14.7.10
Justin Bieber Parody
Listen for all bieber lovers, you must check this video! This is really awesome and fresh. Wanna laugh? Try to play this on. Have fun :)
Tag
info
12.7.10
Pictures of World Cup
Another pictures that i got from internet via fifa.com, goal.com and yahoo.com. I like to share it :)
Tag
photos
Enhorabuena para España
Wow, really a great prediction, Pulpo Paul. I don't want to believe this but i have to agree that this octopus can predict so well. The winner of 2010 World Cup in South Africa is Spain!
That match had a fast playing and many yellow card given to Dutch, and one red car given to John Heitinga after collect two yellow cards. Dutch given many pushes to Casillas, but still he is the best who could keep the goal from Dutch. And after a long wait, i saw Andres Kiniesta from Spain kick the ball to Dutch's at 116th-minute and that happened, the goal secured and the winner is Spain :)
Andres Kiniesta
The enchanted moment i saw here. Netherland who lose had a very bad face. They are sad and depression, very different comparing with Spain -__- i felt bad for Netherland. Casillas' tears and wide smile when grab the trophy was so cool. They bring up their coach, and dance on the field when anthem song; waka waka played. Wuaaah, that must be very funtastic in there. Someday, i want to see live the world cup and support Germany and England :D
"We were so close to being world champions, but it didn't work out that way. It is very disappointing," said Van Bronckhorst. "I am very proud of the team and everything we have achieved. We came far, we gave everything today."
Kissing the trophy, cassilas-captain of spain must be feel like a million bucks person. Winning the Europe and World Cup, also be the winner of great kipper in this world cup. Oh yeah, in the interview, Casillas kissed his girl friend, Sara Carbonero so passionate. Err, he is in love with her. He can't wait himself to show the happiness to his girlfriend, how sweet.
kissing during the interview with his girlfriend
nanaaa~ the only one goal keeper that i love. Keep it up, man. And congratulation, captain!
Tag
blog
11.7.10
Pico's new face
my old face pico, old styles, and single pico
after long time using the old face, now i changed my face and make her looked more cute and childish. still with the mark on face but change the color of eyes turn to green from brown. and now looks more fashionable and rich. But still be a single pico after had a disaster tragict moment with my old husband.
Kimmy Marchole and Salsabi Ashyar (Sylvia and Nadya) we are real sisters who like to play pico
Tag
blog
PRJ 2010
Horray! Finally i and my family went to Jakarta Fair yesterday from morning untill night. How should i say about that but cool and funtastic? Wow, awesome! I really love the event and i do love Jakarta Fair so much. Many games, many branded shops which sell the items in discount price. Many foods from many country opened the store everywhere. Many china people and tourist who came to Jakarta Fair. If i had the camera, it'll be fun to capture every single moment i spent there. Many shops who sells the football jersey and plays the world cup theme song. Many children showed their wide smile and many laugh, giggle, and happy scream i herd there.
I bought many things and had many precious things after came to Jakarta Fair. I won't to tell you all the things that i bought from there, because there are so maaaaany things! I will showed the unique items i found there. Here we go:
I bought many things and had many precious things after came to Jakarta Fair. I won't to tell you all the things that i bought from there, because there are so maaaaany things! I will showed the unique items i found there. Here we go:
Headphone Mix Styles with special price. When i was in Blok C and looked for the electronic things. I saw this things and directly love with the styles. This headphone using for handphone and laptop. And i bought the pink one with white star inside.
and finally i had my own Germany Jersey in my cupboard. It looks really persist with the above picture. Without the number and name of players. In fact, i really want the jersey with number 13 and Muller name on back, or number 8 and Mesut on my back. Oh if i found that things
err, the other things i bought there were mostly secret. I won't to tell ya all the things haha. And the above things i thought that was really hard to get and buy if i didn't come to Jakarta Fair. I really promised to my self for next year come and bring my friends, family and maybe the love to come here. It will be more fun!
Tag
blog
Seminar bersama Jusuf Kalla di FPsi UI
Hari kamis kemaren (8/7), gue datang ke Universitas Indonesia untuk menghadiri kuliah umum kemanusiaan dan seminar yang diselenggarakan oleh Pusat Krisis (Puskris) Fakultas Psikologi UI tentang relawan penanggulangan bencana: menggerakkan kekuatan kepedulian bangsa. Walaupun gue bukan anak psikologi dan sama sekali nggak berminat dengan relawan dan aspek kerelawanan, setelah datang ke seminar ini mata hati gue jadi terbuka.
Kuliah umum ini dihadiri oleh mantan orang nomor dua negara Repulik Indonesia juga selaku ketua PMI, Drs. H. M. Jusuf Kalla. Selain itu juga datang Rektor Universitas Indonesia, Prof Dr der Soz Drs Gumilar Rusliwa Somantri sebagai penyambut kedatangan bapak wakil presiden. Selain itu juga ada para dekan dari fakultas psikologi, para petinggi PMI dan tokoh-tokoh penting lainnya yang datang karena tertarik dengan tema serta narasumbernya yang begitu hebat.
