1.8.11

Well,

Hari itu adalah puncak kebahagiaanku, hari yang ada di akhir bulan Juli.
Setelah bergumul dengan ratusan latihan soal mempersiapkan hari UAS yang lelah. Bagaikan sebuah hadiah dari Yang-di-Atas, hari itu ditutup dengan senyuman dari seseorang yang nggak pernah gue bayang buat nyapa duluan.


Rasanya, hari-hari gue menunggu dan berusaha memperpendek jarak dibayar sudah. Rasanya bagaikan mimpi. Perjuangan gue menghasilkan sesuatu yang manis. Akhirnya, ada satu hal yang bisa gue kenang, gue banggakan, disaat gue sudah memutuskan bulat-bulat untuk menyerah mengejar dan bermimpi. Menyerah untuk memaksakan diri membuat seseorang yang nggak kenal diri gue sebagai pusat dari segala aktifitas gue.

Cukup, dan terima kasih atas senyumannya :)

15.7.11

Ester bangun-bangun langsung ngomongin bintang Korea pujaan hatinya, Kim Hyun Joong yang katanya ganteng. Pembicaraan ngalor-ngidul kita dari si artis korea berlanjut ke pembicaraan pernikahan dan bagaimana tua nanti mau menghabiskan waktu. Karena kita sama-sama penyuka musik klasik, kita berencana mau tinggal di winna mengunjungi setiap konser dan orkestra yang ada di negara itu, mengunjungi makam para legenda, Beethoven, Chopin, tinggal dengan cucu-cucu yang mau bermain harpa dan flute, dibuatkan teh oleh suami yang tampan seperti bintang film walaupun sudah tua. Haha pembicaraan kami memang layaknya wanita seperti biasa.

Tapi rencana bagi gue hanyalah tajuk wacana. Sebagai orang yang menjalani setiap keputusan dari apa yang dia sedang hadapi, gue suka susah menjalani rencana yang telah gue rencanakan. Lagipula, gue nggak suka ikatan dan status yang mengikata. Gue adalah tipe wanita pekerja yang tidak berurusan dengan masalah dapur dan rumah tangga. Kalaupun iya, orang yang akan gue rela untuk mengikat pastilah orang yang sangat special diantara semua orang yang special disekeliling gue saat ini.

Beneran deh, gue penasaran, dengan pemikiran yang terus begini, dengan jalan hidup gue yang begini, dengan keadaan yang begini, gue jadi apa di masa depan nanti. Bisa nggak ya gue merealisasikan mimpi indah di masa tua yang gue bicarain dengan ester diperjalanan kecil dengan BOE ini? Apa gue jadinya tinggal di pegunungan alpen saat tua memerah sapi dan menikmati keindahan alam bersama cucu dan suami? Haha amiiin ya Allah.

Perjalanan sekarang sudah berada di Cikopo. Sedikit lagi sampaiii ‎​\(´▽`)/

Perjalananku bersama BOE

Tulisan ini gue buat dalam perjalanan panjang menuju villa borneo, puncak bersama keluarga besar economica dari depok. Dalam kesunyian menyongsong setiap deru bis kota yang kami naiki, disamping ester yang sedang tertidur lelap karena kantuk tak tahan dalam kendaraan, gue terbawa suasana, mengenang kejadian pagi tadi dikosankku, dua jam yang lalu.

Dua jam yang lalu, tepat pukul 7 pagi, keluarga kosan Pinky merayakan surprise party yang sudah menjadi tradisi setiap keluarga pinky ulang tahun. Hari ini adalah ulang tahun teman kami, sahabat kami, dan suhu kami, Altius :). Jujur, kemarin gue lupa sama sekali kalau dia hari ini ulang tahun, dan jujur dari kemarin gue sama dia dalam kondisi pertemanan yang tidak baik. Gue yang tiba-tiba kesel sama dia bikin segalanya berantakan.

Dari awal, gue emang nggak baik dalam menjalani hubungan pertemanan yang terlalu dekat. Contohnya Altius, dan Wirda. Seiring berjalannya waktu, perlahan demi perlahan gue sendiri yang merenggangkan hubungan pertemanan kami. Gue nggak ngerti kenapa gue begini. Dulu juga, gue memberi jarak pada teman-teman OPK gue yang baik hati.

