29.1.12

Does God Exist?

(originally from neilgorawr)
  • -------
  • A man went to a barbershop to have his hair cut and his beard trimmed. As the barber began to work, they began to have a good conversation. They talked about so many things and various subjects. They eventually touched on the subject of God.
  • Barber:I don't believe that God exists.
  • Customer:Why do you say that?
  • Barber:Well, you just have to go out in the street to realize that God doesn’t exist. Tell me, if God exists, would there be so many sick people? Would there be abandoned children? If God existed, there would be neither suffering nor pain. I can’t imagine a loving God who would allow all of these things.
  • -------
  • The customer thought for a moment, but didn’t respond because he didn’t want to start an argument. The barber finished his job and the customer left the shop. Just after he left the barbershop, he saw a man in the street with long, stringy, dirty hair and an untrimmed beard. The customer turned back and entered the barber shop again.
  • Customer:You know what? Barbers don't exist.
  • Barber:How can you say that? I am here. I am a barber, and I just worked on you!
  • Customer:No! Barbers don’t exist because if they did, there would be no people with dirty long hair and untrimmed beards, like that man outside.
  • Barber:Ah, but barbers DO exist! That’s what happens when people do not come to me.
  • Customer:Exactly! That’s the point! God, too, DOES exist! That’s what happens when people do not go to Him and don’t look to Him for help. That’s why there’s so much pain and suffering in the world.

24.1.12

Well said

aku tidak bisa menyalahkan sikapmu pada diriku, ketika akhirnya aku sendiri sadar bagaimana sikapku menghadapi kondisi yang serupa dengan kondisi yang kamu hadapi dengan begitu miripnya. Aku maklum, dan kita berdua tidak salah. Yang patut disalahkan adalah kita mungkin memang bukan untuk satu sama lain

22.1.12

Ayo Indonesia!

Building of house of representatives Indonesia

Aku, warga negara Republik Indonesia. Tahun ini menginjak tahun ke-19 lamanya aku menjadi bagian Indonesia dalam keluargaku. Selama itu juga, aku belum pernah menginjakkan kaki ke tanah negeri orang lain. Melihat negara lain hanya bisa kulakukan melalui layar monitor komputerku, dengan bantuan kecepatan internetku. Suatu cita-cita bagi diriku agar bisa keluar dari negara ini, melihat keindahan negara lain dengan mata kepala sendiri. Iya, cita-cita sedari kecil. Oleh karena itu, begitu besarnya harapanku menjadi seorang Duta Besar, bisa berkeliling dunia mewakili negara Indonesia, negara yang kucintai.

Sejak aku masuk ke universitas, lambat laun hal didiriku berubah. Cara berpikirku tak sependek dahulu, kini aku penuh dengan pertimbangan dari berbagai sisi untuk mengambil suatu kesimpulan. Cara berpakaianku, dandananku kini juga sudah berbeda, tidak sepolos dahulu. Bersamaan dengan itu, ada banyak hal yang aku temui dan ketahui. Ketika diriku tahu bahwa tidak semudah itu 1+1=2, ketika diriku tahu bahwa senyuk seseorang menyimpan beribu makna, dan ketika kutahu betapa rusaknya negeriku, negeri yang kucintai ini. Dari berbagai hal yang terlihat dinegeriku, begitu banyak penderitaan dan kemiskinan. Di lain sisi, ada pihak lain yang begitu bahagia dan bergelimpangan harta, dengan tidak sewajarnya.

Aku masih dalam selimut kepolosan dan penuh pemikiran idealis. Yang aku mau adalah si miskin semakin sejahtera dan penjarakan yang melakukan hal licik untuk mendapatkan harta. Tapi praktisinya tidak semudah berbicara. Negeriku kini sudah amat kotor. Aku sendiri-- mungkin orang lain di luar sana yang membaca ini juga berpikiran harus bagaimanakah memperbaiki negeri ini, namun tidak menemukan suatu cara yang dapat benar-benar membetulkan yang terjadi pada negeri ini. Kebusukan telah berakar disetiap bagian negara ini. Hal sekecil apapun yang kulihat kini dapat terlihat sisi busuknya. Tidak ada lagi hal-hal lugu yang pernah kudapatkan saat dahulu kukecil.