Dari seminar ini, gue mengambil beberapa poin penting tentang kerelawanan. Ternyata di Indonesia ini masih banyak masalah dengan sikap relawan serta arti relawan itu sendiri di masing-masing masyarakat untuk menanggapi. Banyak di antara mereka memanfaatkan sebutan relawan sebagai ajang pengambil hati masyarakat kecil, ada juga yang benar-benar murni ikhlas dari dalam hati untuk berbagi kebahagian bersama dengan mereka yang membutuhkan.
Di sini juga, gue jadi tambah tahu dengan apa yang di sebut PMI. Ternyata, PMI itu kerjanya nggak cuma donor dan mengumpulkan darah aja, walaupun memang sebagian besar kegiatan PMI adalah mencari stok darah yang minim di Indonesia. Selain mencari darah, PMI juga turut membantu dan terjun langsung ke daerah permukiman tempat terjadi bencana, melakukan pencegahan di tempat-tempat rawan bencana, memberikan edukasi serta pengenalan lebih kepada masyarakat yang rentan tertimpa bencana.
Ngomong-ngomong tentang darah, gue tertarik dengan kasus ini. Indonesia memiliki banyak penduduk, tapi di dalam seminar disebutkan bahwa PMI masih dan sering kekurangan jumlah kantung darah pertahunnya. Kadang kita semua nggak ngeh dan nggak tahu kalau di luar sana, ada orang yang benar-benar butuh darah kita untuk melanjutkan hidupnya. Hati gue bener-bener tersentuh dengan betapa mulianya niat PMI dalam menggalang pengumpulan darah, pengusahaan membuat kantung darah dalam negeri dan program-program palang merahnya.
Gue pribadi, takut banget sama jarum dan darah. Apalagi jarum buat donor besar dan pasti sakit banget. Darah kita juga di sedot gitu. Pasti rasanya sakit banget. Tapi, gimana kalau nanti gue kecelakaan atau melahirkan? di situ pasti gue butuh banget yang namanya darah secara gue udah banyak banget mengeluarkan darah. Rasa sakit emang nggak seberapa, sebegitu teganya kah gue sampai egois mementingkan diri sendiri yang takut suntik dan jarum sampai-sampai nggak mau berbagi darah buat menolong orang di luar sana? Selain gue bisa berbagi, gue juga semakin sehat karena katanya transfusi darah juga bisa membuat kita lebih sehat.
Setidaknya, di liburan gue kali ini gue mendapatkan pembelajaran moral dari seminar luar biasa yang iseng gue datengin dengan satu orang teman gue. Benar-benar pengalaman berharga duduk bareng mahasiswa beneran di kursi aula yang tinggi, di liput wartawan trans tv, dan mungkin muka gue di lihat sekilas oleh Bapak Jusuf Kalla, karena ruangan aula yang nggak begitu besar haha. Gue bisa melihat bagaimana mahasiswa di sana belajar dari seminar, apa-apa aja yang harus gue punya, harus gue pakai saat seminar, manner yang tepat saat seminar, dan masih banyak lagi hal yang sama sekali nggak gue dapet kalau gue nggak dateng ke seminar di kampus gue ini.
Satu momen yang bener-bener gue seneng adalah pas jam makan dan istirahat selesai, menunggu para pembicara datang, gue duduk dan bengong sampai bete nggak tau harus ngapain. Tiba-tiba di belakang gue ada bapak-bapak yang dari sesi awal udah gue perhatiin karena kulitnya putih banget, dapat telfon dan ngomong di telfon dengan bahasa korea! waaaah, rasanya benar-benar beda kalau denger percakapannya langsung daripada nonton lewat tv atau komputer. Di depan gue ada orang jepang asli, pas seminar asik otak-atik gadget dia. Rambut bapak itu lucu, lurus halus kayak dora dan sikapnya juga lucu. Mukanya lucu, jepang banget. Jadi gemes sama bapak-bapak itu pas dia geleng-geleng, rambutnya juga geleng-geleng haha. Terus meja di gedung itu ribet banget! Sumpah deh, kalau gue nggak hati-hati pasti barang-barang gue jatuh ke bawah karena engsel mejanya kebanyakan goyah dan rusak gitu. Banyak pengunjung seminar heboh karena barangnya jatuh. Pasti malu banget, tiap kali jatuh seluruh peserta heboh ngeliat siapa yang barangnya jatuh. Untung bukan gue ( " 3 " )
Ada lagi yang bikin gue tahan lama di seminar adalah wartawan dan fotografer yang datang untuk meliput mantan orang nomor dua ini. Mereka benar-benar patut diacungin jempol keberaniannya. Satu orang yang benar-benar menarik perhatian gue adalah satu orang fotografer yang entah dari mana, apakah koran kompas atau apa yang dengan berani hampir selama seminar di depan muka Jusuf Kalla dan mengambil gambarnya dengan flash kamera yang bukan main menyilaukan. Yang bikin gue lucu adalah, bapak JK ternyata bergaya juga di depan kamera haha. Dengan sengaja, kadang ia memainkan tangan atau berlagak senyum saat si fotografer siap dengan kameranya. Kadang juga fotografernya kocak. Benar-benar haus foto. Setiap gerakan unik langsung di foto. Bapak JK juga kalau ada kamera langsung cis hahaha. Asik banget liat mereka wakakak.
