31.3.12

Hari ini habis debat sama T.

Jadi orang terlalu baik, sampai-sampai mempermasalahkan rencana hidup gue yang kedepannya mau nggak nikah. Yang gue tangkep, dia ngelihat pandangan gue salah menurut agama dan nggak boleh terjadi. Ya, gue tahu itu ngelanggar agama, tapi somehow gue memikirkan cara bagaimana rencana gue ini bisa nggak ngelanggar agama.... tapi nggak tahu deh.

Melihat begitu seriusnya temen satu ini mikirin nasib gue kedepannya, dan baru sekali ini gue nemuin orang yang bener-bener nganggep rencana hidup gue yang satu ini serius adalah unik! Biasanya orang-orang yang gue kasih tau mengenai rencana gue, pasti dianggap angin lalu dan tidak digubris. Cuma ini satu orang nih.

Saking ditentangnya..... gue jadi mikir ulang mau nikah apa enggak.

Ya, liat nanti kedepan deh

18.3.12

Alhamdulillah

Tuhan begitu sayang dengan saya. Entah apa yang Ia lihat dari diriku yang begitu hina, yang begitu sering melupakan kebaikan-Nya.

Begitu banyak malaikat yang Ia turunkan untuk membantu saya mencapai berbagai macam keinginan hidup saya, membantu saya memenuhi ambisi yang tak kunjung habis oleh waktu.

Seperti beberapa hari yang lalu, lagi-lagi saya diberikan kejutan atas bantuan Allah dengan wujud teman lama saya, yang tiba-tiba begitu inginnya bertemu dengan saya. Siapa yang menyangka, ia hadir dan malah memberikan begitu banyak bantuan dan secercah harapan bagi saya yang sedang mengejar satu impian besar dalam waktu ini.

Beberapa hari setelah keajaiban itu, datang lagi kesempatan emas bagi saya untuk menggenapi keinginan saya yang begitu besar dan ambisius.

Seberapa baiknya kah, Allah kepada saya? Rasa-rasanya pelukan ribuan dan senyuman haru jutaan manusia tidak akan bisa menggambarkan betapa baik dan pemaafnya Tuhanku.

Harus lebih sering-sering bersyukur kepada-Nya dan bersedekah kepada sesama, keajaiban ini terlalu indah apabila hanya dipeluk sendiri.

Alhamdulillah ya Allah :")

:)

Ketika seseorang memiliki suatu titik balik dalam hidupnya, seperti Einstein yang berhasil merumuskan keajaiban dunia dalam kalimat numerik setelah bereksperimen ratusan kali yang berujung kegagalan, juga seperti Beethoven yang tidak menyangka dapat menciptakan rumusan alunan irama yang sampai sekarang tergaung dimana-mana, saya-- mungkin, sedang berada dalam titik balik tersebut.

Tidak seekstrim Einstein dan Beethoven, juga sedramatis mimpi Obama dan Adele.

Hidup saya akhir-akhir ini berubah, tidak selurus dahulu kala. Saya masih bangun dipukul yang sama, melakukan aktivitas pagi yang sama, tetap tidur dan pulang ke rumah yang sama. Yang membedakan hanyalah, satu mimpi yang dahulu kala mustahil dapat terjadi, kini terjadi.

Saya berteman dengan-- kurang lebih lima orang warga korea dan cukup berinteraksi dengan mereka. Kelima-limanya lebih tua, dan semuanya baik hati. mereka berbagi banyak kisah dan pengalaman, bertukar budaya dengan saya. Berinteraksi dengan mereka rasanya bagaikan mimpi di siang bolong untuk saya yang penggemar drama korea.

Kejadian kemarin sore, saya tertarik dengan teman salah satu teman korea saya, yang berasal dari Jepang. Entah kenapa, dia menarik perhatian saya. Gaya berpakaiannya yang sleboran dan kulitnya yang halus seperti sutra, membuat dia kontras dengan ketiga teman korea saya, yang waktu itu ada di samping saya.

Namanya Ryunosuke, pria pemalu dari Jepang yang akan berkuliah di Indonesia dalam waktu dekat. Kami belum berbincang banyak, cuma saya tertarik dengan begitu banyak hal unik dari Ryu-kun. Rencananya minggu depan, saya akan mengunjunginya lagi dan mengajak dia menemani Hyeok-oppa dan sahabat saya jalan-jalan di traditional market sekitar daerah Depok. Berdoa semoga minggu depan jadi dan sukses akrab dengan Ryu-kun.

Hidup saya pindah ke satu fase berbeda. Penuh dengan andaian.

