16.10.12

Got-a-view

Selamat malam.

Disela-sela perhimpitan waktu antara ingin tidur-tiduran, belajar audit untuk midterm, dan makan malam entah kenapa jadi teringat kejadian beberapa minggu yang lalu-- yang saya rasa harus dituangkan disini, untuk mengingatkan saya beberapa tahun kedepan bahwa dulu sudah pernah diperingatkan akan hal apa yang akan terjadi bila saya tidak merubah kebiasaan yang selalu saya lakukan sekarang.

Jadi, sore hari di kampus beberapa waktu yang lalu saya terjebak hujan dan terpaksa menunggu hujan berhenti untuk bisa pulang. Maklum, saya paling tidak suka membawa payung, jadinya terpaksa saya duduk-duduk sebentar lagi di selasar bersama beberapa teman.

Tidak sengaja dan secara spontan, saya meminta salah satu teman saya yang memang sedang duduk dekat dengan saya untuk meramal tangan saya. Dia memang terkenal bisa meramal dan biasanya tokcer. Saya sih nggak kenal dia, cuma karena ngelihat dia lagi nggak ada kerjaan juga dan pasti tidak bisa menolak permintaan saya, saya berani meminta untuk diramal. Pikir saya sih iseng-iseng aja.

Hasil ramalannya secara keseluruhan bagus. Karir saya sangat bagus, menajadi orang penting dari puluhan perusahaan karena hobi loncat sana-sini. Pendidikan saya juga bagus, dan poin indahnya adalah saya berani mengambil jurusan yang tidak berhubungan dengan ekonomi, jadi mikir saya dewasa nanti memutuskan mengambil apa ya?

Tapi yang bikin sedih adalah ramalan dalam urusan kesehatan. Dia sedih banget pas baca garis tangan saya, katanya terlalu tidak terlihat untuk garis kesehatannya, dia bilang nanti dewasa saya akan terserang penyakit dan terus sakit-sakitan. Dia nggak bilang umur saya pendek atau tidak karena dia bukan tuhan kan. Dan dia lihat, saya terlalu mengutamakan karir diatas kesehatan dan percintaan. Jadinya saya sering sakit karena mementingkan karir yang gemilang. Begitu juga percintaan, walaupun saya akhirnya menikah di usia yang terbilang lumayan tua, saya dinasihati..... berubah dari sekarang.

Oleh karena itu, saya harus bisa berubah!
Saya nggak mau nanti dewasa kaya tapi uangnya habis untuk biaya berobat ke rumah sakit. Saya juga tidak mau menikah dengan orang yang tidak saya cintai. Sedih banget rasanya masa depan nanti. Ah, doakan saja ya sehabis UTS ini saya bisa menepati janji untuk menjaga kesehatan.

Selamat belajar!

13.9.12

Hello and saying good bye, 08

Cukup banyak waktu yang saya habiskan tanpa setitikpun menorehkan tulisan di blog pribadi ini. Padahal kewajiban saya menulis setiap momen hidup biar nanti dewasa tidak lupa (maklum short term akut) malah diabaikan sekian lama.

Banyak banget alasan saya nggak sempat mampir ke sini dan posting beberapa tulisan. Pertama karena begitu banyak hal yang ingin saya ceritakan setiap harinya tapi waktu yang tersedia tidak cukup. Kedua, saya sudah terlalu lelah untuk duduk menyalakan laptop, menyambungkannya dengan internet, dan melakukan berbagai hal selanjutnya even those just need a couple of minutes, bisa membuat saya kelelahan amat sangat. Maklum, kegiatan selama perkuliahan dan non-kuliah begitu banyak menyita tenaga. Dan terakhir, simply just if I had much spare time in campus, there's no coverage supplied me airing online, you know? FEUI entah kenapa miskin banget dengat sinyal merek sim card apapun. Bahkan wifi kenceng cuma ada di beberapa spot. Heran saya jadinya.

