28.4.12

Depresi

Pagi hari, semuanya terlihat baik-baik saja.

Seperti biasa, di malam hari Kamis, saya ketiduran dan meninggalkan kewajiban untuk belajar kuis AK2 yang akan saya hadapi di pagi hari Jumat. Bangun dengan santai, belajar dua jam untuk mempersiapkan diri dari kuis. Maklum, nilai UTS ternyata jelek semua, saya mau-tidak mau harus super ambi menjelang UAS ini.

Setelah AK2, semuanya juga masih baik-baik saja. Saya melanjutkan rutinitas untuk berlatih menari dengan SGB tersayang. Hari ini belajar tari piring dan secara keseluruhan, saya bisa menguasai dengan lancar. Bahkan SGB mendapat kabar baik, bahwa kami akan mendapatkan kesempatan untuk mempertunjukkan budaya Indonesia ke festival di Kepulauan Karibia, Amerika Serikat untuk Oktober nanti. How proud of I am :')

Setelah ber-SGB ria, kemudian lanjut mampir sebentar ke BOE. Semuanya sibuk seperti biasa, dan saya gabut seperti biasanyaaa, lalu saya memutuskan untuk pulang. Namun, takdir berkata lain. kesempatan menggiurkan muncul tiba-tiba: another chances to go overseas. 

Saya langsung di minta meeting di perpus pusat, and another unexpected things happened: ada pak Faisal Basri beserta Jokowi, juga cagub dan cawagub DKI Jakarta di situ. Bukan hal penting, tapi itu momen bersejarah buat saya, khususnya. Setelah meeting yang benar-benar membuat saya gembira, saya bertemu dengan para peneliti asal Belanda yang akan saya temani dalam melakukan penelitiannya sebulan kedepan. Kami berjalan-jalan di sekitar perpus pusat dan makan di restoran korea. Talk much things between our country.

dan John oppa juga mengabari saya kalau dia ada di Singapur dan akan kembali hari Minggu, lengkap dengan oleh-oleh yang dia janjikan dibeli untuk saya. Nice.

Hanya saja setelah ini, semua hal berjalan di luar harapan saya....

Tiba-tiba teman salah satu organisasi saya lewat, bak angin. Dan entah bagaimana saya melihat dia dan menyapanya, lalu langsung bertanya masalah tugas dia. I don't know what was I did there tapi dia meledak dan marah-marah di sana. Suprisingly, saya tidak kaget dan menanggapinya hanya dengan tersenyum. Mungkin akumulasi kesenangan dari pagi.

Tapi, buruknya saya.. ketika saya mendapatkan waktu tenang sedikit saja, contohya: saat-saat menunggu bikun. Saya jadi kepikiran atas apa yang terjadi, dan runtutan bbm yang menyakiti hati saya. Saya berlaku profesional dan berusaha meminta maaf, menyesuaikan diri dengan pola kerjanya.

kita baikan, pikiran saya sudah kembali tenang. semua akhirnya harusnya baik-baik saja.

Namun, beberapa jam kemudian
masuklah bbm lainnya yang mencaci saya, memarahi saya. akumulasi kecapean hari ini serta menumpuknya masalah yang dipendam di batin, akhirnya saya pecah.

saya menangis.

menangis.

menangis.

hidup menjadi seseorang yang saya inginkan kenapa begitu amatlah sulit. kenapa diri saya begitu sulit membuat orang mengerti dan memahami diri saya.

bahkan diri saya sendiri tidak mengerti dengan dirinya.

terlebih lagi, setelah itu saya mendapat laporan bahwa tim saya yang harusnya mengikuti lomba internasional, memutuskan untuk mundur. dan rencana saya yang harusnya berangkat untuk pertukaran pelajar juga ternyata batal.....

semuanya terjadi satu waktu.
di hari ini, hari jumat kelabu ini.


namun, yang saya petik juga begitu banyak hal.
bahwa Allah masih sayang dengan saya, begitu baiknya dia sampai secara langsung membuat keputusan demi saya, agar saya bisa dengan ridho merelakan segala aktivitas saya berkurang.. agar saya sayang dengan diri saya. Agar saya tidak lagi begadang, tidak lagi begitu banyak berpikir hingga lupa makan. Tidak lagi terlalu banyak diam bersendiri, harusnya berbagi pikiran seperti dulu kala.

Nadya yang ceria. yang tidak menanggung beban seorang diri.

....

saya masih menangis.
tapi walaupun sudah diangkat beban sedikit oleh-Nya
saya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk diselesaikan.

ah, dan asam lambung saya hari ini naik, karena baru saja saya ingat untuk makan.
dari tadi bersin-bersin dan takutnya ulu hati saya radang lagi. habisnya batuknya sakit sampai ke dada.

oh iya. Super Junior konser di Indonesia hari pertama.. tapi saya malah mengalami nasib buruk di sini.
Anyeong, Oppadeul. Selamat menikmati fansmu di Indonesia.

Salam sayang dari seseorang yang bodoh di sini.

21.4.12

HANCUR COY

Hancur.

Ketika lo nggak memiliki skala prioritas dari segala hal yang lo lakukan, ketika lo mengambil semua yang ada di depan lo tanpa tahu kapabilitas diri lo yang sesungguhnya, dipastikan semuanya hancur.

Gue ngalamin itu semua.

Mau teriak. Betapa tamaknya diri gue, sampai-sampai gue nggak mau melewatkan semuanya. Semuanya gue raih, tapi nggak ada satupun dari semuanya mendapatkan 'gue' yang seutuhnya, yang mengeluarkan kemampuan maksimalnya.

Yang ada, gue hanya bisa membuat orang-orang kecewa... semuanya kecewa dengan gue.