Entah telah berpikir seberapa lama atau sepesimiskah diriku ini, aku berusaha belajar sekeras mungkin.. sekeras mungkin. Selagi aku berada di tempat terbaik dinegaraku, dimana pemikiran idealis bukanlah milikku saja, tapi milik kami semua di sini. Aku belajar dan bertukar pikiran. Yang ada dibenakku adalah aku ingin segera lulus dan mendapatkan pekerjaan, mengumpulan uang yang banyak.. yang banyak.. dan pergi dari negara ini, negara yang sebentar lagi akan hancur ini.

Kukira pemikiranku ini hanyalah diriku seorang. Namun, ternyata ada begitu banyak mahasiswa-mahasiswi ataupun orang-orang berpendidikan yang berpikiran serupa dan benar-benar persis dengan diriku. Saat itu juga aku berpikir "lalu siapa yang akan tinggal di negeri ini?"

tidak ada.

ya, mungkin yang tertinggal nanti benar-benar hanya orang-orang yang berniat mengeruk harta negeri demi kantongnya sendiri dan meninggalkan sampahnya pada rakyat yang kelaparan. mengindahkan kerusakan alam yang terjadi dan menikmati hasilnya di tanah negeri lain.

menyadari kenyataan itu, pantas negara ini tidak pernah maju. pantas begitu banyak yang pintar di negeri lain, ternyata pemikiranku yang diatas adalah pemikiran umum, begitu banyak fakta di luar sana. Jadi begini toh, Indonesia selalu di peringkat terbelakang. Indonesia menjadi peringkat atas suatu kehancuran. Ya karena apa? karena bibit-bibit yang seharusnya dapat menegakkan negara ini berpikiran pesimis dan bermental lembek. Hanya menyelamatkan diri sendiri dan melupakan negara tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, tempat ia mengeruk pendidikan. Ibu pertiwi yang terlupakan..

Andaikan anak Indonesia yang pintar merakit pesawat itu kembali tinggal di Indonesia dan tidak begitu saja menyetujui untuk selamanya memberikan kejeniusannya untuk negara itu, mungkin pesawat kita lebih maju. Andaikan ilmuwan asal Indonesia itu membantu para ilmuwan dinegaranya ketimbang negara itu, mungkin ia bisa membantu majunya teknologi dan penemuan yang ada di Indonesia.

Andaikan semua itu dapat terjadi, dan andaikan pemerintah Indonesia sendiri menghargai keinginan kami, memberikan fasilitas bagi kami untuk tetap tinggal di sini, menjadi bersama-sama memajukan negara.. bukan hanya memajukan perut kalian saja! Sungguh terlalu, apa sih yang salah di sini?

Pada akhirnya, yang patut disalahkan adalah keduanya. keinginan tidak mungkin dapat terkabul bila kondisi tidak mendukung. Kondisi itupun tidak mungkin dapat tercipta dengan sendirinya, diperlukan kesungguhan dari pemerintah agar keinginan bersama ini dapat tercipta.

Aku, kamu, kita, semuanya menginginkan Indonesia yang lebih baik bukan?
bapak/ibu pemerintah? Anda pasti juga kan?

Sincerely,

Tuhan dan pertandanya

Setelah selesai menamatkan satu drama korea berjudul Princess Prosecutor, akibat efek drama membuat gue membandingkan tokoh utama drama tersebut dengan diri gue. Perbedaan yang paling mencolok antara kita berdua adalah kekuatan ingatan. Ya, di cerita itu, tokoh utama wanitanya memiliki kekuatan ingatan yang sangat kuat, sampai bisa meniru persis apa yang ia ingat. Sedangkan gue, beberapa menit saja langsung lupa.