Akhir kata, karena ini postingan penting haha. Jangan takut donor darah dan jangan segan-segan meluangkan keberanian untuk membantu sesama. Ikhlaskan hati untuk menjadi seorang relawan sejati. Jangan jadi relawan yang hanya berniat mendapatkan sertifikat dan nggak tulus membantu aja. Yeah!
Kuliah umum ini dihadiri oleh mantan orang nomor dua negara Repulik Indonesia juga selaku ketua PMI, Drs. H. M. Jusuf Kalla. Selain itu juga datang Rektor Universitas Indonesia, Prof Dr der Soz Drs Gumilar Rusliwa Somantri sebagai penyambut kedatangan bapak wakil presiden. Selain itu juga ada para dekan dari fakultas psikologi, para petinggi PMI dan tokoh-tokoh penting lainnya yang datang karena tertarik dengan tema serta narasumbernya yang begitu hebat.
Dari seminar ini, gue mengambil beberapa poin penting tentang kerelawanan. Ternyata di Indonesia ini masih banyak masalah dengan sikap relawan serta arti relawan itu sendiri di masing-masing masyarakat untuk menanggapi. Banyak di antara mereka memanfaatkan sebutan relawan sebagai ajang pengambil hati masyarakat kecil, ada juga yang benar-benar murni ikhlas dari dalam hati untuk berbagi kebahagian bersama dengan mereka yang membutuhkan.
Di sini juga, gue jadi tambah tahu dengan apa yang di sebut PMI. Ternyata, PMI itu kerjanya nggak cuma donor dan mengumpulkan darah aja, walaupun memang sebagian besar kegiatan PMI adalah mencari stok darah yang minim di Indonesia. Selain mencari darah, PMI juga turut membantu dan terjun langsung ke daerah permukiman tempat terjadi bencana, melakukan pencegahan di tempat-tempat rawan bencana, memberikan edukasi serta pengenalan lebih kepada masyarakat yang rentan tertimpa bencana.
Ngomong-ngomong tentang darah, gue tertarik dengan kasus ini. Indonesia memiliki banyak penduduk, tapi di dalam seminar disebutkan bahwa PMI masih dan sering kekurangan jumlah kantung darah pertahunnya. Kadang kita semua nggak ngeh dan nggak tahu kalau di luar sana, ada orang yang benar-benar butuh darah kita untuk melanjutkan hidupnya. Hati gue bener-bener tersentuh dengan betapa mulianya niat PMI dalam menggalang pengumpulan darah, pengusahaan membuat kantung darah dalam negeri dan program-program palang merahnya.
Gue pribadi, takut banget sama jarum dan darah. Apalagi jarum buat donor besar dan pasti sakit banget. Darah kita juga di sedot gitu. Pasti rasanya sakit banget. Tapi, gimana kalau nanti gue kecelakaan atau melahirkan? di situ pasti gue butuh banget yang namanya darah secara gue udah banyak banget mengeluarkan darah. Rasa sakit emang nggak seberapa, sebegitu teganya kah gue sampai egois mementingkan diri sendiri yang takut suntik dan jarum sampai-sampai nggak mau berbagi darah buat menolong orang di luar sana? Selain gue bisa berbagi, gue juga semakin sehat karena katanya transfusi darah juga bisa membuat kita lebih sehat.
