10.11.11

FREAK

Gue kadang berharap ada seenggaknya satu orang yang akan (nantinya) setia di sisi gue. Bukan dalam ikatan pernikahan atau keluarga, bukan juga teman.

Secara pribadi walaupun gue nggak berniat menentang aturan agama, gue nggak mau menikah. Udah gue state beberapa kali di blog ini, setiap tahun. Nggak tahu ada dilemma apa dahulu kala dengan gue, cuma 'mungkin' gue udah muak dan nggak percaya lagi dengan kepercayaan orang-orang yang berwujud palsu (if you knew what I mean).

Sejujurnya, gue nggak interest dengan hubungan romantisme apapun bentuknya. I'm not kind of people who like it. Still, restate that I'm normal. Bisa dibilang freak kesibukan dan terlalu takut diperhatiin orang. masochist dalam artian mental. really I should go to pschyatrist someday.

Tapi yang gue berikan ke orang lain adalah kebalikan dari yang gue inginkan. Gue seneng banget merhatiin seseorang, peduli dengan mereka, tapi udah. segitu aja, no further relation. spreading signal 'wanna make a friend with me' to anyone besides me. anyone! gue gila interaksi sosial, dan kadang merasakan disonansi teramat sangat karena udah trade off dengan waktu yang berharga.

dan sampai sekarang masih 'terlalu peduli' dengan orang yang nggak peduli sama sekali dengan diri gue, mau gue mati kek hidup kek ngapain kek, dia nggak peduli. tapi setiap detik waktu luang berharga yang gue punya, entah kenapa yang gue ketik di bb adalah nama dia. gue yakin ini namanya kutukan. dan gue selalu berusaha ngobatin diri, tapi ya gitu-gitu aja. bolak-balik suka terus benci terus suka lagi.

Yah tapi semua berubah. hampir semua keadaan diatas entah bagaimana caranya kini berangsung-angsur berubah. Walaupun masih belum bisa tertawa lepas di semester tiga ini, gue mau menyusun puzzle kehidupan yang diberikan Allah dengan santai. menikmati diri gue apa adanya dan mau tahu sampai kapan prinsip yang gue pegang ini bisa runtuh (dan siapa yang berhasil meruntuhkannya)

Isn't like a game, huh?

9.11.11

DOCDAYS 2011 and 34th JGTC

Good night, November :)
It’s been ages since I last write on this blog. Too many things went in and went out, took lots of moments of my life.

Rasanya senang banget bisa log in di blogger dan punya waktu untuk menulis sobekan kisah kuliah gue, setelah kemarin-- akhirnya! gue selesai menjalankan mid-test di semester tiga yang subhanallah melelahkan dan makin lama makin complicated.

*Brainstorming sebentar*

Memasuki awal semester kemaren, gue akhirnya memutuskan untuk nggak ambil full sks kuliah dikarenakan kecerobohan gue yang nggak bisa nolak nafsu daftar kepanitiaan. Untungnya, gue memberanikan diri untuk mundur mengikuti tahap seleksi selankutnya dari SEA GAMES, walaupun dengan penyesalan yang amat sangat.

Walaupun SKS udah didrop, walaupun jadwal kuliah udah jadi kosong.. tetep nggak bisa ya seorang anak FEUI gabut. Gue jadi hormat sama mahasiswa/i yang gabung HMAGA (himpunan mahasiswa gabut) yang di FEUI. Gue, personally, waktu tidur 8 jam aja, udah sangat-sangat berarti. Kalau emang bisa tidur selama itu, di hari biasa, biasanya bakalan bangun dengan perasaan bersalah, stress, dan panik. Dan untuk tiga hari kedepan adalah waktu emas gue untuk tidur sepuas-puasnya tanpa merasa bersalah.

Anyway.. nggak juga sih.

Minggu depan, gue akan memulai dua acara penting yang gue panitia-in.