Well, short report. Semua rencana trip overseas di semester lalu gagal total, guys. Tidak apa-apa, saya bukan orang yang pantang menyerah karena saya di semester ini sudah mengerti kelemahan saya dari pengalaman yang lalu dan sedang berusaha memperbaiki diri, mempersiapkan diri, dan semoga tahun ini benar-benar bisa kesampean segala goal yang dipasang untuk tahun ini, amin.

angkatan 2008 Universitas Indonesia minggu lalu lulus. Di wisuda. I meant, they will disappear as soon as possible they could. Dan saya pada saat bersejarah itu gagal memberikan bunga matahari yang sudah dibeli jauh-jauh hari, dipesan dengan susah payah, cuma karena nggak tahu orangnya ada dimana dan mudah banget menyerah nyari orangnya. Hati kecil sih bilang 'dia ada disana kali, kayaknya disana' tapi kaki sama badan geraknya malah kemana. Alhasil, setelah lihat foto-foto dia, ternyata kalau ngikutin kata hati kecil, bisa saja saya sudah mempunyai foto bersama dengan dia. Yah, biarlah. Memang bukan jodoh. Sudahlah.

terus apalagi ya. Oh iya, ada perubahan yang sangat besar dibandingkan dengan semester-semester sebelumnya. Semenjak SP kemarin yang ditiadakan, I was no longer living in boarding home. cool isn't it? tapi ya walaupun begitu konsekuensinya capek banget bolak-balik rumah-kampus-rumah setiap hari. Setiap perjalanan menghabiskan waktu dua jam! belum capek karena macet-macetannya, desak-desakkannya, berdiri berjam-jam karena nggak dapat tempat duduk... mengerikan. Tapi apa daya, saya harus mencoba hal ini, Sekalian coba pengalaman baru jadi commuter Jakarta-Depok.

Untuk semester lima yang baru memasuki minggu kedua, masih belum terasa berat banget, tapi jadwal udah padat merayap. Keputusan nggak ngekos makin ke sini makin salah, karena makin berjalannya minggu, sepertinya saya akan semakin malam pulang. Ada banyak proyek yang menggiurkan untuk ditangani, ada begitu banyak lomba yang diminta untuk diikuti, ada begitu banyak hal baru yang menunggu untuk di coba. Terlalu sayang melewatkan hal seperti itu karena hanya ingin cepat pulang dan menghindari macet. Saya lebih prefer macet daripada hilang kesempatan mencoba hal baru atau mendapatkan informasi penting. Jadi, untuk semester ke depan, carilah saya di sekitar BOE, selasar, atau perpustakaan pusat karena disitu begitu banyak hal indah yang bisa didapat.

See you folks when I see you :)

28.7.12

-

Hari ini adalah hari yang panjang, setelah beberapa hari panjang yang berhasil aku lewati dengan lancar dalam bulan suci ramadhan ini.

Akhirnya, satu kegiatan baruku yaitu kerja part time menjadi surveyor berhasil dirampungkan sore ini. Dalam hati, bahagianya luar biasa. Kerja keras bertanya kepada banyak orang dalam seminggu full dalam berpuasa bukanlah hal yang sepele. Tentu saja aku boleh bahagia karena berhasil menyelesaikan target survey.

Selain bahagia, aku juga lelah. Karena sambil berpuasa aku berpanas-panasan bertanya kepada banyak orang di Jakarta. Loncat dari satu kereta ke kereta yang lain, tidak jarang ikut berhimpit-himpit ria dengan mereka.

Lalu malam ini, rasa bahagia bercampur lelah aku utarakan kepada Ibunda. Tapi ternyata hal ini malah membuat suatu permasalahan muncul. Kami bertengkar, aku yang dari dulu tidak pernah mau diam kalau dinasehati dan Ibunda yang selalu merasa benar-- tentu saja bukan teman adu mulut yang harmonis.

Berakhir dengan pukulan berentetan dibadan dan dimuka, aku sudah biasa. Tapi melihat Ibunda marah, menangis, dan berteriak... hatiku teriris sakit. Apa salah dan dosaku sampai membuat wanita yang melahirkanku begitu kesalnya pada diriku?