Anyway, gue pernah mendengar sebuah kisah yang menceritakan tentang seseorang yang meminta kepada tuhannya sebuah rezeki. Nggak begitu ingat detil kisahnya, akan tetapi yang jelas seseorang ini merasa setiap doanya tidak pernah didengarkan oleh tuhannya sehingga dia merasa marah dan kecewa. Lalu datang seorang bijak, yang berkata setelah mendengar cerita dari seseorang yang marah tersebut. Si bijak berkata, "bukan berarti tuhan tidak mendengarkan doamu, tapi kamulah yang tidak melihat dan mengerti apa yang telah diberikan tuhan." Ya, memang seseorang yang marah tersebut meminta suatu hal (tapi gue lupa apa) dan telah diberikan kesempatan oleh tuhan hingga tiga kali, tapi ia mengindahkannya. Yang gue tangkap di sini adalah, janganlah terlalu berharap pada satu hal sehingga melupakan hal yang lain yang diberikan oleh tuhan, padahal satu hal yang engkau harapkan belum berarti lebih baik daripada yang diberikan oleh tuhan. :)

Sama halnya dengan apa yang gue pikirkan hari ini. Begitu bodohnya gue mengharapkan suatu hal, padahal jelas-jelas tuhan sudah memberikan pertanda bahwa hal tersebut bukan untukku, terlihat ketika suatu hal tersebut begitu amat susah dicapai dan ditemukan. Ketika gue begitu fokus terhadap suatu hal ini, hal-hal yang mungkin lebih baik untuk diriku gue lewati begitu saja. Padahal, jelas-jelas hal ini selalu gue temui dengan mudah dan selalu datang menghampiri gue setiap hari.

Betapa bodohnya gue. Entah apa lagi yang telah gue lewati dan tidak tersadari..

17.1.12

give up

Hari ini aku belajar banyak arti tentang perjuangan dari Ibuku. Tidak usah diceritakan, tapi kalau digambarkan, sikap pantang menyerah dan kerja kerasku-- aku yakin, mengalir deras dalam darahku dari Ibuku. Sayangnya, sikap sabarku yang lebih menjurus ke bodoh aku dapatkan dari Ayahku. Perpaduan yang membuat diriku kadang terlihat berjuang keras sampai titik darah penghabisan, tapi juga bisa duduk lemas layu terpaku mengatakan sedang dalam mode 'sabar', haha.

Kalau direlasikan ke percintaan (#eeaa). Aku sekarang sudah dalam tahap sabar menunggu. Sudah lelah meraih mengejar terjatuh dan sakit. Juga lelah dikejar ribuan rasa takut dan malu, memendam semuanya sendiri dan kepahitan rasa cemburu.

Anggap sekarang (bukan anggap, tapi sudah begitu) saya menyerah. Wanna be third party, won't join any of part of thing. Kalau lihat yang tersenyum, merayu, menggoda, muka indah, tutur bahasa sopan, pandai, apapun itu, hati saya beku. Mata saya kosong, isi otak dipenuhi kata lelah dan letih.

Lagi-lagi satu tulisan menyerah ya tentang cinta. Bukti jejak realisasi masa depan sepertinya :p

Naifnya Aku

Aku dengan kuasaku, dengan kedua mataku, dan terbatasnya diriku
didalam Aku, ada setinggi puncak gunung Manaslu harapan dan mimpi
kepada sebuah negeri dan diri hakiki,
ketika mereka dibuat oleh Aku yang belia, dalam umur yang penuh dengan torehan idealis

Yang Aku mau hanyalah adanya keindahan dan tidak ada setitik hitam
yang nantinya akan Aku sadari itu hanyalah ilusi, kenaifan seorang Aku

tapi Aku dengan batas kuasaku, terus berjalan lurus ke depan
melakukan apa yang Aku anggap benar, walaupun itu hanyalah bentukkan
kenaifan seorang Aku

Bukan demi keegoisan Aku, tapi demi kebenaran akan negeri melalui diri.

5.1.12

Even it's too late to say it now, but however
HAPPY NEW YEAR 2012 EARTH AND ALL OF CREATURES LIVE ON IT!


Tidak terasa akhirnya semester tigaku sudah di penghujung jalan saja. Terasa begitu cepat dan terasa begitu berat. Terlalu banyak kejadian yang belum diceritakan. Terlalu banyak kenangan dan memori yang rasanya enggan kalau hanya disimpan di pikiran-- karena gue yakin, bakalan terlupakan suatu saat nanti.


