25.9.11

Failed being a poetriest

Perjalanan menuju rumahku dari Depok berwujud banyak hal dari setiap langkah yang kulalui.

Nasihat dan doa mama sebelum aku melangkahkan kaki di hari pertama setiap minggu, kadang tidak aku sadari, menjadi penyemangat dan kekuatanku menghadapi kerasnya perjuangan batinku di sana.

Berusaha sekuat tenaga memutar roda nasib melalui buku-buku berbahasa asing, menahan rasa penyesalan setiap melihat kenyataan tentang kekalahan, letih akibat terkurasnya tenaga dan energi otak, waktu tidurmu yang terkorban demi masa depan, aku tumpuk di satu ruangan di sudut hati.

Hari ke enam menjelang tujuh, aku rela membelah lautan besi beroda empat dan dua menggunakan sisa tenagaku, mengambil kembali energi dari sumbernya; masakanmu, senyumanmu, nasihatmu, tawamu, adik-adikku, dan hadiah kecilmu.

Tapi kadang, kegetiran dan kepenatan dalam ruangan kecil di sudut hatiku memberontak keluar. Memuncratkan isi pahitnya didepanmu, didepan sumber-sumber energiku. Walaupun aku tahu itu salah, dan itu memang salah, hanya dirumahlah aku dapat sepenuhnya jujur. Walaupun bukan dalam cara yang benar, dan terlalu emosional, labil.

Tapi, kalian selalu tidak pernah bosan, tampaknya mengerti mengapa aku meledak. Walaupun lingkaran kesal-senang-kesal-senang diantara kita membuat muak, desiran dan arus cairan merah dalam diri aku, kamu, membuat aku tenang.

Aku. Enggak. Sendiri.

ada satu tiang yang bisa aku jadikan tumpuan diantara tiang kokoh yang ada di atas sana.
Ya siapa lagi kalau bukan kalian, keluargaku tercinta.

Maaf ya marah-marah terus kalau lagi stress.
Deeply inside me, I truly love you all. xoxo

18.9.11

1st week 3rd term

Hi people around the world!
Today is the second week of third semester. Sorry for lack of post recently because started from last monday, I prepared for orientate-fresh graduated of Seni Gerak Budaya (SGB) and Badan Otonom Economica (BOE) stand. For SGB, I must trained my self every evening for dance bidjeh dance from Aceh with three others friends and six other whom dance Bajidor and Bali dance. It was tiring and waste much of my energy.

But yesterday after we performed front of all fresh-graduate 2011 FEUI, it was spectaculer! we did not feel tired anymore. and after that in the noon we stood up in front our stand and promote SGB.

Before that, in the morning, I act as external affair from BOE and shouted out our name: BOE! to all people who wear yellow jackets (red: the fresh graduated people) for come and see our room to know more abot "What is BOE'. It was so much fun! and tiring, of course.

still, in the evening I met up with my cooperation group to discuss about our tasks and presentation, not forget to do my priority after so much activity, right?

That's all my summary for this week. Bismillah for the next week, hope I can manage my money more efficiently.

End.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Kesedihan yang selalu aku bawa saat melewati tempatmu, bis kuningku yang berbelok ke arah fakultasmu, dan ketidaktahuanmu yang perlahan-lahan menyiksaku.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Perjuangan keras yang terpatri di setiap heningmu, langkah gontaimu di setiap malam sunyi, dan bunyi gesekan buku dan kertas diktat kuliahmu membuat aku kuat bertahan.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Keikhlasan bukanlah hal yang mudah didapatkan, apalagi dilakukan. Dirimu yang bukan milikku kapan saja bisa menjadi milik seseorang. Aku yang hanya menunggu di belakang, pasrah melihatmu berjalan tegap menyongsong masa depan cerah.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
Bahwa, aku bukanlah yang terbaik untuk dirimu yang terindah akhlaknya, budi pekertinya. Bahwa aku ikhlas melupakanmu, melewatimu dalam hening, tanpa menengok bagaimana kabarmu kini.

Mengenalmu membuat aku tersadar akan beberapa hal.
diriku tidak pantas untukmu.

Terima kasih banyak kak, aku belajar banyak hal selama ini.
Salam kasihku, untukmu.

Seseorang yang mahsyur namanya, dan kepribadiannya.
Doaku menyertaimu.