Satu momen yang bener-bener gue seneng adalah pas jam makan dan istirahat selesai, menunggu para pembicara datang, gue duduk dan bengong sampai bete nggak tau harus ngapain. Tiba-tiba di belakang gue ada bapak-bapak yang dari sesi awal udah gue perhatiin karena kulitnya putih banget, dapat telfon dan ngomong di telfon dengan bahasa korea! waaaah, rasanya benar-benar beda kalau denger percakapannya langsung daripada nonton lewat tv atau komputer. Di depan gue ada orang jepang asli, pas seminar asik otak-atik gadget dia. Rambut bapak itu lucu, lurus halus kayak dora dan sikapnya juga lucu. Mukanya lucu, jepang banget. Jadi gemes sama bapak-bapak itu pas dia geleng-geleng, rambutnya juga geleng-geleng haha. Terus meja di gedung itu ribet banget! Sumpah deh, kalau gue nggak hati-hati pasti barang-barang gue jatuh ke bawah karena engsel mejanya kebanyakan goyah dan rusak gitu. Banyak pengunjung seminar heboh karena barangnya jatuh. Pasti malu banget, tiap kali jatuh seluruh peserta heboh ngeliat siapa yang barangnya jatuh. Untung bukan gue ( " 3 " )
Ada lagi yang bikin gue tahan lama di seminar adalah wartawan dan fotografer yang datang untuk meliput mantan orang nomor dua ini. Mereka benar-benar patut diacungin jempol keberaniannya. Satu orang yang benar-benar menarik perhatian gue adalah satu orang fotografer yang entah dari mana, apakah koran kompas atau apa yang dengan berani hampir selama seminar di depan muka Jusuf Kalla dan mengambil gambarnya dengan flash kamera yang bukan main menyilaukan. Yang bikin gue lucu adalah, bapak JK ternyata bergaya juga di depan kamera haha. Dengan sengaja, kadang ia memainkan tangan atau berlagak senyum saat si fotografer siap dengan kameranya. Kadang juga fotografernya kocak. Benar-benar haus foto. Setiap gerakan unik langsung di foto. Bapak JK juga kalau ada kamera langsung cis hahaha. Asik banget liat mereka wakakak.
Akhir kata, karena ini postingan penting haha. Jangan takut donor darah dan jangan segan-segan meluangkan keberanian untuk membantu sesama. Ikhlaskan hati untuk menjadi seorang relawan sejati. Jangan jadi relawan yang hanya berniat mendapatkan sertifikat dan nggak tulus membantu aja. Yeah!
The third is Germany
Today, Muller come back to play in the field against Uruguay. I optimist that German will be the winner. But when i watched the match, Joachim Loew, Germany's coach changed the position and tactic for this match. But this position was too risk. How can i say something like that? It's because SO MUCH CHANGES! I'll explain one by one. First, the captain was changed. Lahm wasn't play, and the subtitute for him was Shwensteiger. I felt a little disappointed about this decision. My mini Lahm doesn't play in last match. But i was expected that Scwensteiger could did good job as a captain like Lahm did. Second, the goal keeper wasn't Neuer, but Butt. He was from Bayern Munich. But i still doubt about his capability to keep the goal gate from Uruguay. And the last but most shocked me that Klose, Trochowski, and Podolski weren't play in the field today. Really risk, wasn't that?
But moreover, i was really happy looked for Özil plays. Really good and wise when herd the ball to the penalty box and give it to Muller to shots. So many on goal for today. It was really fun and great match. Uruguay played so strong and attacked during the match until made the score two. It was funtastic. Because Uruguay's versus was Germany who famous with goals were makeshift in difficult to reach.
And this is the result. Winner position for Germany and wide smile on their face made me smiled too. I were dancing back then while watching Khedira shots the last goal, hahhaa. Muller seemed so free after the last goal. Totally great moments!
Now, i wanna tell my heroes in Germany and why i liked them.
1. Thomas Muller
He is 21 years old, and lch liebe dich. He really has a nice leg to pass and drive the Jabulani to the oppossite goal box and shots directly face to face the keeper. The shots really powerfull, during this 2010, he made 5 goals in 6 match. If he can play back then against Spain, i bet he could do one or two goals! He really has a great talent to make a goal. Supper!
2. Mesut Özil
nanaaa, my lovely player here. Back then i don't like his face because for Germany's face, i bet he looks weird with his eyes. And i know why his eyes so unique like that! Yup, because he isn't a pure deutsch, but a turkey people. He is a moeslem and always read al-qur'an before the match. The team said that he made germany's side look more different and various because they are solid even there are a little different. And they don't make Özil different with his activity like pray and read the al-qur'an before the match. Moreover, he really did a good job with the defence and tackle. Nice mate for Muller to catch the ball.
And this is the result. Winner position for Germany and wide smile on their face made me smiled too. I were dancing back then while watching Khedira shots the last goal, hahhaa. Muller seemed so free after the last goal. Totally great moments!
Now, i wanna tell my heroes in Germany and why i liked them.
1. Thomas Muller
He is 21 years old, and lch liebe dich. He really has a nice leg to pass and drive the Jabulani to the oppossite goal box and shots directly face to face the keeper. The shots really powerfull, during this 2010, he made 5 goals in 6 match. If he can play back then against Spain, i bet he could do one or two goals! He really has a great talent to make a goal. Supper!
2. Mesut Özil
nanaaa, my lovely player here. Back then i don't like his face because for Germany's face, i bet he looks weird with his eyes. And i know why his eyes so unique like that! Yup, because he isn't a pure deutsch, but a turkey people. He is a moeslem and always read al-qur'an before the match. The team said that he made germany's side look more different and various because they are solid even there are a little different. And they don't make Özil different with his activity like pray and read the al-qur'an before the match. Moreover, he really did a good job with the defence and tackle. Nice mate for Muller to catch the ball.