Di dalam hati, gue sayang mereka semua, dan peduli dengan mereka. Gue sayang semua orang yang gue kenal, tapi gue nggak bisa ngejaga mereka nyaman disamping gue. Gue bahkan nggak pernah memeluk mereka (kecuali yang terdekat). Sentuhan, menurut gue, jarang banget bisa gue lakukan. Orang tua gue, jarang banget nyentuh gue, meluk gue, bahkan adik-adik gue sendiri aja jarang hha. Tapi pengen deh peluk teman-teman, mana tau hubungan yang tadinya gue renggangin bisa kembali lagi kayak awal.

Semakin ke sini, gue beneran butuh teman yang peduli sama gue, bukan hanya dalam hal pelajaran aja.

Balik lagi ke perjalanan dalam BOE, gue sekarang masih di daerah depok. Kayaknya bakalan macet, walaupun ini masih hari Jumat. Ngomong-ngomong, gue sempet-sempetnya aja pergi jalan-jalan meninggalkan setumpuk tugas kuliah dan kepanitiaan di meja kosan dalam tiga hari Щ(ºДºщ) semoga Allah menyertaiku sajalah. Sekarang, gue mau menjalaninya seperti air, tenang namun pasti. Setiap hal pasti ada jalannya.

Oh, ester udah bangun dari tidurnya. Mari balik ke dunia nyata dulu. Laporan perjalanan bersama BOE akan terus berlanjut seiring hariku dan hatiku yang sedang gundah gulana. Caoo

10.7.11

Di dunia ini semuanya diciptakan berpasangan. Bahkan suatu kejadian diciptakan seperti ini. Contohnya, baik dan buruk, juga lahir dan mati. Ya, lahir dan mati. Kita hidup dilahirkan ke dunia ini oleh seorang wanita mulia, dinafkahi oleh seorang lelaki gagah perkasa yang rela mengorbankan dirinya demi keluarga. Dalam proses hidup, kita menghadapi banyak kejadian, kesusahan, kesenangan, kebathilan, kenaifan, keserakahan, keegoisan, dosa hidup silih berganti dilakukan, tangis pilu berharap permohonan maaf Yang Maha Kuasa diturutkan. Silih berganti, kita semua melakukan hal tersebut. Seakan lupa sama sekali, bahwa ajal selalu setia menunggu di sisi setiap manusia. Tinggal meminta persetujuan waktu, kapan itu dapat terjadi.

Banyak kejadian yang tidak tertuliskan di blog ini. Waktu yang padat, badan yang letih akibat menumpuknya tugas dan segudang aktivitas menjadi alasan dibalik ini semua. Menyesal sih kenapa nggak bisa menuliskan sedikit put kedalam blog ini, tapi apa daya.

Ada beberapa kejadian yang nggak boleh gue lupa.

Beberapa hari setelah acara Boeconomi Temu Alumni, bapak para economica meninggal dunia terkena serangan jantung pada hari Jumat seminggu setelah acara, pada saat waktu shalat Jum'at di ruangan Badan Otonom Economica. Kami semua menangis, kami semua menyesal, kami semua berteriak menanyakan kenapa begitu cepat. Para alumni bahkan meminta diadakan kembali acara temu, meminta maaf tidak bisa hadir waktu itu, menyesali kenapa mereka tidak hadir, menyesali, menyesali, dan menyesali.

Yang gue ingat, senyum mas Karno itu begitu indah. Nggak boong. Matanya ketika dia tersenyum, ikut memancarkan sinar. Bukan kesan lagi, tapi tiap dia tersenyum, setiap orang yang melihat akan membalas senyumnya dengan senyum yang sama, senyum yang tulus dari hati. Ya, sama seperti senyum seorang bapak. Gue, mahasiswa baru, baru bergabung dengan organisasi tersebut, bahkan belum sempat minum teh buatan mas karno yang terkenal enak tiada duanya. Bahkan janji kami untuk pulang bersama setelah temu alumni selesai tidak terpenuhi karena mas karno ninggalin gue begitu aja tanpa bilang :(. Andaikan gue punya kenangan yang bisa dikenang dengan orang hebat satu ini. Orang yang berkontribusi terhadap sesuatu dengan seluruh kemampuannya, tindakan yang tidak-setengah-setengah yang sesungguhnya. Orang yang mulia.