Hatiku sering sedih. Tidak bisa menangis, juga tidak bisa mengadu kepada siapa-siapa. Karena kalau bercerita, tentu aku harus membela ibuku dan aku haruslah salah dan patuh. Tapi, aku sebagai anak merasa punya hak untuk membela diri apabila diperlakukan dan dikatakan tidak benar. Namun ibu paling tidak suka bila aku melawan perkataannya. Biasanya, aku dipukul dan aku hanya diam. Tidak bisa apa-apa (tentu). Aku lari ke kamar, dan biasanya bercerita di blog/ pasang emote sedih di pm bbm. ha ha.

memang ceritanya agak personal, dan memang kalian semua pasti pernah melakukannya (apa saya saja??) tapi aku akhirnya selalu menyesal kalau menjawab perkataan ibu.

tapi apapun yang terjadi, dia tetaplah ibuku. apapun yang ibu katakan dari mulutnya, aku tetaplah anaknya. aku menangis karena melihat ibu berkata aku bukan anaknya. saat itu, rasanya aku ingin bunuh diri, merasa sudah tidak berguna di dunia dan akhirat.

tapi.. toh saya hanya menangis dan tidak berani bunuh diri juga. semoga esok hari ibu bisa memaafkan saya yang selalu menjawab perkataannya, dan besok-besok bisa diam seribu bahasa selalu.

22.6.12

This weekend

ada banyak kesibukan akhir-akhir ini. kesibukan disini berbeda dari yang biasanya, karena harusnya kalau liburan, saya banyak menghabiskan waktu dengan menonton dvd di rumah dan pergi ke mall sesekali dengan sahabat.

walaupun tidak magang dan tidak ikut lomba, conference yang tidak jelas kabarnya, ada satu kegiatan yang berbeda dan tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Apakah itu? saya menceburkan diri menjadi aktivis sosial bersama Komite Perlindungan Anak menjadi wakil presiden organisasi sub-KPA yang fokus membahas isu bahaya rokok kepada anak-anak.

Sabtu besok, proyek pertama kami! Mensosialisasikan "budaya tolak merokok dan tegur orang merokok di dekat kita" di kampung nelayan, muara angke, Jakarta Utara. Saya tidak sabar!

Besok, saya akan dibriefing untuk menjadi surveyor penelitian pemerintah, lumayan gajinya nutupin pengeluaran awal bulan karena liburan. sisanya buat liburan di Jakarta Fair! Tapi tetap, lagi mengusahakan yang Jepang, yang Jepang, dan suprisingly, yang Korea Selatan :')

Wish. Me. Tons. of. Luck! may the odd be ever in me. See ya!

wa'alaikumsalam

Tadi siang tepatnya. dia selesai. selesai menempuh ilmu di sini, dan kembali menorehkan bentangan panjang dalam jarak untukku. selama waktu ini, aku yang pengecut ini cuma bisa menyapa tanpa bisa menjadi teman akrab. semua waktu yang ada digunakan sia-sia, dan kini dia akan benar-benar menghilang dan pasti akan kembali membawa kabar bahagia yang bagiku akan menjadi kabar pembawa kesedihan teramat dalam, pernikahannya.

walaupun saya sudah lupa, dan dia telah mengenalku (setidaknya sedikit secara nyata).. dia tetap yang pertama dan terindah dalam ingatanku. walaupun tidak ada kenangan yang berarti, tapi karena dia, aku pernah berbuat perubahan dalam hidup yang besar. muliakan hidupnya ya Allah.

selamat atas kelulusannya kak, selamat berpisah. saya tidak akan mencari dan mengejarmu lagi.

assalammu'alaikum.

28.5.12

Infeksi darah

Dulu pas belajar biologi di SMA, gue inget banget tertarik banget-bangetan sama bab yang ngebahas darah dan penyakit-penyakitnya. Juga senang banget nonton drama yang isinya ada penderita leukimia yang menderita. Gue sih santai-santai aja, karena siapa kira kondisi itu sebegitu dekat dengan diri gue, sekarang.

Kejadiannya minggu lalu, gue tiba-tiba di malam hari terkena radang tenggorokan. Badan mulai nggak enak dan sakitnya tenggorokan dalam satu jam parah bukan main. Malas dibawa tidur, karena takut bangun-bangun bakal tambah parah, akhirnya gue paksakan begadang sampai pagi. Akhirnya ketiduran.

Bangun-bangun, badan langsung bereaksi nggak enak. Panas mulai naik dan tenggorokan parahnya minta ampun, dipaksa bawa mandi karena hari itu harus pergi ke kampus, untuk menjalani kuis terakhir di kelas SIM. Di kelas, menderita separah-parahnya menahan panas badan dan mata yang meminta untuk ditutup. Di kelas, AC terasa semakin dingin, duh badan panas tapi meriang, plus tenggorokan sakitnya subhanallah.