Harus berapa kali gue katakan. Alhamdulillah banget bisa masuk dan di terima di UI. Walaupun awalnya sedih banget keterima di Akuntansi (bukannya HI) tapi segala kejadian pasti ada hikmahnya. Menurut gue, gue udah mendapatkan hikmah dari kegagalan rencana yang dahulu gue buat.


Ada banyak orang-orang yang berarti yang mungkin nggak akan gue temui kalau gue nggak ada disini. Mungkin juga gue nggak bertemu orang hebat lainnya karena nggak keterima di HI UI. Tapi well said, gue terlalu bahagia dan terlena ada di dalam sini. Gue menikmati banget bagaimana waktu gue terkikis untuk belajar, bercengkerama, berkepanitiaan, berorganisasi, dan bersosialisasi. Hidup gue penuh warna dan dengan bangga akhirnya gue bisa bilang: my life isn't flat again, anymore :)


Ada temanku yang punya kelebihan bisa membaca masa depan, ada juga yang jago luar biasa dalam caucus memperdebatkan diplomasi. ada yang jago berdebat dalam motion apapun, kerjaannya menang lomba ini itu. Ada juga yang sudah bekerja di staff kepresidenan. Ada yang sibuk dalam tim transisi UI. ada yang bahasa inggrisnya lancar seperti air. Anak duta besar sampai tukang becak ada di sini. Ada yang pintar luar biasa, yang rajin luar biasa juga ada. Yang ganteng cantik pintar dan kaya semuanya ada di sini, plus keunikannya masing-masing. Dalam apapun, gue suka mereka semua, exclude sikap mereka yang kadang bikin sakit hati akibat keegoisan dan ambisi tinggi kita semua, terkadang menutup mata hati.


You know, anak FE terkenal dengan ambi-nya. Makan temennya. Kelihatannya aja santai di luar, nongkrong di kafe mahal tengah malam. Jangan salah, paginya sudah kuliah dengan rajin dan menjadi the most clever student in the class. Banyak kisah seperti itu, dan salah satu temanku ya begitu. Hura-hura 80 harinya, 10 hari berubah menjadi cupu demi nilai A saat ujian. It's fact about us. Kita bangga tapi, itulah slogan kita: buku, pesta, dan cinta!


Setiap hari (dulu mungkin sudah pernah gue ungkapkan) selalu aja ada kejadian yang diluar dugaan. Selalu aja ada kebahagiaan di balik kesedihan. Yah, ketika gue sedih jalan sendirian di koridor selasar atau menuju rumah BOE, ada aja seseorang yang menyapa gue dan akhirnya jalan searah dengan gue. Yah, walaupun sikap gue beberapa waktu terakhir agak mengesalkan karena suatu hal. Resolusi tahun 2012ku, salah satunya, adalah memperbaiki sikap yang satu ini dan memperbaiki apa yang telah diakibatkannya ke teman-temanku. Kata maaf mungkin bukan keluar dari yang salah saja, tapi perlu kata ajaib itu untuk memperbaiki hubungan yang terlalu berharga untuk dibuang karena kesombongan ego. Well said, right? :)


Semakin ke sini juga, gue semakin tercuci otaknya dengan buku-buku pelajaranku yang nikmat untuk dibaca, penuh isi dan keajaiban didalamnya-- yang sayangnya baru gue dalami saat H-1 ujian. Walaupun sistem kebut semalam, walaupun waktu yang gue punya sedikit, gue beneran amaze sama ekonomi. Lingkup ini tuh ajaib, nggak ada sesuatu didalamnya, sebenarnya dia tuh kalah rendah dibandingkan ilmu eksak lainnya, kalau andaikan dahulu kala tidak tercetus adanya uang. Ya, uang dan ekonomi. Uang dan akuntansi. Akuntansi dan gue, Nadya. I don't like it, honestly. But in proccess to understand it.


Banyak yang mau gue ceritakan. Ada begitu banyak hal unil. Semoga lain kali sempat.
Happy new year :"D



23.12.11

Mendekati minggu-minggu UAS di semester tiga. Seriusan nggak kerasa, bentar lagi gue udah mau tingkat tiga aja. Sepertinya ilmu yang gue pelajarin di kuliah masih kurang cukup untuk jadi bekal nanti buat bekerja. Nggak usah muluk-muluk deh, pelajaran yang dipelajari aja masih kurang ngerti-- bahkan kadang nggak sama sekali, cuma demi ujian aja.