DOCUMETARY DAYS 2011
singkatnya adalah acara kompetisi pembuatan film dokumenter dan pemutaran film-film dokumenter.
Dimulai tanggal 14-15th Nov di auditorium FEUI,18th Nov di CCF Salemba, dan malam penganugerahannya 19th Nov di atamerica, Pacific Place Jakarta.

aren't we great? benar-benar kerja keras banting tulang muter otak buat ngerjain segala urusan kepanitiaan. tapi semuanya dilakukan dengan hati senang, apalagi kalau lihat senin nanti acaranya bakalan bagus dan sukses. Di acara ini gue jadi vice coordinator Sponsorship. benar-benar pengalaman baru dan luar biasa hebat. Jadi punya banyak relasi dan link, bisa ngehandel marketing perusahaan, dan jadi akrab dengan para PI :")

34th JAZZ GOES TO CAMPUS-- Jazz The Way It Is
Nggak usah dijelasin, udah tau apa kan ya? :)
Update terheboh yang bikin gempar adalah betapa memang kerennya panitia acara ini!
You must know it, we CAN bring NOUVELLE VAGUE from France to perform on our stage!
Great? Ya kaaaan. walaupun sangat sibuk sebagai Jazz Communion yang ngurusin roadshow ke Bandung dan Lampung, walaupun dosen koperasi gue, Bu Suyanti marah-marahin gue kenapa ikut acara jazz, gue nggak masalah. It was worth even one second.

 --------------
Jadi, tanggal 13 nanti sampai akhir minggu gue akan jadi dual agent. Acara roadshow dan DocDays dimulai berbarengan. Gue harus stay di Bandung karena itu adalah main event divisi gue dan syukurlah di docdays gue hanya orang di balik layar. Tapi nggak pengen ninggalin DocDays setelah ngelihat sinopsis film-film yang akan diputar besok senin. Ini ulasan sinopsis yang akan ditayangkan di Screening In FEUI

SINOPSIS FILM
SCREENING IN DAY 1
14th NOVEMBER 2011
Pluralism Within The Culture
  • God is Love (75”)
Karena Tuhan adalah cinta, dan memang ada di tiap diri manusia. Menceritakan tentang perjalanan cinta pasangan suami istri  bernama Ali Aulia dan Jacky Veimilawaty. Alia beragama Islam, sedangkan Jacky dibesarkan oleh ayah yang seorang Hindu dan ibu yang seorang Katolik. Dengan pembelajaran yang begitu panjang untuk saling memahami, menghormati dan menghargai perbedaan satu sama lain dan tentunya juga meyakinkan keluarga besar serta kayakinan yang begitu kuat akhirnya mereka pun dapat menikah dengan tiga tata cara keyakinan.

  • Trunyan, Scent of Dead (22")
Kehidupan Pulau Trunyan di Bali begitu unik dan memiliki intrik tersendiri. Ketika mayat yang lazimnya dikubur atau dikremasi hanya dibaringkan dibawah pohon yang mengeluarkan wangi, pohon , dan asal-usul dibalik kebiasaan ini.

  • Kala Lereina (14")
Kala Lereina lahir dari kedua orang tua yang berbeda agama. Ayahnya adalah umat Islam yang merupakan sosok yang dominan dan membenci orang Yahudi, sementara Ibunya adalah pemeluk agama Kristen yang mengikuti tradisi orang Yahudi. Kala sendiri beragama Islam seperti ayahnya, tetapi ia terbebani oleh oleh perbedaan latar belakang kedua orang tuanya, antara dominasi sang ayah dan tradisi Yahudi yang kental terhadap ibunya.

  • Selaq (7")
Selaq adalah ilmu hitam dari Lombok, yang dikategorikan sebagai ilmu syirik. Film ini menceritakan mengenai pendapat masyarakat sekitar mengenai makna sesungguhnya dari Selaq. Menurut Anda sendiri, apa itu Selaq?



  • Poo Tae He (10")
Kelenteng Cina di Surabaya ini adalah potret nyata bahwa tradisi dan kebudayaan tidak akan lekang dimakan waktu. Walau ia adalah klenteng Cina, kelenteng ini rutin mengadakan pementasan wayang setiap minggunya, meski tanpa penonton.

  • Alkisah di Ampel (15")
Dinamika kehidupan di Ampel yang terdiri dari berbagai macam etnis dan ras. Perdebatan dan beda pendapatan kerap terjadi, namun proses sosialisasi tetap terjalin harmonis.

SCREENING IN DAY 2
15th NOVEMBER 2011
P.U.R.E (Pluralism, Unity, Respect and Empathy)
  • Indonesia Bukan Negara Islam (10")
Bagi dua siswa SMA Kanisius yang beragama Islam, kehidupan di sekolah normal-normal saja, hampir tidak ada diskriminasi agama di sana dan tidak membawa pengaruh yang besar. Tetapi melihat aksi organisasi-organisasi radikal seperti FPI, mereka pun angkat bicara. Mereka menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap aksi-aksi yang mereka lakukan hingga seolah-olah Indonesia menjadi negara Islam.