Kepala mulai pusing, dan kuis yang diakhir kelas terasa lama banget dimulai. Kuis akhirnya berakhir dengan mendapatkan nilai yang pas-pasan karena kepala pusing parah, nggak bisa diajak berpikir. Pulang kekosan, menghadang teriknya matahari, kepala jadi bukan pusing, tapi sakitnya subhanallah!

Akhirnya karena nggak kuat, sampai kosan langsung ambil jaket dan tidur. Itu pukul 12 siang, setelah minum obat yang ada di tempat obat, seadanya dari PKM UI setahun yang lalu-- yang kayaknya masih bisa diminum karena nggak lewat masa kadaluarsa.

Klimaksnya, pas bangun tidur. Kepala sakitnya....... dibelakang kepala, dibagian tempat otak kecil, itu sakitnya kayak dipukul palu, ratusan palu. Keringat keluar parah banyak banget, dan yang parahnya gue sesak nafas sampai batuk-batuk. Duh, mana siang-siang pada kelas semua, dikosan sepi. Akhirnya gue teriak teriak kesakitan sepuasnya, mumpung kosan beneran kosong.

Orang tua satu jam kemudian datang menjemput, gue segera dilarikan ke UGD. Di sana, dokter langsung larikan gue ke laboratorium untuk di cek darahnya. Dan hasilnya, diluar dugaan. Gue kira gue sakit typhus... seperti biasanya. Ternyata, gue kena Sepsis atau Infeksi darah, dimana kadar leukosit gue tinggi diatas kadar normalnya: 22.000/10.000....

Untungnya, pnyembuhan gue cuma butuh sehari karena besoknya gue harus masuk untuk presentasi akhir makroekonomi dan ekonomi moneter. Gue dikasih antibiotik dan berbagai macam obat untuk mempercepat penyembuhan radang gue, biar leukosit dalam tubuh gue nggak bereaksi berlebihan terhadap bakteri yang ada.

Yang gue takutin adalah setelah membaca beberapa ulasan tentang infeksi darah dan menemukan kalau penyakit gue nggak jauh-jauh dengan...... Leukimia atau kanker darah yang terkenal ganasnya itu.
Salah satu tanda seseorang mengidap leukemia adalah kerap mengalami perdarahan atau luka yang berlebihan. Jika Anda atau anggota keluarga atau teman Anda yang sering mengalami luka atau mengeluarkan darah yang tidak wajar, sebaiknya berhati-hati. Sebab bisa jadi orang tersebut tengah terserang leukemia. Ciri-ciri leukemia lainnya adalah saat seseorang mudah terkena infeksi. Hal ini disebabkan karena sel darah putih tidak bisa berfungsi secara normal sehingga infeksi mudah terjadi. Oleh karena itu, pada umumnya penderita leukemia sering terserang infeksi seperti radang amandel, luka di mulut, radang paru-paru, diare, dan berbagai jenis infeksi lainnya. Penderita leukemia juga rentan mengalami kekurangan darah (anemia), sesak nafas dan pucat di wajah. Gejala leukemia juga kadang mirip orang yang terserang flu, seperti mengalami sakit kepala, demam, menggigil kedinginan, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Wallahu alam. Semoga saya baik-baik saja dan terhindar dari penyakit ini, amin

14.5.12

Yey!

short announcement and the biggest one.
this is my dream, no, place of every dreams that I dreamed; Japan.

and this August, Insya Allah, I will go there bring my country's name.
may the odd be ever in me, Allaaah

thanks thanks
and hope this one realize in the real way!