*minggu depan saya akan menghadapi ujian tengah semester. doakan saya agar sukses menghadapi ini semua! Oh no!

9.3.12

bebaskan aku

siapa? siapa yang mengurungmu?
apa? apa yang mengekangmu?
bukankah kau menikmati setiap detik tersiksa olehnya?
bukankah karena itu kau menyebut dirimu masochist?


siapa? siapakah yang sepatutnya berdosa?
apakah dia? dia yang begitu indah dan baik budi pekertinya?
saya rasa kamulah yang seharusnya pantas untuk dihukum
dia dan kamu memang harus terpisah
dia dan kamu bagaikan putih dan hitam
surga dan neraka, langit dan bumi

kalau begitu, siapa yang bisa membebaskanmu?
apakah dia atau kamu?

saya rasa kamu tahu jawaban yang sesunggguhnya.
hanya saja masalahnya hanya satu: dia

3.3.12

Waktunya ya.

Tadi saya menangis, sebelum angka kembar nol muncul di jam dindingku, saya menangis.
Meratapi kesedihan yang melenggu di dada, karena kebebasan dan keceriaanku terbatasi oleh suatu hal.
Harusnya tidak sampai mengeluarkan air mata, tapi entah kenapa rasanya sesak. Jadinya, tadi meledak.

Saya malas bercerita detil kepada siapapun kenapa-apa yang menyebabkannya. Sudah sifat dari kecil. Stubborn and independent. Menangis yang satu ini juga meledak mungkin karena semua rasa sakit, sedih, kesal, benci, mengumpul menjadi satu, campur aduk, dan tampaknya tidak bisa ditampung lagi.

Tapi jadi lega. Mari tersenyum dan bergembira lagi menghadapi esok hari :)

Me is The Analytical Thinker

It says..

Analytical Thinkers like you are reserved, quiet persons. You like to get to the bottom of things - curiosity is one of your strongest motives. You want to know what holds the world together deep down inside. You do not really need much more to be happy because you are a modest person. Many mathematicians, philosophers and scientists belong to your type. Analytical Thinkers loathe contradictions and illogicalness; with your sharp intellect, you quickly and comprehensively grasp patterns, principles and structures. You are particularly interested in the fundamental nature of things and theoretical findings; for you, it is not necessarily a question of translating these into practical acts or in sharing your considerations with others. Analytical Thinkers like to work alone; your ability to concentrate is more marked than that of all other personality types. You are open for and interested in new information.

Analytical Thinkers have little interest in everyday concerns - you are always a little like an “absent-minded professor” whose home and workplace are chaotic and who only concerns himself with banalities such as bodily needs when it becomes absolutely unavoidable. The acknowledgement of your work by others does not play a great role for you; in general, you are quite independent of social relationships and very self-reliant. You therefore often give others the impression that you are arrogant or snobby - especially because you do not hesitate to speak your mind with your often harsh (even if justified) criticism and your imperturbable self-confidence. Incompetent contemporaries do not have it easy with you. But whoever succeeds in winning your respect and interest has a witty and very intelligent person to talk to. A partner who amazes one with his excellent powers of observation and his very dry humour.

As an Analytical Thinker you are one of the introverted personality types. You are not particularly suited for dealing with others, working as a part of a team and be in the position of “continuous exchange“, you would much rather work alone, and dwell on your thoughts undisturbed. You usually put a critical distance between yourself and others that enables you to be the keen and incorrupt observer of life. This distance can be truly bridged by only very few other people. That is probably caused by the fact that you are not all that interested to share your thoughts with others. Generally it is sufficient for you to have clarified a matter for yourself or that you have understood something; the continuous in your eyes mostly superficial chatter of the people around you becomes rather annoying.

You prefer to work independently and appreciate having a lot of time and quiet in order to concentrate on the really important things: Structuring ideas, comprehending complex causalities, understanding of the universe, its rules and the logical analysis of systems. You absorb new information like a sponge and your memory is legendary. Once you have learned something, you’ll never forget it - unless you consider it to be irrelevant for some reason and decide that it seems to be better purging it from your data storage.

Creative problem solving and jumping out of your paradigm to development daring future visions are a part of your greatest strength. At the same time you are the most acute and rational critic of your own ideas, each one of them will be rigorously examined and discarded at the smallest indication of contradictions or lack of logic. You usually leave the implementation to others and prefer to turn to new theoretical reflections. Especially in case of self employment (in your case a real possibility) it is important to surround yourself with hands-on oriented and dependable employees who make sure that your incredible suggestions for solutions become reality while you return to immersing yourself in your intellectual world. 


***

I got this from  Ipersonic. Just found out what type you are from there. Cherios!