Dalam kepenatan kuliah dan kebingungan akan masa depan, gue terus menjalani hari-hari seperti biasanya. Ada banyak perubahan yang gue lakukan, ada banyak jalan baru yang gue tempuh. Gue berusaha merubah diri gue yang dulu menjadi sosok yang baru, yang lebih baik.

Anyway, dua hari yang lalu gue pindah kamar ke yang lebih besar daripada yang lama. tepat bersebelahan dengan teman baruku yang baik dan pengertian, namanya Tammi. Dari dia, gue banyak mengetahui hal-hal baru dan informasi baru. kita setiap hari berdiskusi mengenai banyak hal dan itu membuat wawasan gue bertambah dan kritis. nggak cuma gosip, kita juga mempertanyakan kenyataan yang terjadi pada kita, negara, kampus, dan lainnya.

Berita menggembirakan lainnya, gue mendapatkan anak kucing anggora bermata matahari-- kuning menyala berbentuk sang surya. bulunya belang tiga dan suaranya halus. bibirnya merah muda dan makannya lahap, minta tambah terus. sudah tiga hari bersama gue di kamar baru ini. walaupun sibuk dengan persiapan UAS yang mengerikan, kasih sayang gue tumpah ke anak kucing ini. Rasanya senang bisa belajar mencintai dan menyayangi :)

Sekian dulu ya laporan singkatnya. Doakan UAS gue lancar jaya dan maksimal.
Salam :3

6.12.11

V.L

Olla, Tuesday morning.

Report live from my current condition: I'M VOICELESS!
I have a big big tonsilitis on my throat that I can't speak out normally. It feels hurt so much till' I won't to fall asleep because if I woke up, this feeling will getting much worse.

This condition shouldn't happen if I could controll my way to eat which enter anything on to my mouth.
SO THIS IS IT.
voiceless.

ps: my stories being commitee 34th JGTC will be shared soon, I'm sick now. Hardly to stand this up.

10.11.11

FREAK

Gue kadang berharap ada seenggaknya satu orang yang akan (nantinya) setia di sisi gue. Bukan dalam ikatan pernikahan atau keluarga, bukan juga teman.

Secara pribadi walaupun gue nggak berniat menentang aturan agama, gue nggak mau menikah. Udah gue state beberapa kali di blog ini, setiap tahun. Nggak tahu ada dilemma apa dahulu kala dengan gue, cuma 'mungkin' gue udah muak dan nggak percaya lagi dengan kepercayaan orang-orang yang berwujud palsu (if you knew what I mean).

Sejujurnya, gue nggak interest dengan hubungan romantisme apapun bentuknya. I'm not kind of people who like it. Still, restate that I'm normal. Bisa dibilang freak kesibukan dan terlalu takut diperhatiin orang. masochist dalam artian mental. really I should go to pschyatrist someday.

Tapi yang gue berikan ke orang lain adalah kebalikan dari yang gue inginkan. Gue seneng banget merhatiin seseorang, peduli dengan mereka, tapi udah. segitu aja, no further relation. spreading signal 'wanna make a friend with me' to anyone besides me. anyone! gue gila interaksi sosial, dan kadang merasakan disonansi teramat sangat karena udah trade off dengan waktu yang berharga.

dan sampai sekarang masih 'terlalu peduli' dengan orang yang nggak peduli sama sekali dengan diri gue, mau gue mati kek hidup kek ngapain kek, dia nggak peduli. tapi setiap detik waktu luang berharga yang gue punya, entah kenapa yang gue ketik di bb adalah nama dia. gue yakin ini namanya kutukan. dan gue selalu berusaha ngobatin diri, tapi ya gitu-gitu aja. bolak-balik suka terus benci terus suka lagi.