***
err, the match for tomorrow. i support the oranje team! And i hope Pulpo Paul made a mistake that choosed La Furia Roja again to win and out as the winner for this year. I really hope the result is Nedtherland who can take the throphy. Yeaay! Which team do you choose?
uoh, shakira! will my country's broadcasting on air her performance? i want to watched she made a bombshow that night. I don't want to watch the Dedy Corbuzaire's magic performance. I don't trust him and any expectation that he made -__- i want watch shakira's and the other artist theree
Tag
blog
10.7.10
Go Germany!
Today, i'll watch the match between Germany and Uruguay. Even my body doesn't feel well enough and i need to take a rest, so i plan to take a nap for a while before watching properly the match with my two eyes. I don't want to miss every single moment in my favourite team. I really love them, even after they lose from spain. I don't know why, but in my heart they still be my hero :D
And look! I found my new idol here, his name is Ozil Mesut. He is decendant from Turkish and live in long time for Germany. He has play in team 17 and 21 for germany. Now he is the subtitute for the hole who Ballack make. And because he is Turkish, he is moeslem like me. I really proud with his way to say Insya Allah and Amin :D and i also follow his twitter. really make me more more to like him.
Go German! The 3rd in this year is never mind ;)
ps: i have a nice and wonderful trip today. i'll share what i've bought and saw, so stay tuned.
Tag
blog
5.7.10
Tipus
Hari ini setelah kemarin malam pulang dari rumah tante menginap sehari semalam, gue terkapar lemas di kasur nggak berdaya. Walaupun badan gue gede dan kuat, tapi sekalinya sakit gue bisa terkapar berhari-hari bahkan bisa langsung terkena tipus. Awalnya kemarin pagi, setelah gue begadang menyaksikan pertandingan Spain vs Paraguay yang ngebosenin, gue cuma bisa tidur sekitar empat jam, karena bukan di rumah sendiri. Setelah melepas kepergian para sepupu yang akan berenang dengan tante dan om gue, gue di ajak sama adik tercinta yang juga menginap di sana untuk olahraga bersepeda. Sekitar satu jam-an gue bersepeda keliling komplek, sekalian ngelewatin rumah kediaman Cut Tari, gue juga makan gado-gado di depan komplek rumah.
Habis itu, setelah selesai mandi, sekitar jam dua belas siang gue merasa badan gue nggak enak banget. Tenggorokan mulai ngerasa sakit. Gue kutuk gado-gado di dalam hati, sekalian nanya ke adik apa dia sakit tenggorokan juga-- sayangnya enggak. Malamnya, papa pulang dari Kalimantan dan mampir ke rumah tante buat kasih oleh-oleh kepiting saus asam manis dan saus tiram buat di makan rame-rame. Selesai makan, gue di kasih obat sama om buat ngelegain tenggorokan. Sekitar jam sebelas malam, gue pamit pulang ke om dan tante karena mulai ngerasa badan semakin nggak mau di ajak kerjasama.
Dan ternyata benar, sampai detik ini, badan gue makin nggak jelas suhunya gimana. Tenggorokan serasa ada ribuan jarum yang nempel, lidah terasa pahit banget buat makan, nafsu makan semakin nggak ada, kaki berasa mati rasa, warna mata gue semakin pucat, kuku gue membiru, kepala serasa melayang dan leher gue panas kalau di pegang. Oh iya satu lagi, perut gue nggak enak rasanya. Bukan semacam maag atau apa, tapi nggak enak banget.
Ya Allah, mudah-mudahan ini bukan tipus. Amin.
Dulu pas masih tiga tahun, gue pernah hampir meninggal. Dulu keadaan ekonomi orang tua jauh dari mencukupi seperti sekarang. Kata mama, gue sakit panas sampai empat puluh derajat celcius, sampai step dan kejang-kejang. Pas di bawa ke rumah sakit, karena itu udah tengah malam dan menjelang pagi, nggak ada rumah sakit yang mau nerima gue (lagian gue juga waktu itu orang miskin) jadilah kata mama, gue waktu itu udah hampir nggak tertolong lagi. Alhamdulillah, ada satu rumah sakit di Jakarta yang mau nerima gue. Gue langsung di rawat dan diberikan alat bantu pernapasan. Kejang-kejang gue akhirnya berhenti dan gue akhirnya selamat.
Setelah besar pun, gue sering banget kena tipus. Apalagi pas smp. Rasanya dulu hampir setiap bulan gue di rawat di rumah sakit karena tipus. Semakin gue capek, semakin besar resiko gue di rawat di rumah sakit. Dulu gue bahkan sampai akrab banget sama mbak-mbak di rumah sakit dekat rumah. Sakit yang paling parah yang pernah kambuh adalah tipus gue terakhir kali, kelas satu sma. Waktu itu, gue ngerasa panas dingin di badan, pusing banget di kepala, tenggorokan sakit banget dan sinusitis gue kambuh sampai ngeluarin darah. Rasanya sakit banget, setelah bersabar di rawat di rumah sekitar empat hari, gue di bawa ke rumah sakit dekat rumah dan di ambil darahnya untuk di check, gue kena sakit apa. Yah hasilnya sih, gue juga udah tau sakit apa. Tipus lagi.