***

Hari jumat kemarin, gue tiba-tiba disampaikan berita bahwa guru les bahasa indonesia gue, Bu Diana Leroy meninggal dunia, dipanggil Yang Maha Kuasa begitu cepat karena penyakitnya yang telah diderita. Ya, bahkan gue pernah melihat dia mengeluh karena sakitnya. Seorang guru yang tidak begitu gue kenal, namun dia rela memberikan ilmunya, memberikan kasih sayangnya agar kami dapat mengerjakan soal bahasa indonesia dengan baik dan benar, terngiang cara dia berbicara di depan kelas, meminta kami untuk mengulang kata 10 kata depan..
 di, ke, dari, pada, kepada, dalam, dengan, untuk, bagi, terhadap!

kami semua, waktu itu menghafal dengan bermalas-malasan, masa bodoh dengan segala hal aneh yang diajarkan ibu Diana :'(. Maaf ya Ibu, maafkan segala kesalahan kami. Maaf ya Ibu, kami jarang datang kembali ke sana setelah lulus dan mendapatkan PTN yang kami mau, maaf ya Ibu, maafkan kami..
***

Manusia itu dirinya dipenuhi kegoisan yang membuat dirinya tidaklah mulia daripada seekor binatang. Tapi seorang manusia, memiliki empati dan simpati yang membuat ia terlihat indah. Apa yang salah dari kami, apa yang benar dari kami, kenapa kami selalu melakukan hal yang sama tanpa kami bosani, sesali? Kenapa kami menjanjikan hal yang tidak bisa kami tepati, melakukan hal yang tidak bisa kami penuhi? kenapa kami penuh dengan dosa, Tuhan? Kenapa? Kenapa??

when your nationalism being asked

It happened yesterday, when I went with my college friends to audition for kind of quiz program in one of most station television in Indonesia. We did not know, and did not wish to see those way of audition. The audition consist of ten teams in one room which every team consists of five peoples whom dress weird to attracted funny, joy, and cheerful. Every team shows its jingle in front of all the teams and judges. And we shocked about the questions after first team finished their jingled. He asked someone of them to sing our national anthem: Garuda Pancasila in awkward moves and changed all its vocal words to 'E'. That time, I really shocked and fortunately, all of my friends think the same way. We in silent keep the anger, and said in our heart, 'why you even use your national song as the teaser for audition, for toys to see our silliness?!. I even asked my friend besides me what if I stand up suddenly, interrupts their audition, and get mad to those judges. but my rationality said it was wrong and my friend said so. In silent, in our seats, we mad, we angry, to see those event.

Team by team went front and showed their jingled, and finally times for our team showed ours came. We did it great, our jingle, I think, was the best than the others. And then the question(s) after jingle come out. One of them ask someone of us to showed the jingle individually. He did it good, we even cheered up him from the back. The second question was same, judge asked someone of us to come and perform alone our jingle. And the last question came to me. I came with confident, a little bit action and it will done. But the question was the forbidden words I want to hear from him. Yup, he want me to sing Garuda Pancasila in 'funny' way by changing its vocal words to 'E'.

At that time, without thinking too much and ask permission from my team, I denied him. Really. He was shocked, and I was smile. I explained briefly why I did not want and ask if he can change the songs, ask to not use national songs, said that it really shame for me to sing that way to my country national song for that occasional (which was to having fun, he said). I said that it was same for me as I got naked in front of all of this people. And fortunately all of my friends agreed and we, together, denied judge's request and be strong of the worst case decision: will not be able to pass this audition. Until the last of audition, I still did not change my tenet and the judge still want me to sing Garuda Pancasila. Haha. Come on, what's your purpose for did this to us. It was really not funny at all, and you still can see someone's capability being a clown without blotted your own national song!