Cheers, shortiest

2.5.12

My Birthday

ini kado dari sahabatku di Malang, Rizky Dini Novriza aka Dinike. Setelah sekian lama pengen banget digambarin sama dia, akhirnyaaaa dapet juga gambar ala dinike


ini dari Retta dan Putri (kyaaa) dibuatin post card ucapan selamat ulang tahun. Unyunyaaa

Suka banget sama hasil karya Putri yang satu ini haha

Hadiah ulang tahunku, di peluk kyuhyun :'3. ini juga hasil karya Putriii, baiknyaaa

Teman-teman belandaku datang jauh-jauh buat ngerayain ulang tahunku. How sweet they are? :')

Terus, sempet sedih karena nggak dapet surprise. Jam 10 malem, tutup pintu kamar dan tidur. Eh taunya, jam setengah dua belas, pintu diketok dan surprisee, dapet kue dan ucapan selamat ulang tahun dari Tammi dan Raihan, sahabatku. Seneng banget!

Tapi tetep aja, akhirnya sedih... mengingat seseorang yang ditunggu-tunggu buat ngucapin sama sekali nggak ngucapin. Tapi tebak gue ngeliat apa yang dia tweet...

di tweet setengah jam sebelum hari ulang tahunku. boleh ge er gak? haaah.....

Okeh! Untuk tahun ini semoga semua doa dari teman-teman terkabul, dan semua impianku bisa tercapai. Resolusi jangka 3 bulan bisa terpenuhi semua dan selalu bisa fokus dan konsintensi ngejalanin sesuatu.


Sampai jumpa kapan-kapan lagi, ya bloggest!



28.4.12

Depresi

Pagi hari, semuanya terlihat baik-baik saja.

Seperti biasa, di malam hari Kamis, saya ketiduran dan meninggalkan kewajiban untuk belajar kuis AK2 yang akan saya hadapi di pagi hari Jumat. Bangun dengan santai, belajar dua jam untuk mempersiapkan diri dari kuis. Maklum, nilai UTS ternyata jelek semua, saya mau-tidak mau harus super ambi menjelang UAS ini.

Setelah AK2, semuanya juga masih baik-baik saja. Saya melanjutkan rutinitas untuk berlatih menari dengan SGB tersayang. Hari ini belajar tari piring dan secara keseluruhan, saya bisa menguasai dengan lancar. Bahkan SGB mendapat kabar baik, bahwa kami akan mendapatkan kesempatan untuk mempertunjukkan budaya Indonesia ke festival di Kepulauan Karibia, Amerika Serikat untuk Oktober nanti. How proud of I am :')

Setelah ber-SGB ria, kemudian lanjut mampir sebentar ke BOE. Semuanya sibuk seperti biasa, dan saya gabut seperti biasanyaaa, lalu saya memutuskan untuk pulang. Namun, takdir berkata lain. kesempatan menggiurkan muncul tiba-tiba: another chances to go overseas. 

Saya langsung di minta meeting di perpus pusat, and another unexpected things happened: ada pak Faisal Basri beserta Jokowi, juga cagub dan cawagub DKI Jakarta di situ. Bukan hal penting, tapi itu momen bersejarah buat saya, khususnya. Setelah meeting yang benar-benar membuat saya gembira, saya bertemu dengan para peneliti asal Belanda yang akan saya temani dalam melakukan penelitiannya sebulan kedepan. Kami berjalan-jalan di sekitar perpus pusat dan makan di restoran korea. Talk much things between our country.

dan John oppa juga mengabari saya kalau dia ada di Singapur dan akan kembali hari Minggu, lengkap dengan oleh-oleh yang dia janjikan dibeli untuk saya. Nice.

Hanya saja setelah ini, semua hal berjalan di luar harapan saya....

Tiba-tiba teman salah satu organisasi saya lewat, bak angin. Dan entah bagaimana saya melihat dia dan menyapanya, lalu langsung bertanya masalah tugas dia. I don't know what was I did there tapi dia meledak dan marah-marah di sana. Suprisingly, saya tidak kaget dan menanggapinya hanya dengan tersenyum. Mungkin akumulasi kesenangan dari pagi.

Tapi, buruknya saya.. ketika saya mendapatkan waktu tenang sedikit saja, contohya: saat-saat menunggu bikun. Saya jadi kepikiran atas apa yang terjadi, dan runtutan bbm yang menyakiti hati saya. Saya berlaku profesional dan berusaha meminta maaf, menyesuaikan diri dengan pola kerjanya.

kita baikan, pikiran saya sudah kembali tenang. semua akhirnya harusnya baik-baik saja.