Langsung aja gue di bawa ke ruangan unit gawat darurat dan dimasukkin selang infus ke tangan kiri. Tahap ini yang paling gue benci, karena gue nggak suka jarum dan gue takut darah. Karena gue berontak, akhirnya tangan gue bengkak dan darah gue muncrat ke mana-mana, ke alas seprei rumah sakit dan ke baju suster yang di samping gue (kalau nggak salah ada lima suster waktu itu buat nahan berontakan gue). Setelah terpasang, gue di bawa ke kamar. Tapi besok harinya, entah kenapa, gue malah sesak napas dan kejang. Rasanya sampai sekarang masih keingat sama gue, bau oksigen dari alat bantu pernapasan dan muka suster yang iba ngelihat gue nggak bisa napas karena suhu badan gue tinggi banget. Nyokap gue nangis sambil mengelus tangan gue, nggak tega liat gue. Bokap gue yang berdiri di depan gue, bantu menguatkan nyokap gue. Serasa ngeliat mereka berdua mau melepas gue ke alam sana aja. Gue udah pasrah waktu itu, gue berdoa dalam hati dan mengikuti ucapan doa nyokap gue. Bibir gue biru waktu gue liat ke kaca. Terus gue inget habis itu gue tertidur.
Bangun-bangun, gue ngeliat orangtua gue diskusi dengan dokter. Yang gue dengar dari percakapan mereka, kemaren dosis obat yang di kasih ternyata nggak bisa mengantisipasi penyakit gue, karena hasil labor baru keluar tadi pagi. Kata dokter, tipus gue udah tingkat yang paling tinggi (6 dari 8, kalo nggak salah) dan obat baru akan di kasih sekarang. Pas liat gue udah bangun, dokternya nanya gue udah bisa napas apa enggak, dan gue bilang udah. Akhirnya tabung oksigen disingkirkan dan gue bebas haha. Seminggu di rawat dan akhirnya gue sembuh dari neraka.
Sampai sekarang gue belum pernah di rawat lagi. Kalaupun kambuh, itu juga baru gejala dan gue langsung makan sebanyak yang gue bisa biar virusnya nggak hidup lagi. Gue juga berusaha makan pada waktunya dan nggak membuat capek tubuh sendiri. Sayangnya pas gue di rumah tante, gue lupa dengan janji gue ke diri sendiri. Dan sekarang, gue mengetik di depan komputer dengan secangkir susu coklat panas, minum paksa, berusaha mengeluarkan keringat biar suhu badan normal lagi. Gue nggak mau sakit lagi >,<
Habis itu, setelah selesai mandi, sekitar jam dua belas siang gue merasa badan gue nggak enak banget. Tenggorokan mulai ngerasa sakit. Gue kutuk gado-gado di dalam hati, sekalian nanya ke adik apa dia sakit tenggorokan juga-- sayangnya enggak. Malamnya, papa pulang dari Kalimantan dan mampir ke rumah tante buat kasih oleh-oleh kepiting saus asam manis dan saus tiram buat di makan rame-rame. Selesai makan, gue di kasih obat sama om buat ngelegain tenggorokan. Sekitar jam sebelas malam, gue pamit pulang ke om dan tante karena mulai ngerasa badan semakin nggak mau di ajak kerjasama.
Dan ternyata benar, sampai detik ini, badan gue makin nggak jelas suhunya gimana. Tenggorokan serasa ada ribuan jarum yang nempel, lidah terasa pahit banget buat makan, nafsu makan semakin nggak ada, kaki berasa mati rasa, warna mata gue semakin pucat, kuku gue membiru, kepala serasa melayang dan leher gue panas kalau di pegang. Oh iya satu lagi, perut gue nggak enak rasanya. Bukan semacam maag atau apa, tapi nggak enak banget.
Ya Allah, mudah-mudahan ini bukan tipus. Amin.
Dulu pas masih tiga tahun, gue pernah hampir meninggal. Dulu keadaan ekonomi orang tua jauh dari mencukupi seperti sekarang. Kata mama, gue sakit panas sampai empat puluh derajat celcius, sampai step dan kejang-kejang. Pas di bawa ke rumah sakit, karena itu udah tengah malam dan menjelang pagi, nggak ada rumah sakit yang mau nerima gue (lagian gue juga waktu itu orang miskin) jadilah kata mama, gue waktu itu udah hampir nggak tertolong lagi. Alhamdulillah, ada satu rumah sakit di Jakarta yang mau nerima gue. Gue langsung di rawat dan diberikan alat bantu pernapasan. Kejang-kejang gue akhirnya berhenti dan gue akhirnya selamat.