Yah tapi semua berubah. hampir semua keadaan diatas entah bagaimana caranya kini berangsung-angsur berubah. Walaupun masih belum bisa tertawa lepas di semester tiga ini, gue mau menyusun puzzle kehidupan yang diberikan Allah dengan santai. menikmati diri gue apa adanya dan mau tahu sampai kapan prinsip yang gue pegang ini bisa runtuh (dan siapa yang berhasil meruntuhkannya)

Isn't like a game, huh?

9.11.11

DOCDAYS 2011 and 34th JGTC

Good night, November :)
It’s been ages since I last write on this blog. Too many things went in and went out, took lots of moments of my life.

Rasanya senang banget bisa log in di blogger dan punya waktu untuk menulis sobekan kisah kuliah gue, setelah kemarin-- akhirnya! gue selesai menjalankan mid-test di semester tiga yang subhanallah melelahkan dan makin lama makin complicated.

*Brainstorming sebentar*

Memasuki awal semester kemaren, gue akhirnya memutuskan untuk nggak ambil full sks kuliah dikarenakan kecerobohan gue yang nggak bisa nolak nafsu daftar kepanitiaan. Untungnya, gue memberanikan diri untuk mundur mengikuti tahap seleksi selankutnya dari SEA GAMES, walaupun dengan penyesalan yang amat sangat.

Walaupun SKS udah didrop, walaupun jadwal kuliah udah jadi kosong.. tetep nggak bisa ya seorang anak FEUI gabut. Gue jadi hormat sama mahasiswa/i yang gabung HMAGA (himpunan mahasiswa gabut) yang di FEUI. Gue, personally, waktu tidur 8 jam aja, udah sangat-sangat berarti. Kalau emang bisa tidur selama itu, di hari biasa, biasanya bakalan bangun dengan perasaan bersalah, stress, dan panik. Dan untuk tiga hari kedepan adalah waktu emas gue untuk tidur sepuas-puasnya tanpa merasa bersalah.

Anyway.. nggak juga sih.

Minggu depan, gue akan memulai dua acara penting yang gue panitia-in.

DOCUMETARY DAYS 2011
singkatnya adalah acara kompetisi pembuatan film dokumenter dan pemutaran film-film dokumenter.
Dimulai tanggal 14-15th Nov di auditorium FEUI,18th Nov di CCF Salemba, dan malam penganugerahannya 19th Nov di atamerica, Pacific Place Jakarta.

aren't we great? benar-benar kerja keras banting tulang muter otak buat ngerjain segala urusan kepanitiaan. tapi semuanya dilakukan dengan hati senang, apalagi kalau lihat senin nanti acaranya bakalan bagus dan sukses. Di acara ini gue jadi vice coordinator Sponsorship. benar-benar pengalaman baru dan luar biasa hebat. Jadi punya banyak relasi dan link, bisa ngehandel marketing perusahaan, dan jadi akrab dengan para PI :")

34th JAZZ GOES TO CAMPUS-- Jazz The Way It Is
Nggak usah dijelasin, udah tau apa kan ya? :)
Update terheboh yang bikin gempar adalah betapa memang kerennya panitia acara ini!
You must know it, we CAN bring NOUVELLE VAGUE from France to perform on our stage!
Great? Ya kaaaan. walaupun sangat sibuk sebagai Jazz Communion yang ngurusin roadshow ke Bandung dan Lampung, walaupun dosen koperasi gue, Bu Suyanti marah-marahin gue kenapa ikut acara jazz, gue nggak masalah. It was worth even one second.

 --------------
Jadi, tanggal 13 nanti sampai akhir minggu gue akan jadi dual agent. Acara roadshow dan DocDays dimulai berbarengan. Gue harus stay di Bandung karena itu adalah main event divisi gue dan syukurlah di docdays gue hanya orang di balik layar. Tapi nggak pengen ninggalin DocDays setelah ngelihat sinopsis film-film yang akan diputar besok senin. Ini ulasan sinopsis yang akan ditayangkan di Screening In FEUI

SINOPSIS FILM
SCREENING IN DAY 1
14th NOVEMBER 2011
Pluralism Within The Culture
  • God is Love (75”)
Karena Tuhan adalah cinta, dan memang ada di tiap diri manusia. Menceritakan tentang perjalanan cinta pasangan suami istri  bernama Ali Aulia dan Jacky Veimilawaty. Alia beragama Islam, sedangkan Jacky dibesarkan oleh ayah yang seorang Hindu dan ibu yang seorang Katolik. Dengan pembelajaran yang begitu panjang untuk saling memahami, menghormati dan menghargai perbedaan satu sama lain dan tentunya juga meyakinkan keluarga besar serta kayakinan yang begitu kuat akhirnya mereka pun dapat menikah dengan tiga tata cara keyakinan.