Namun, beberapa jam kemudian
masuklah bbm lainnya yang mencaci saya, memarahi saya. akumulasi kecapean hari ini serta menumpuknya masalah yang dipendam di batin, akhirnya saya pecah.

saya menangis.

menangis.

menangis.

hidup menjadi seseorang yang saya inginkan kenapa begitu amatlah sulit. kenapa diri saya begitu sulit membuat orang mengerti dan memahami diri saya.

bahkan diri saya sendiri tidak mengerti dengan dirinya.

terlebih lagi, setelah itu saya mendapat laporan bahwa tim saya yang harusnya mengikuti lomba internasional, memutuskan untuk mundur. dan rencana saya yang harusnya berangkat untuk pertukaran pelajar juga ternyata batal.....

semuanya terjadi satu waktu.
di hari ini, hari jumat kelabu ini.


namun, yang saya petik juga begitu banyak hal.
bahwa Allah masih sayang dengan saya, begitu baiknya dia sampai secara langsung membuat keputusan demi saya, agar saya bisa dengan ridho merelakan segala aktivitas saya berkurang.. agar saya sayang dengan diri saya. Agar saya tidak lagi begadang, tidak lagi begitu banyak berpikir hingga lupa makan. Tidak lagi terlalu banyak diam bersendiri, harusnya berbagi pikiran seperti dulu kala.

Nadya yang ceria. yang tidak menanggung beban seorang diri.

....

saya masih menangis.
tapi walaupun sudah diangkat beban sedikit oleh-Nya
saya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk diselesaikan.

ah, dan asam lambung saya hari ini naik, karena baru saja saya ingat untuk makan.
dari tadi bersin-bersin dan takutnya ulu hati saya radang lagi. habisnya batuknya sakit sampai ke dada.

oh iya. Super Junior konser di Indonesia hari pertama.. tapi saya malah mengalami nasib buruk di sini.
Anyeong, Oppadeul. Selamat menikmati fansmu di Indonesia.

Salam sayang dari seseorang yang bodoh di sini.

21.4.12

HANCUR COY

Hancur.

Ketika lo nggak memiliki skala prioritas dari segala hal yang lo lakukan, ketika lo mengambil semua yang ada di depan lo tanpa tahu kapabilitas diri lo yang sesungguhnya, dipastikan semuanya hancur.

Gue ngalamin itu semua.

Mau teriak. Betapa tamaknya diri gue, sampai-sampai gue nggak mau melewatkan semuanya. Semuanya gue raih, tapi nggak ada satupun dari semuanya mendapatkan 'gue' yang seutuhnya, yang mengeluarkan kemampuan maksimalnya.

Yang ada, gue hanya bisa membuat orang-orang kecewa... semuanya kecewa dengan gue.

Lagi-lagi gue dihadapi dengan pilihan yang sulit. melepaskan itu semua.. dan memulai kembali yang baru dimana dapat diberikan prioritas dan benar-benar sesuai kapabilitas.

dan gue akhirnya bisa tidur pulas....

hah.

7.4.12

sahabat

Well. Everything has happened recently. Tadi malam berantem parah sama sahabat sendiri.
Dan menurut gue, ini lebih baik daripada dipendam dan hubungan pertemanan kita jadi nggak jelas, seperti yang pernah gue alamin dengan mantan sahabat gue dulu, yang kalau ketemu sekarang, kita berdua nggak pernah berani sapaan dan berani untuk memulai pembicaraan. Ya, hubungannya jadi parah.

Bagusnya, sahabatku yang satu ini berani mengungkapkan dimana dan apa yang buat dia kesal, berani ngasih tau kesalahan-kesalahan gue, dengan maksud biar kedepannya gue bisa memperbaiki diri lebih baik. Salahnya adalah, gue marah balik karena tahu hal yang buat dia marah ke gue adalah hal yang nggak penting sedunia, dan meluas ke sikap-sikap dasar gue, kayak keras kepala dan cuek. dan satu lagi yang buat gue kecewa sama sahabat gue ini, dia berani bohong.

Ya, tapi selama berantem dan adu mulut. Gue tau nggak ada manusia yang sempurna dan kita semua khilaf. toh kalau gue mau diem-dieman sama sahabat gue yang satu ini, terlalu banyak proyek bersama yang sedang dijalanin, terlalu banyak hal yang dia udah ajak gue bareng untuk ikut, dan lagi kamar kita bersebelahan dikosan. Itu pasti nggak enak banget kalau keadaannya perang dingin.

