12.6.11

33th Temu Alumni Badan Otonom Economica

Sebagai anggota aktif Badan Otonom Economica tahun 2010 biro External Affair, gue beberapa bulan yang lalu dinobatkan menjadi panitia acara Temu Alumni BOE yang diselenggarakan demi merayakan HUT BOE yang ke 33 tahun. Dalam beberapa bulan terakhir gue disibukkan dengan persiapan acara yang lovely ini juga ditambah dengan beberapa kepanitiaan lain yang gue pegang dalam waktu bersamaan. Nggak heran nilai gue bisa turun banyak layaknya terjun dari Niagara, tapi life must go on. Sampailah gue di hari ini, di hari-H-nya tergelar acara utama biro bagian gue, External Affair.



Di hari H, gue jadi penerima undangan dan melayani mereka sebelum masuk ruangan. Di sini gue ketemu mereka satu per satu, mendapatkan kartu nama mereka satu persatu, berkenalan dengan mereka satu per satu.. Dan itu adalah pengalaman yang menabjukkan. Orang-orang hebat di fakultas gue adalah alumni dari organisasi yang gue ikuti sekarang! dan direktur perusahaan terkemuka juga alumni dari organisasi ini. Amazing.

Selagi gue menerima mereka satu per satu, acara di dalam ruangan diiringin lagu keroncong dan lagu jaman dahulu barat, di sisi bagian kiri dinding ditempeli foto-foto sampai 20 tahun yang lalu, di mana mereka semua masih menjabat sebagai anggota aktif. makan bersama, bernyanyi bersama, foto bersama, dan bercanda gurau bersama. Suasana yang tentram, gue suka banget. Acara yang dimulai pukul sepuluh pagi ini akhirnya selesai pukul empat siang. Panitia membagikan makanan sisa kepada orang-orang sekitar tempat kegiatan dan sebagian diberikan kepada anggota mahawaditra yang sudah kami repotkan.



Dua tahun lagi, BOE akan menggelar temu alumni yang ke-35. Semoga acara ini kedepannya bisa selalu sukses seperti temu alumni kali ini, dan dapat memenuhi tujuan utamanya, yaitu mengakrabkan seluruh anggota BOE dan alumni BOE sehingga terjadi kesinambungan hubungan yang tidak terputus.

"Karena sekedar kata-kata bukanlah budaya kami" - BOE :)

Notes: Dan dari sinilah gue tahu kenapa BOE dibilang hebat. Alumni yang datang, masya Allah, semuanya orang sukses. Kritikus yang muncul pada zamannya itu sekarang hidup dalam kelimpahan harta. Kami, panitia acara, menatap kagum. Iri dan bangga jadi satu. Seenggaknya itu yang muncul dari dalam diri gue. Gue bertekad dalam hati, merekam segala hal yang terjadi hari ini sebagai motivasi hidup kedepannya. Baru kali ini gue ketemu orang sesukses mereka semua. Berjabat tangan dengan mereka merupakan suatu sentuhan motivasi yang besar bagi gue khususnya, dan bagi kami.