Personally, I really disappointed. I did not expect this situation. My soul said it was wrong, and I really do love this country. I just secretly proud of my little action that I did yesterday. I just did something nice for my country, build the nationality hefty. I do love Indonesia, I do. I live and studying in the only one university which can use Indonesia for its name. We proud of our decision! Hidup Mahasiswa! :) :)

12.6.11

33th Temu Alumni Badan Otonom Economica

Sebagai anggota aktif Badan Otonom Economica tahun 2010 biro External Affair, gue beberapa bulan yang lalu dinobatkan menjadi panitia acara Temu Alumni BOE yang diselenggarakan demi merayakan HUT BOE yang ke 33 tahun. Dalam beberapa bulan terakhir gue disibukkan dengan persiapan acara yang lovely ini juga ditambah dengan beberapa kepanitiaan lain yang gue pegang dalam waktu bersamaan. Nggak heran nilai gue bisa turun banyak layaknya terjun dari Niagara, tapi life must go on. Sampailah gue di hari ini, di hari-H-nya tergelar acara utama biro bagian gue, External Affair.



Di hari H, gue jadi penerima undangan dan melayani mereka sebelum masuk ruangan. Di sini gue ketemu mereka satu per satu, mendapatkan kartu nama mereka satu persatu, berkenalan dengan mereka satu per satu.. Dan itu adalah pengalaman yang menabjukkan. Orang-orang hebat di fakultas gue adalah alumni dari organisasi yang gue ikuti sekarang! dan direktur perusahaan terkemuka juga alumni dari organisasi ini. Amazing.

Selagi gue menerima mereka satu per satu, acara di dalam ruangan diiringin lagu keroncong dan lagu jaman dahulu barat, di sisi bagian kiri dinding ditempeli foto-foto sampai 20 tahun yang lalu, di mana mereka semua masih menjabat sebagai anggota aktif. makan bersama, bernyanyi bersama, foto bersama, dan bercanda gurau bersama. Suasana yang tentram, gue suka banget. Acara yang dimulai pukul sepuluh pagi ini akhirnya selesai pukul empat siang. Panitia membagikan makanan sisa kepada orang-orang sekitar tempat kegiatan dan sebagian diberikan kepada anggota mahawaditra yang sudah kami repotkan.



Dua tahun lagi, BOE akan menggelar temu alumni yang ke-35. Semoga acara ini kedepannya bisa selalu sukses seperti temu alumni kali ini, dan dapat memenuhi tujuan utamanya, yaitu mengakrabkan seluruh anggota BOE dan alumni BOE sehingga terjadi kesinambungan hubungan yang tidak terputus.

"Karena sekedar kata-kata bukanlah budaya kami" - BOE :)

Notes: Dan dari sinilah gue tahu kenapa BOE dibilang hebat. Alumni yang datang, masya Allah, semuanya orang sukses. Kritikus yang muncul pada zamannya itu sekarang hidup dalam kelimpahan harta. Kami, panitia acara, menatap kagum. Iri dan bangga jadi satu. Seenggaknya itu yang muncul dari dalam diri gue. Gue bertekad dalam hati, merekam segala hal yang terjadi hari ini sebagai motivasi hidup kedepannya. Baru kali ini gue ketemu orang sesukses mereka semua. Berjabat tangan dengan mereka merupakan suatu sentuhan motivasi yang besar bagi gue khususnya, dan bagi kami.

31.5.11

Rest-in-memory One year college life in FEUI o:)

Well, the title has explained briefly that I have became a second-year-student in FEUI! Wow, time has gone sooooo fast! Two days ago, we-FEUI 2010- made a remembered tweets in twitter about memories in FEUI. I could not post my memories in there, because it will too much to explain in people's timeline. So, lemme sharing my experience here :) and I will explain those in Indonesian.
here we go... *brainstorming*

1. Pertama kali saat keterima di universitas Indonesia. Senyuman bangga seorang papa yang terukir di wajahnya, tangisan haru Ibunda karena nama anaknya ada di tulisan koran pagi waktu itu. Masih terngiang sesegukan haru tangis Ibunda :') hiruk pikuk keceriaan keluarga, anak sulungnya keterima di universitas hip di Indonesia. Mulasnya sakit perut saat liat pengumuman resmi di Internet, takut koran salah cetak, dan sujud syukur ternyata benar memang keterima di jurusan terkemuka di universitas Indonesia. Alhamdulillah.