  • Jakarta Kota Gue!!! (17")
Inilah Jakarta dari sudut pandang seorang Jakmania. Menurutnya, orang-orang Jakarta datang dari suku bangsa yang berbeda dan dalam Liga Indonesia mereka lebih mendukung tim dari suku bangsa mereka. Karena itu dibutuhkan sebuah alat pemersatu bagi mereka yang tinggal di Jakarta dari berbagai suku bangsa, dan itu adalah Persija.

  • Nyadran Ala Sorowajan (22")
Warga Desa Sorowajan dikenal rukun antar umat beragama. Setiap bulan, warga berkumpul untuk berdoa dan diikuti makan bersama. Mereka bisa dijadikan contoh untuk kita sebagai umat beragama.

  • Aku ya Aku (5")
Sherly Cancerita, wanita keturunan Tamil yang besar di Medan. Menceritakan bagaimana ia hidup ditengah multikulturalisme Medan dan persepsi terbatas orang-orang di sekitarnya mengenai latar belakang dirinya.

  • Oase (10")
Berisi kumpulan dokumentasi dari sejumlah tokoh agama seperti Pendeta Paulus Hartono (Ketua FPLAG Al Munawar), film ini bercerita  mengenai pluralisme agama. Mereka mengungkapkan pendapat mereka tentang pluralisme agama dan kenyataannya pada zaman sekarang.

  • Makan Yuk Makan (7") 
                Apa yang ada di benak teman-teman Chandra, seorang Cina yang Kristen, ketika Chandra          menjamu mereka di meja makan.

  • Entah (5")
Sherlin, gadis remaja berayah Buddha-Cina dan beribu Hindu-India. Diminta oleh orang tuanya untuk memilih agama mana yang akan ia anut, apa pilihan Sherlin?

  • Aku Indonesia (4")
Seorang Cina yang bangga dengan identitas ke-Indonesia-annya. Walau sering mengalami diskriminasi atas identitasnya ini, ia tidak malu dan tetap memproklamirkan diri sebagai seorang Cina yang Indonesia.

  • Bilal (4")
Adzan adalah panggilan bagi kaum Muslim untuk memulai shalat lima waktu. Dan adzan bisa dilakukan oleh siapa saja, bukan?

  • Minority in Minority (24")
Tidak mudah menjadi minoritas dalam minoritas. Sebagai Tionghoa muslim, ketika mereka menonjolkan ke-Tinghoa-an mereka, mereka akan dikucilkan masyarakat. Di lain pihak, ketika mereka menampilkan keislamannya, mereka akan dikucilkan keluarga. Bagai memakan buah simalakama.

  • Sahabat di Perbatasan Pagi (14")
Dua karib yang mengabaikan perbedaan ideologi. Dua karib yang nasionalis dan komunis. Bagaimana kehidupan mereka di masa-masa kelam PKI, dan bagaimana ketika akhirnya persoalan ideologi ini tak bisa lagi mereka abaikan.

  • Sudah Bukan Cina (10")
Warga Indonesia keturunan etnis Cina di Jepara mengungkapkan pendapat mereka ketika dipanggil “Cina”. Ada yang terhina, ada yang biasa saja, bahkan ada yang merasa dirinya memang orang Cina. Diperlihatkan juga pandangan terhadap orang keturunan etnis Cina.

  • Kelasku harmoni ( 18”)
Keberagaman suku, warna kulit dan agama tak lepas dari keseharian siswa kelas II Hasanuddin SD Karuna Dipa Palu. Dibantu oleh Ibu Sin (Sendow CH. Sumanpaouw), selaku walikelas,bersama mereka saling bahu membahu membangun nilai-nilai harmoni dalam kehidupan mereka setiap harinya melalui Pendidikan Harmoni. Perbedaan bukanlah soal, karena harmoni diri, harmoni sesama, dan harmoni alam itulah jalan yang mereka pilih.

 Nggak sabar nonton DocDays ya? gratisan loh ini. Kalau mau tau cara daftarnya check timeline @DocDays2011

Nggak mau ketinggalan kesempatan nonton murah Nouvelle Vague dan Glen Fredly dan Idang Rasjidi dan... lain-lainnya? Atau kamu belum tau kalau beli tiket pre-ordernya bakalan dapat kesempatan memenangkan tiket PP JKT-AMSTRDAM dan tiket PP JKT-BALI ??
Kemana aja lo. Cepetan order tiketnya ke gue ya, just mention @inconnukoma. Sebelum ke-ha-bi-san.


Adios fellas.
Best hug from me.