Dan ya, gue harus mulai memperbaiki sikap gue. Gue terlalu angkuh jadi orang. Terlalu memasang harga diri tinggi, terlalu cuek, terlalu sering berprasangka negatif, terlalu ambisius, terlalu banyak hal yang ingin dicapai, dan terlalu nggak peduli dengan keadaan sekitar.

Diri gue memang jauh dari sempurna, dan gue tahu kenapa satu per satu sahabat gue pergi ninggalin diri gue. Gue juga nggak mau memulai komunikasi untuk berbicara pribadi lagi sama mereka. Gue terlalu malas untuk mikirin suatu hal yang menurut gue itu nggak penting. Tapi, ternyata hal itu kini penting.

Andaikan melakukan perubahan itu semudah membalikkan telapak tangan. Ingin banget rasanya ngajak ngomong lagi teman-teman gue yang dahulu akrab sama gue. Nggak tahu kenapa satu per satu mereka pergi gitu aja, dan gue juga nggak memerdulikan kenapa mereka pergi. Cuma diam dan sedih sendiri. Terus, bangkit sendiri tanpa memerdulikan kenapa sebab mereka begitu.

Ya, harusnya nggak begitu.

Dan terima kasih buat sahabat gue yang satu ini. Thanks.
Besok kita rapat ya, haha

1.4.12

New Friends

Jason Oppa, Hilda, me, (above) Hyeok Oppa

Bonsoir, alle!

Akhir-akhir ini saya sering berinteraksi dengan beberapa teman baru dari negara lain yang sedang menetap sementara di Indonesia. Ada Jason (bukan nama asli) dari Seoul, seorang business man yang sekarang sedang mengerjakan beberapa proyek bisnis di Indonesia, dan Hyeok-sshi yang sedang 'kabur' setelah tugas militernya rampung karena ingin rehat sebentar dari kesibukan kuliahnya. Aku dan Hilda menjadi teman akrab dalam satu bulan ini. Sering makan malam bareng, belanja bareng, di traktir di restoran korea Perpustakaan Pusat oleh om-om yang baik hati ini. They said, pay for someone food are they way to interact with their guest. Jadilah kita sering banget ngajak mereka makan bareng. Dibayarin gitu loh :p

Selain dua orang di atas, ada satu bapak-bapak yang bernama John. Berasal dari Korea Utara tapi sekarang berdomilisi di Seoul dan sukses menjadi Top Manager di SK Company, second biggest company listed in South Korea. Kebetulan kami mengenal dengan dia, dia juga memberikan begitu banyak pengalaman dan informasi mengenai korea selatan dan dunia kerja di sana serta multinational company. We get along together, talk much things and exchange our culture, despite our big gap of different old.

Lalu, kebetulan beberapa minggu yang lalu, saat aku ingin menemui Jason dan menunggu dia keluar dari kelasnya, aku bertemu dengan satu orang cowok jepang super cute [mukanya persis kayak malaikat turun ke bumi, mulus]. Usut punya usut, namanya adalah Ryunosuke yang juga belajar di UI umurnya 19 tahun. Wah, karena aku freak Japan dan orang jepang yang ganteng sangatlah jarang, akhirnya dengan bantuan para oppa-oppaku yang ganteng dan baik hati, satu minggu yang lalu saya dipertemukan dengan Ryu-kun.

boleh teriak nggak? kalau boleh sih saya teriak disini. Suaranya seperti yang dibayangkan, mukanya tetap semulus yang pertama kali dilihat, dan dia ternyata akan melanjutkan studi di UI. Orangnya pendiam dan super pemalu, lucunya lagi dia campuran Indonesia-Jepang. Sama kayak aku (cuma bedanya dia masih direct, aku dapet ampas dari nenek)

Minggu depan setelah UTS, rencananya aku dan Jason akan pergi bersama ke suatu tempat untuk dikenalkan dengan seseorang. Beberapa minggu setelahnya aku, Hilda, dan satu orang teman kami diajak Hyeok Oppa untuk naik gunung. Kata dia sih mau lepas stress.

Can't wait to play around with them again...