2. Naik kereta AC Ekonomi dengan bahagia berbekal tiket tebet-depok bersama Ibunda, melihat tempat persinggahan yang mana yang bisa membawa suasana belajar yang kondusif buat anaknya. Turun di stasiun dengan bangga, jalan kaki menyusuri hutan depok, jalan ke dalam fakultas dengan rasa deg-degan, jalan kaki dari stasiun sampai ke kukusan teknik bersama Ibunda dengan semangat.. kenangan yang tak terlupakan. Kosan kartini yang murah tapi jelek, kosan enha yang penuh, alamanda yang waiting listnya kepanjangan, pokus yang wc-nya satu berdua, kosan tanpa nama yang dekat masjid, jalan sampai arah tulip tapi menyerah, dan akhirnya Ibunda tiba-tiba memilih kosan Pinky yang biasa saja dan langsung dp seketika, yang nantinya membawaku berkenalan dengan orang-orang baik di sini :') Subhanallah

3. Kenangan masa-masa OPK, Subhanallah, mengharukan :') apalagi kenangan bermain bersama mereka, selain mati-matian dalam perjuangan mengerjakan tugasnya. Kebersamaan yang mengikat kami, bikin kenal dan saling dekat walau terpaksa haha tapi dipikir-pikir jadi kangen juga. Masa-masa bareng mereka, denger becandaan dan jayusan yang sama setiap hari dari mereka. 12 orang yang bikin kangen :")

4. Perkenalan dengan sahabat-sahabatku dari kosan. yang satu dikenalin teman sesma, yang satu lagi teman satu kelas yang gue becandain dan katain, ternyata pas pulang ke kosan dia ada di kamar bawah-sedang buang sampah- :') mereka ikut gabung belajar bareng setiap mau ujian tengah semester atau akhir semester. curhat colongan di tengah kesibukan memasukkan berpuluh ribu kata ke dalam otak di satu malam. membeli makanan yang sama setiap dini hari bertiga.. kangen masa-masa itu. kangen perjuangan bertiganya :')

5. sibuk kepanitiaan, bertemu dengan orang-orang baru di kepantiaan. Economix, JGTC, KOMPeK, EPC, SRD, dan DocDays. menjadi anggota keluarga dari BOECONOMICA :') sungguh hal yang luar biasaaa ya Allah

6. Belajar dengan orang-orang hebat setiap harinya di kelas maupun di luar kelas. Banyaknya seminar yang di gelar, acara kepanitiaan yang bagi-bagi makanan gratisan, dan kegiaan pinjam-kembalikan buku di perpustakaan sungguh mengagumkan

7. stress karena padatnya kegiatan, satu per satu rambut rontok dan menyumbat kamar mandi setiap dua hari sekali. setiap hari menyapu kamar segenggam rambut terkumpul. pusing kepala yang menyerang setiap malam, kopi pengganti air putih sebagai doping agar mata mau bekerja sama dalam membantu mengerjakan tugas yang diberikan semua dosen.. tapi itulah seninya berkuliah.

8. nonton DVD bareng setelah ujian, pergi belanja di mall belakang, pulang pergi dengan bikun gratisan, naik abang tukang ojek, tiap hati ngelaundry ke rafino's, tiap jam makan pusing mikirin mau makan pakai apa dan mager yang sangat amat besar untuk pergi turun keluar kosan :')

9. Dalam seketika di kosan bisa mempunyai hamster, kelinci, dan kucing anggora bersama-sama penghuni kosan. Kucing anggora, obat penghilang stress dari tetangga sebelah kamar. Dan tau segala keburukan dan sifat aneh para tetangga kosan haha.

Yup! I think that was enough to tell here, the general place where people around Indonesia can read it. Whatever but I love this memories until I joy to share here. So maybe one day when I am a old lady, I can read this and will not forget this beautiful memories. Alhamdulillah.