  • Trunyan, Scent of Dead (22")
Kehidupan Pulau Trunyan di Bali begitu unik dan memiliki intrik tersendiri. Ketika mayat yang lazimnya dikubur atau dikremasi hanya dibaringkan dibawah pohon yang mengeluarkan wangi, pohon , dan asal-usul dibalik kebiasaan ini.

  • Kala Lereina (14")
Kala Lereina lahir dari kedua orang tua yang berbeda agama. Ayahnya adalah umat Islam yang merupakan sosok yang dominan dan membenci orang Yahudi, sementara Ibunya adalah pemeluk agama Kristen yang mengikuti tradisi orang Yahudi. Kala sendiri beragama Islam seperti ayahnya, tetapi ia terbebani oleh oleh perbedaan latar belakang kedua orang tuanya, antara dominasi sang ayah dan tradisi Yahudi yang kental terhadap ibunya.

  • Selaq (7")
Selaq adalah ilmu hitam dari Lombok, yang dikategorikan sebagai ilmu syirik. Film ini menceritakan mengenai pendapat masyarakat sekitar mengenai makna sesungguhnya dari Selaq. Menurut Anda sendiri, apa itu Selaq?



  • Poo Tae He (10")
Kelenteng Cina di Surabaya ini adalah potret nyata bahwa tradisi dan kebudayaan tidak akan lekang dimakan waktu. Walau ia adalah klenteng Cina, kelenteng ini rutin mengadakan pementasan wayang setiap minggunya, meski tanpa penonton.

  • Alkisah di Ampel (15")
Dinamika kehidupan di Ampel yang terdiri dari berbagai macam etnis dan ras. Perdebatan dan beda pendapatan kerap terjadi, namun proses sosialisasi tetap terjalin harmonis.

SCREENING IN DAY 2
15th NOVEMBER 2011
P.U.R.E (Pluralism, Unity, Respect and Empathy)
  • Indonesia Bukan Negara Islam (10")
Bagi dua siswa SMA Kanisius yang beragama Islam, kehidupan di sekolah normal-normal saja, hampir tidak ada diskriminasi agama di sana dan tidak membawa pengaruh yang besar. Tetapi melihat aksi organisasi-organisasi radikal seperti FPI, mereka pun angkat bicara. Mereka menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap aksi-aksi yang mereka lakukan hingga seolah-olah Indonesia menjadi negara Islam.

  • Jakarta Kota Gue!!! (17")
Inilah Jakarta dari sudut pandang seorang Jakmania. Menurutnya, orang-orang Jakarta datang dari suku bangsa yang berbeda dan dalam Liga Indonesia mereka lebih mendukung tim dari suku bangsa mereka. Karena itu dibutuhkan sebuah alat pemersatu bagi mereka yang tinggal di Jakarta dari berbagai suku bangsa, dan itu adalah Persija.

  • Nyadran Ala Sorowajan (22")
Warga Desa Sorowajan dikenal rukun antar umat beragama. Setiap bulan, warga berkumpul untuk berdoa dan diikuti makan bersama. Mereka bisa dijadikan contoh untuk kita sebagai umat beragama.

  • Aku ya Aku (5")
Sherly Cancerita, wanita keturunan Tamil yang besar di Medan. Menceritakan bagaimana ia hidup ditengah multikulturalisme Medan dan persepsi terbatas orang-orang di sekitarnya mengenai latar belakang dirinya.

  • Oase (10")
Berisi kumpulan dokumentasi dari sejumlah tokoh agama seperti Pendeta Paulus Hartono (Ketua FPLAG Al Munawar), film ini bercerita  mengenai pluralisme agama. Mereka mengungkapkan pendapat mereka tentang pluralisme agama dan kenyataannya pada zaman sekarang.

