak mana pun, saya bukan antek-antek Pak Tiffatul sehingga mau membela dia, saya juga nggak kenal dan di bayar. Saya hanya mengungkapkan pendapat pribadi saya, yang tercipta karena media massa. Saya hanya mahasiswa semester satu menuju dua yang mencintai negeri ini lebih dari dirinya. Mohon saran dan kritik kalau ada yang tidak berkenan. Terima Kasih :) No offense ya, pengguna BB :)
Tag
blog
8.1.11
Blackberry, No
Sounds like a bamboo who loud a lot with boo! This week i planned to buy the thing that most of people in Indonesia have; Blackberry, but the end of this week, I got news about government will blocked Blackberry Messenger or BBM in Indonesia. Oh God, thanks for saving me, maybe I will buy the other brand, just make a note for me: I will not spend my money to buy Blackberry. No, no, no.
Tag
blog
GPA
Something will turn out sweet or even sweetest if we add our effort with. and that's what and how happened to my GPA's number anyway; the most seeing things i want to see in this holiday at my SIAK-NG user. That number(s) however not so great and bad neither, just like always painted and showed from my face, the composition of words which turning out: average.
Forget about the report of my GPA, the day after tomorrow is the day of my next life. which is that means war will begin to get the luckiest class in second semester. I don't know who i will spend almost my time with in next semester but I just keep my mind to get the things relax, so I won't take this things seriously, I'll do this with my joy and happiness.
My goal: already set, please God allow me to do this :')
Forget about the report of my GPA, the day after tomorrow is the day of my next life. which is that means war will begin to get the luckiest class in second semester. I don't know who i will spend almost my time with in next semester but I just keep my mind to get the things relax, so I won't take this things seriously, I'll do this with my joy and happiness.
My goal: already set, please God allow me to do this :')
Tag
blog
Subscribe to:
Posts (Atom)