Fail

Honestly I don't feel well. I do not know whether it because this problem. I think, I have two best friends in college life. Both are from my boarding house. We knew each other and related from the first mid-term test. It was a beautiful moment when we spent time together and struggled for raised the highest scores, against each other in peace, knowing each other scores and GPA. It was sweet, but I think, I'm too emotional and take it so seriously because this moment. I think, they just consider me as a study-friend, not a true friend. I was thought about that because lately, they have gone.

They are disappeared. woosh, like a wind, if the exams has done. and it gone worse because in this exam, they really do not invite me to study group again or just read-together again. Yesterday exam, I really joyed my book(s) alone without sharing thoughts or anything. Little sad, but the things get worse because I have thought that they are my best friend, the clickest one in here :'(

I am broken, I am feel like envy anyone beside both of them. I should play with my-Jakarta-friends like a common used to. but I feeling pretty good shares my common thought and my stories to both of them. but I think they won't do that. They have their own group. You know, they are from high school in village and come hereby friends, they maybe think and feel that unpleasant to became a really friend to stranger here, stranger that they have know just for six months.

I just do not know what to say and do. I love both of them, they are sweet but lately I have gotten hurt because thinking about them. and a couple hours ago, I just know something that should one of them told me, briefly: important thing, from someone else! I have thought that they were considered me as a friend, but because some events and those hurt me, I noted that they just make me as a friend from boarding house which in a past have a chances to study together in a groups.

They took half of my brain-space, it was wasting my time. Became hatred was wasting to much time. I should find somebody else who really cares about me, who really joyed to spare a time to share and laugh and shopping together like best friends always do. maybe I should search someone special, or boyfriend. The lesson is: do not think to much, do not let your self in to much of something that none of your business.

I am tired being a kind person, a care too much person, and a excess-of-smile person. You can hate me now, because I am officially hate my self.

28.5.11

Snipped from the tight time I had to write in this blog via my berry. Many events which I want to tell, wanted to write here but unfortunately I did not have any time or few energy to did it.
People, next Monday I will face my last exam which are accounting and statistical tests. I just try to not sleep this saturday and sunday, prepare very well for gain any information and lesson in the books, prepared for the hardest tests. Closed the second semester happily (amen)

Anyway, I faced many trouble in this term. I lost many best friends, I lost my GPA (I hope it will less than I expected), I loss many of hair in my head, I am stressful. I often anti-social nowadays. Do not know why, initially I just move away from my friends and prefer to not talk with them. That was happen two weeks ago, until yesterday. I have many tasks from my organization. It takes many times of mine. My study have became so mess. I can not explain further. I am in mess now. Just pray non-stop to God. For the better result in SIAK-NG

*honestly I do not want to talk about this topic. It goes wrong suddenly haha.

12.5.11

2nd war of regol in FEUI

You-know-what?
Yesterday at 7.00 pm or should I say, 6.56 shit pm, FEUI 2010 began the second war of virtual world in SIAK-NG a.k.a Regol. I have prepare for this one but because of fucking shit birpend who cheat opened the war 4 minutes earlier without any announcement, WE LOOOOSE!

What should I say? Should I not get short semester? I really mess up. I hate Regol.

1.5.11

Kate Middleton

Duchess of Cambridge

I am still normal and every woman in this world, envy her. Right? No, not to the reason that she can marry her duke, but on her wedding dress and her after party dress. I envy that dress. That silk, fall nicely on her body, the gown and tiara really fits each other. You know, I almost want to get married just because that dress! haha how woman I am.

1st May

Congratulation, body. You have succeded get life until 18 years old. Thanks for your support whenever situoation I got; sad, happy, sickness, anger, and anything feeling I have given for you, body.

Even I hate this day, I should be sorry for all things I have done for you. Even I won't born in this world, the fact is I am here, with you. So, I asking you, body, can we cooperate for a year and after? for my parents sake? I should be someone, someday, with somehow before you can leave me with peace. I robe you, hope we lucky this year.

Happy Birthday to me :)