4.7.14

...

Saya tidak ingin berandai, karena Allah menghadirkan saya ke dalam keluarga ini pasti ada maksud dan alasannya. Terus hal tersebut berulang-ulang saya putar ketika saya sedang dalam kondisi sedih akibat kadang susah mendapatkan hal layaknya teman-teman biasa dapatkan. Sebagai anak pertama, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk dapat melakukan segala hal dengan sempurna, agar nantinya bisa di contoh oleh adik-adikku. Kasih sayang kadang porsinya harus berkurang karena maklum bahwa adik-adik lebih membutuhkan. Segala hal harus dibagi dan sedari kecil saya harus belajar untuk mengalah dan tidak egois.

Di luar, saya menjadi anak yang sangat tangguh dan lebih dewasa dibandingkan anak seumuran. Saya berpikir jauh beberapa langkah di depan dari anak-anak biasanya karena kondisi keluarga. Saya selalu serius dan berusaha untuk melakukan segalanya sesempurna mungkin. Sehingga, teman-teman mendapatkan kesan akan saya yang keras dan ambisius. Tidak salah dan tidak apa, karena bila saya tidak begitu maka saya tidak akan menjadi diri saya yang sekarang, yang dapat menjadi kakak teladan untuk adik-adik saya. Betapapun kerasnya lingkungan diluar sana, tujuanku dan tanggung jawabku adalah membuat adik-adikku memiliki hidup dan pengalaman hidup jauh luar biasa lebih indah dan hebat daripada saya sekarang.

Tetapi terkadang, saya lelah terlalu keras berusaha. Ketika saya tahu ada orang-orang di luar sana yang bisa dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, saya menjadi.... lelah. Banyak mimpi saya yang harus tertunda karena pengorbanan  yang harus saya lakukan, sehingga kadang pikiran seperti 'andaikan saya adalah dia' muncul dan melintas di benak.

Tapi kembali lagi, saya terus berpikir kenapa saya adalah saya dan dia adalah dia. Mungkin Allah menilai saya lebih pantas dan kuat untuk menjalani hidup seperti ini, bahwa saya memang diciptakan untuk meraih segala halnya dengan perjuangan dan lika-liku kehidupan, yang mana tidak dapat dinikmati hanya dengan uang. Dan lagi, ini semua juga untuk adik-adikku yang tercinta. Semoga tidak sia-sia.

Kamu

Selama ini tidak pernah ada kata 'kamu' dalam kamus hidupku. Setidaknya dulu pernah ada, dan kini 'ia' telah menghilang di telan kenyataan pahit bahwa ia memang berbeda dan perbedaannya mengharuskan ia cukup menjadi sebuah kenangan dalam hidupku. Ia yang dulu menjadi pedoman hidupku dan garis langkahku, menghipnotisku akan ketidaknyataannya, kini mengajarkanku arti kenyataan dan hidup yang sebenarnya. Bahwa hidupku adalah hidupku. Hidupnya adalah hidupnya. Garis takdir aku dan dia tidak akan pernah bertaut dan kami hanya akan saling berseberangan satu sama lain. Entah bagaimana aku merasa hari-hari yang kutakuti selama ini akan segera terjadi, melihat sikap dan kesenyapan dirinya, kini ia akan menjadi milik yang lain.

Namun aku belajar banyak selama ia meninggalkanku sendiri disini. Aku belajar untuk bangkit dan mandiri menjalani kerasnya hidup. Aku kini tahu bahwa aku bisa kuat dan tegar, tanpa ia disampingku dan menjadi panutanku. Kini aku belajar melihat masa depan tanpa harus memaksakan diri dan idealisme hidup yang tidak jelas akan kenyataannya. Walaupun aku masih ragu akan hal-hal tabu yang dulu aku pegang kuat-kuat sebagai prinsip hidup dan ketidaksamaan diri antara kami, tapi aku kini yakin, bahwa perubahan adalah langkah awal mencapai diri yang hakiki. Perubahan yang lebih baik akan membawaku mencapai 'kamu' yang baru dalam hidupku, dan mengenang 'ia' yang dulu selalu mengisi relung hatiku.

Sebentar lagi ia berulang tahun. Seperti biasa, aku hanya akan mengirimkan doa dari sudut ruangan ini, menengadahkan tangan dan berucap alunan doa, semoga ia yang baik hatinya, indah pekertinya, selalu senantiasa disisi Allah SWT.

Terima kasih.

S.E.

Halo dunia, apa kabar?
Tepat pada tanggal 20 Juni 2014, aku bahagia. karena apa?

karena aku merasakan kenikmatan atas apa yang aku perjuangkan selama ini, kenikmatan akan penghargaan, perjuangan, dan pencapaian yang dirasakan saat sidang karya akhir selama satu setengah jam di depan dosen-dosen penguji. karena aku merasakan kasih sayang dan kedekatan dengan teman-teman yang menungguku selesai sidang, juga mendapatkan perhatian dari mereka. karena aku akhirnya OFFICIAL lulus dari fakultas ekonomi UI tercinta, dengan membanggakan dan tepat waktu. karena akhirnya, perjuangan orangtuaku untuk menyekolahkanku hingga ke jenjang kuliah dan waktu yang diluangkan dosen pembimbingku, tidak sia-sia.

Alhamdulillah, Jum'at jam 10 pagi pada tanggal 20 Juni 2014, saya dinyatakan lulus.

Nadya Restu Mayestika S.E.