  • Makan Yuk Makan (7") 
                Apa yang ada di benak teman-teman Chandra, seorang Cina yang Kristen, ketika Chandra          menjamu mereka di meja makan.

  • Entah (5")
Sherlin, gadis remaja berayah Buddha-Cina dan beribu Hindu-India. Diminta oleh orang tuanya untuk memilih agama mana yang akan ia anut, apa pilihan Sherlin?

  • Aku Indonesia (4")
Seorang Cina yang bangga dengan identitas ke-Indonesia-annya. Walau sering mengalami diskriminasi atas identitasnya ini, ia tidak malu dan tetap memproklamirkan diri sebagai seorang Cina yang Indonesia.

  • Bilal (4")
Adzan adalah panggilan bagi kaum Muslim untuk memulai shalat lima waktu. Dan adzan bisa dilakukan oleh siapa saja, bukan?

  • Minority in Minority (24")
Tidak mudah menjadi minoritas dalam minoritas. Sebagai Tionghoa muslim, ketika mereka menonjolkan ke-Tinghoa-an mereka, mereka akan dikucilkan masyarakat. Di lain pihak, ketika mereka menampilkan keislamannya, mereka akan dikucilkan keluarga. Bagai memakan buah simalakama.

  • Sahabat di Perbatasan Pagi (14")
Dua karib yang mengabaikan perbedaan ideologi. Dua karib yang nasionalis dan komunis. Bagaimana kehidupan mereka di masa-masa kelam PKI, dan bagaimana ketika akhirnya persoalan ideologi ini tak bisa lagi mereka abaikan.

  • Sudah Bukan Cina (10")
Warga Indonesia keturunan etnis Cina di Jepara mengungkapkan pendapat mereka ketika dipanggil “Cina”. Ada yang terhina, ada yang biasa saja, bahkan ada yang merasa dirinya memang orang Cina. Diperlihatkan juga pandangan terhadap orang keturunan etnis Cina.

  • Kelasku harmoni ( 18”)
Keberagaman suku, warna kulit dan agama tak lepas dari keseharian siswa kelas II Hasanuddin SD Karuna Dipa Palu. Dibantu oleh Ibu Sin (Sendow CH. Sumanpaouw), selaku walikelas,bersama mereka saling bahu membahu membangun nilai-nilai harmoni dalam kehidupan mereka setiap harinya melalui Pendidikan Harmoni. Perbedaan bukanlah soal, karena harmoni diri, harmoni sesama, dan harmoni alam itulah jalan yang mereka pilih.

 Nggak sabar nonton DocDays ya? gratisan loh ini. Kalau mau tau cara daftarnya check timeline @DocDays2011

Nggak mau ketinggalan kesempatan nonton murah Nouvelle Vague dan Glen Fredly dan Idang Rasjidi dan... lain-lainnya? Atau kamu belum tau kalau beli tiket pre-ordernya bakalan dapat kesempatan memenangkan tiket PP JKT-AMSTRDAM dan tiket PP JKT-BALI ??
Kemana aja lo. Cepetan order tiketnya ke gue ya, just mention @inconnukoma. Sebelum ke-ha-bi-san.


Adios fellas.
Best hug from me.



8.10.11

Presale tickets 34th JGTC: Jazz The Way It Is

Just, counting, 56 days left to 'the day'. Yup, 34th JGTC will be held on 4th December at campus ground Faculty of Economic UI.

The line up artis(s), as far from now are:
- Glenn Fredly
- Park Drive
- Barry Likumahuwa Project
- Idang Syndicate
- Kunokini
- Sketsa
- Projecthree
- LLW (Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Sandy Winarta)
- Andre Harihandoyo
- Chaseiro
- Komunitas Jazz Bandung
- BSO Band FEUI

What do you waiting for? Grab the tickets fast, PRE-SALE for OCTOBER: only IDR 37K.
You can contact me via twitter: @inconnukoma or facebook: Nadya Restu Mayestika.
Wherever you live*, the tickets will be on your hand.

Remember, only this October. November (42K) and December (50K) will have different price, and of course it will be more expensive.

Then, see you on my campus, people :)