Setelah besar pun, gue sering banget kena tipus. Apalagi pas smp. Rasanya dulu hampir setiap bulan gue di rawat di rumah sakit karena tipus. Semakin gue capek, semakin besar resiko gue di rawat di rumah sakit. Dulu gue bahkan sampai akrab banget sama mbak-mbak di rumah sakit dekat rumah. Sakit yang paling parah yang pernah kambuh adalah tipus gue terakhir kali, kelas satu sma. Waktu itu, gue ngerasa panas dingin di badan, pusing banget di kepala, tenggorokan sakit banget dan sinusitis gue kambuh sampai ngeluarin darah. Rasanya sakit banget, setelah bersabar di rawat di rumah sekitar empat hari, gue di bawa ke rumah sakit dekat rumah dan di ambil darahnya untuk di check, gue kena sakit apa. Yah hasilnya sih, gue juga udah tau sakit apa. Tipus lagi.
Langsung aja gue di bawa ke ruangan unit gawat darurat dan dimasukkin selang infus ke tangan kiri. Tahap ini yang paling gue benci, karena gue nggak suka jarum dan gue takut darah. Karena gue berontak, akhirnya tangan gue bengkak dan darah gue muncrat ke mana-mana, ke alas seprei rumah sakit dan ke baju suster yang di samping gue (kalau nggak salah ada lima suster waktu itu buat nahan berontakan gue). Setelah terpasang, gue di bawa ke kamar. Tapi besok harinya, entah kenapa, gue malah sesak napas dan kejang. Rasanya sampai sekarang masih keingat sama gue, bau oksigen dari alat bantu pernapasan dan muka suster yang iba ngelihat gue nggak bisa napas karena suhu badan gue tinggi banget. Nyokap gue nangis sambil mengelus tangan gue, nggak tega liat gue. Bokap gue yang berdiri di depan gue, bantu menguatkan nyokap gue. Serasa ngeliat mereka berdua mau melepas gue ke alam sana aja. Gue udah pasrah waktu itu, gue berdoa dalam hati dan mengikuti ucapan doa nyokap gue. Bibir gue biru waktu gue liat ke kaca. Terus gue inget habis itu gue tertidur.
Bangun-bangun, gue ngeliat orangtua gue diskusi dengan dokter. Yang gue dengar dari percakapan mereka, kemaren dosis obat yang di kasih ternyata nggak bisa mengantisipasi penyakit gue, karena hasil labor baru keluar tadi pagi. Kata dokter, tipus gue udah tingkat yang paling tinggi (6 dari 8, kalo nggak salah) dan obat baru akan di kasih sekarang. Pas liat gue udah bangun, dokternya nanya gue udah bisa napas apa enggak, dan gue bilang udah. Akhirnya tabung oksigen disingkirkan dan gue bebas haha. Seminggu di rawat dan akhirnya gue sembuh dari neraka.
Sampai sekarang gue belum pernah di rawat lagi. Kalaupun kambuh, itu juga baru gejala dan gue langsung makan sebanyak yang gue bisa biar virusnya nggak hidup lagi. Gue juga berusaha makan pada waktunya dan nggak membuat capek tubuh sendiri. Sayangnya pas gue di rumah tante, gue lupa dengan janji gue ke diri sendiri. Dan sekarang, gue mengetik di depan komputer dengan secangkir susu coklat panas, minum paksa, berusaha mengeluarkan keringat biar suhu badan normal lagi. Gue nggak mau sakit lagi >,<
Tag
blog
4.7.10
Cassilas
Yah walaupun gue nggak suka sama tim spanyol, tapi karena nonton pertandingan tadi pagi antara spanyol dengan paraguay membuat mata gue terbuka lebar ngeliat betapa hebatnya cowok satu ini. Dari dulu gue nggak pernah minat memerhatikan penjaga gawang, tapi baru kali ini gue lihat penjaga gawang yang bener-bener tangguh dan hebat. Kenalkan, calon suami, Casillas :D hahhaa
Tag
blog
no more food
Hobi pertama gue selain tidur dan bermalas-malasan adalah makan. Dulu banget, badan gue kurus, item, rambut keriting dan kayak anak kampung. Dulu sama sekali nggak ada yang nyebut gue anak cina atau kalau ketemu orang cina bilang gue saudara mereka dan semacamnya. Walaupun setiap kali harga diri gue tercabik-cabik mendengar persamaan kayak begitu dari temen-temen sendiri, tetep ada secercah kesenangan karena gue sedikit bangga dengan metamorfosa gue yang sekarang dari gue yang dulu kala. Yang jahiliyah kalau mau di bilang lebih detailnya. Tapi entah sejak kapan, gue mau banget kembali ke badan gue di masa jahiliyah itu. Di mana badan gue sekurus papan cucian dari kayu, bisa lari seirama dengan angin dan nggak pernah disamain sama orang cina lagi. Entah sejak kapan gue jadi begitu, jadi orang yang nggak bersyukur.