Lagi-lagi gue dihadapi dengan pilihan yang sulit. melepaskan itu semua.. dan memulai kembali yang baru dimana dapat diberikan prioritas dan benar-benar sesuai kapabilitas.

dan gue akhirnya bisa tidur pulas....

hah.

7.4.12

sahabat

Well. Everything has happened recently. Tadi malam berantem parah sama sahabat sendiri.
Dan menurut gue, ini lebih baik daripada dipendam dan hubungan pertemanan kita jadi nggak jelas, seperti yang pernah gue alamin dengan mantan sahabat gue dulu, yang kalau ketemu sekarang, kita berdua nggak pernah berani sapaan dan berani untuk memulai pembicaraan. Ya, hubungannya jadi parah.

Bagusnya, sahabatku yang satu ini berani mengungkapkan dimana dan apa yang buat dia kesal, berani ngasih tau kesalahan-kesalahan gue, dengan maksud biar kedepannya gue bisa memperbaiki diri lebih baik. Salahnya adalah, gue marah balik karena tahu hal yang buat dia marah ke gue adalah hal yang nggak penting sedunia, dan meluas ke sikap-sikap dasar gue, kayak keras kepala dan cuek. dan satu lagi yang buat gue kecewa sama sahabat gue ini, dia berani bohong.

Ya, tapi selama berantem dan adu mulut. Gue tau nggak ada manusia yang sempurna dan kita semua khilaf. toh kalau gue mau diem-dieman sama sahabat gue yang satu ini, terlalu banyak proyek bersama yang sedang dijalanin, terlalu banyak hal yang dia udah ajak gue bareng untuk ikut, dan lagi kamar kita bersebelahan dikosan. Itu pasti nggak enak banget kalau keadaannya perang dingin.

Dan ya, gue harus mulai memperbaiki sikap gue. Gue terlalu angkuh jadi orang. Terlalu memasang harga diri tinggi, terlalu cuek, terlalu sering berprasangka negatif, terlalu ambisius, terlalu banyak hal yang ingin dicapai, dan terlalu nggak peduli dengan keadaan sekitar.

Diri gue memang jauh dari sempurna, dan gue tahu kenapa satu per satu sahabat gue pergi ninggalin diri gue. Gue juga nggak mau memulai komunikasi untuk berbicara pribadi lagi sama mereka. Gue terlalu malas untuk mikirin suatu hal yang menurut gue itu nggak penting. Tapi, ternyata hal itu kini penting.

Andaikan melakukan perubahan itu semudah membalikkan telapak tangan. Ingin banget rasanya ngajak ngomong lagi teman-teman gue yang dahulu akrab sama gue. Nggak tahu kenapa satu per satu mereka pergi gitu aja, dan gue juga nggak memerdulikan kenapa mereka pergi. Cuma diam dan sedih sendiri. Terus, bangkit sendiri tanpa memerdulikan kenapa sebab mereka begitu.

Ya, harusnya nggak begitu.

Dan terima kasih buat sahabat gue yang satu ini. Thanks.
Besok kita rapat ya, haha

1.4.12

New Friends

Jason Oppa, Hilda, me, (above) Hyeok Oppa

Bonsoir, alle!

Akhir-akhir ini saya sering berinteraksi dengan beberapa teman baru dari negara lain yang sedang menetap sementara di Indonesia. Ada Jason (bukan nama asli) dari Seoul, seorang business man yang sekarang sedang mengerjakan beberapa proyek bisnis di Indonesia, dan Hyeok-sshi yang sedang 'kabur' setelah tugas militernya rampung karena ingin rehat sebentar dari kesibukan kuliahnya. Aku dan Hilda menjadi teman akrab dalam satu bulan ini. Sering makan malam bareng, belanja bareng, di traktir di restoran korea Perpustakaan Pusat oleh om-om yang baik hati ini. They said, pay for someone food are they way to interact with their guest. Jadilah kita sering banget ngajak mereka makan bareng. Dibayarin gitu loh :p

Selain dua orang di atas, ada satu bapak-bapak yang bernama John. Berasal dari Korea Utara tapi sekarang berdomilisi di Seoul dan sukses menjadi Top Manager di SK Company, second biggest company listed in South Korea. Kebetulan kami mengenal dengan dia, dia juga memberikan begitu banyak pengalaman dan informasi mengenai korea selatan dan dunia kerja di sana serta multinational company. We get along together, talk much things and exchange our culture, despite our big gap of different old.

Lalu, kebetulan beberapa minggu yang lalu, saat aku ingin menemui Jason dan menunggu dia keluar dari kelasnya, aku bertemu dengan satu orang cowok jepang super cute [mukanya persis kayak malaikat turun ke bumi, mulus]. Usut punya usut, namanya adalah Ryunosuke yang juga belajar di UI umurnya 19 tahun. Wah, karena aku freak Japan dan orang jepang yang ganteng sangatlah jarang, akhirnya dengan bantuan para oppa-oppaku yang ganteng dan baik hati, satu minggu yang lalu saya dipertemukan dengan Ryu-kun.

boleh teriak nggak? kalau boleh sih saya teriak disini. Suaranya seperti yang dibayangkan, mukanya tetap semulus yang pertama kali dilihat, dan dia ternyata akan melanjutkan studi di UI. Orangnya pendiam dan super pemalu, lucunya lagi dia campuran Indonesia-Jepang. Sama kayak aku (cuma bedanya dia masih direct, aku dapet ampas dari nenek)

Minggu depan setelah UTS, rencananya aku dan Jason akan pergi bersama ke suatu tempat untuk dikenalkan dengan seseorang. Beberapa minggu setelahnya aku, Hilda, dan satu orang teman kami diajak Hyeok Oppa untuk naik gunung. Kata dia sih mau lepas stress.

Can't wait to play around with them again...