Dan entah sejak kapan, mindset di otak gue berubah, dari suka banget sama makan dan makanan, sekarang setiap kali liat makanan serasa ngeliat barang yang sama sekali nggak mau di sentuh. Rasa-rasanya gue jadi capek banget mau makan. Segigit makanan kesukaan gue terkadang bisa membuat gue berpikir keras membayangkan betapa nantinya gue harus olahraga untuk menghilangkan kalori dan lemak di dalam tubuh setelah menikmati kenikmatan duniawi yang hanya lewat satu dua menit di tenggorokan dengan gerakan peristaltinya. Entah kenapa gue jadi berpikir panjang kalau makan banyak artinya olahraga juga lebih banyak. Entah sejak kapan gue berpikir makan banyak berarti sabtu depan badan akan capek karena harus membakar kalori beratus-ratus lebih. Oh, entah sejak kapan.
Sisi positifnya, setiap sabtu gue bisa cuci mata dengan 'saudara' gue yang lain. Kadang walaupun dalam hati benci dan iri dengan mereka, gue sejujurnya kagum dengan kegigihan serta semangat juang mereka. Gue juga kagum dengan wana kulit mereka, sama badan mereka yang punya bakat kurus. Juga kagum dengan mereka yang kenapa selalu bisa ada di posisi atas setiap perusahaan -__- kadang juga gue pengen disamakan nasibnya dengan 'saudara' yang kayak gitu, jangan mukanya aja. Oh iya, udah beberapa kali gue ngeliat 'saudara' yang ganteng banget. Tapi gue tau diri kok, selain banyak yang ganteng di situ juga banyak 'saudara' yang cantik dan seksi abis kayak artis korea -__- jadi ya gue di sana bener-bener fokus olahraga. Nggak akan yang namanya cari jodoh dan semacamnya. Nggak minat! apalagi sama cina cuih! dendam kesumat haha
Dan entah sejak kapan, mindset di otak gue berubah, dari suka banget sama makan dan makanan, sekarang setiap kali liat makanan serasa ngeliat barang yang sama sekali nggak mau di sentuh. Rasa-rasanya gue jadi capek banget mau makan. Segigit makanan kesukaan gue terkadang bisa membuat gue berpikir keras membayangkan betapa nantinya gue harus olahraga untuk menghilangkan kalori dan lemak di dalam tubuh setelah menikmati kenikmatan duniawi yang hanya lewat satu dua menit di tenggorokan dengan gerakan peristaltinya. Entah kenapa gue jadi berpikir panjang kalau makan banyak artinya olahraga juga lebih banyak. Entah sejak kapan gue berpikir makan banyak berarti sabtu depan badan akan capek karena harus membakar kalori beratus-ratus lebih. Oh, entah sejak kapan.
Sisi positifnya, setiap sabtu gue bisa cuci mata dengan 'saudara' gue yang lain. Kadang walaupun dalam hati benci dan iri dengan mereka, gue sejujurnya kagum dengan kegigihan serta semangat juang mereka. Gue juga kagum dengan wana kulit mereka, sama badan mereka yang punya bakat kurus. Juga kagum dengan mereka yang kenapa selalu bisa ada di posisi atas setiap perusahaan -__- kadang juga gue pengen disamakan nasibnya dengan 'saudara' yang kayak gitu, jangan mukanya aja. Oh iya, udah beberapa kali gue ngeliat 'saudara' yang ganteng banget. Tapi gue tau diri kok, selain banyak yang ganteng di situ juga banyak 'saudara' yang cantik dan seksi abis kayak artis korea -__- jadi ya gue di sana bener-bener fokus olahraga. Nggak akan yang namanya cari jodoh dan semacamnya. Nggak minat! apalagi sama cina cuih! dendam kesumat haha
Tag
blog
Germany won!
Double Horray! Its so awesome! The match really precious to watch, and i'm so proud that i've watched the match with my family. Earlier, i've choosed German as my second choice after England. And i really love how they control the ball and play so nicely among the other player in team :D
I really like how the captain organized his friends and how the others passing the ball. They really did it in the beutiful way. I hope German will be the winner for World Cup 2010. My wishes for you, dear.
Black Panser!
ps : Lahm, Muller, Klose, Podolski, Mesut Ozie, Shweinsteiger, and Neuer.. you all had made me love football again! I really felt sorry to not watch the match in Europe League in 2008 :(
i heard that if we listen to the vuvuzela's sound in long term, we'll had permanent problem in ears. So carefully to near with it. So scary but without them, how quiet the match in this south africa, isn't it? :)
Tag
blog
Subscribe to:
Posts (Atom)
